JAKARTA - Banyak orang fokus pada jumlah kalori harian tanpa benar-benar memperhatikan kualitas nutrisi yang masuk ke tubuh. Padahal, tubuh membutuhkan zat gizi tertentu agar seluruh fungsi vital dapat berjalan dengan optimal setiap hari.
Salah satu nutrisi yang perannya sering disepelekan adalah protein. Nutrisi ini tidak hanya berfungsi sebagai pembentuk otot, tetapi juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan sistem tubuh.
Protein dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, mendukung fungsi organ vital, serta membantu pembentukan enzim dan hormon. Selain itu, protein juga berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Dalam kehidupan sehari-hari, protein terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu protein nabati dan protein hewani. Keduanya perlu dikonsumsi secara rutin agar kebutuhan nutrisi harian dapat terpenuhi dengan baik.
Jika asupan protein tidak mencukupi, tubuh akan mulai menunjukkan berbagai tanda peringatan. Gejala ini sering kali muncul secara perlahan dan kerap diabaikan hingga berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Kekurangan protein dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Beberapa di antaranya adalah rambut rontok, kulit kering, tubuh mudah lelah, hingga menurunnya massa otot.
Memahami tanda-tanda kekurangan protein menjadi langkah awal yang penting. Dengan mengenali sinyal tubuh sejak dini, asupan nutrisi dapat segera diperbaiki sebelum kondisi memburuk.
Tubuh Mudah Lelah dan Cepat Kehabisan Energi
Salah satu tanda paling umum dari kekurangan protein adalah tubuh yang mudah lelah. Kondisi ini bisa terjadi meskipun seseorang sudah tidur cukup dan tidak melakukan aktivitas berat.
Protein berperan menghasilkan asam amino yang digunakan dalam proses metabolisme energi. Tanpa asupan protein yang cukup, tubuh kesulitan memproduksi energi untuk beraktivitas.
Ketika energi tidak dihasilkan secara optimal, tubuh akan terasa lemas dan kurang fokus. Aktivitas sederhana pun bisa terasa berat dan menguras tenaga.
Kondisi ini juga dapat disertai rasa linglung atau sulit berkonsentrasi. Tubuh seolah kehilangan stamina untuk menjalani rutinitas harian.
Rasa lelah yang terus-menerus seharusnya tidak dianggap sepele. Hal ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan nutrisi penting, terutama protein.
Jika dibiarkan, kekurangan energi dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup. Oleh karena itu, mencukupi asupan protein menjadi langkah yang sangat penting.
Rasa Lapar Datang Terus dan Sulit Dikendalikan
Selain mudah lelah, kekurangan protein juga ditandai dengan rasa lapar yang muncul berulang kali. Seseorang bisa merasa lapar meskipun baru saja makan.
Protein memiliki peran penting dalam memberikan sinyal kenyang ke otak. Ketika protein tidak tercukupi, sinyal tersebut menjadi lemah sehingga rasa lapar sulit dikendalikan.
Akibatnya, seseorang bisa merasa lapar setiap satu hingga dua jam. Kondisi ini sering mendorong kebiasaan ngemil berlebihan.
Rasa lapar yang terus muncul juga dapat memengaruhi pola makan. Seseorang cenderung memilih makanan cepat saji atau tinggi gula untuk mengatasi lapar sementara.
Agar rasa lapar lebih terkontrol, asupan protein perlu diperhatikan di setiap waktu makan. Menyediakan protein dalam jumlah yang cukup membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
Asupan protein yang seimbang juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Dengan demikian, energi tubuh dapat digunakan secara lebih efisien.
Perubahan Suasana Hati dan Fungsi Mental
Tanda lain yang sering muncul akibat kekurangan protein adalah perubahan suasana hati. Kondisi emosional menjadi lebih mudah naik turun tanpa sebab yang jelas.
Hal ini berkaitan dengan peran protein dalam pembentukan neurotransmitter di otak. Neurotransmitter adalah senyawa kimia yang memengaruhi suasana hati dan tingkat energi.
Asam amino sebagai bahan penyusun protein berperan penting dalam proses tersebut. Jika asupan protein kurang, produksi neurotransmitter dapat terganggu.
Kadar serotonin dan dopamin yang rendah dapat membuat seseorang merasa lelah secara mental. Perasaan tidak bersemangat dan mudah cemas pun bisa muncul.
Perubahan suasana hati ini sering tidak disadari sebagai akibat dari pola makan. Banyak orang mengaitkannya dengan stres atau kelelahan semata.
Padahal, memperbaiki asupan protein dapat membantu menstabilkan fungsi otak. Kondisi mental pun menjadi lebih seimbang dan fokus meningkat.
Perubahan Fisik pada Kulit, Rambut, dan Kuku
Protein memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Kekurangan nutrisi ini akan terlihat jelas melalui perubahan fisik.
Rambut bisa menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah rontok. Pertumbuhan rambut juga cenderung melambat ketika tubuh kekurangan protein.
Kulit dapat menjadi kering, bersisik, dan kehilangan elastisitasnya. Kondisi ini terjadi karena proses regenerasi sel kulit tidak berjalan optimal.
Kuku juga menjadi lebih mudah patah dan muncul garis-garis halus. Tanda ini menunjukkan bahwa struktur jaringan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.
Perubahan fisik ini sering dianggap sebagai masalah kecantikan semata. Padahal, kondisi tersebut merupakan sinyal kesehatan dari dalam tubuh.
Jika tanda-tanda ini mulai muncul, penting untuk segera memperbaiki pola makan. Mengonsumsi makanan kaya protein dapat membantu memperbaiki kondisi tersebut secara bertahap.
Kehilangan Massa Otot dan Penurunan Kekuatan Tubuh
Kehilangan massa otot juga menjadi tanda tubuh kekurangan protein. Otot merupakan tempat utama penyimpanan cadangan protein dalam tubuh.
Ketika asupan protein tidak mencukupi, tubuh akan mengambil protein dari otot. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan fungsi organ vital.
Akibatnya, massa otot perlahan berkurang dan kekuatan tubuh menurun. Kondisi ini bisa terjadi meskipun berat badan terlihat tidak banyak berubah.
Penurunan massa otot membuat tubuh lebih mudah lelah saat beraktivitas. Risiko cedera juga meningkat karena otot tidak lagi kuat menopang tubuh.
Kondisi ini sangat berisiko bagi orang yang aktif secara fisik. Atlet, pekerja berat, dan lansia perlu perhatian khusus terhadap asupan protein.
Menjaga massa otot membutuhkan asupan protein yang konsisten. Dengan nutrisi yang cukup, otot dapat diperbaiki dan dipertahankan dengan baik.
Protein memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Tanpa protein yang cukup, fungsi tubuh tidak dapat berjalan optimal.
Bagi orang dewasa sehat, kebutuhan protein harian sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Jumlah ini dapat meningkat pada kondisi tertentu.
Ibu hamil, ibu menyusui, atlet, dan anak-anak memiliki kebutuhan protein yang lebih tinggi. Penyesuaian asupan perlu dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing individu.