Sawit

Harga TBS Sawit Kalimantan Timur Awal Januari 2026 Melemah, Dampak Langsung Tekanan Pasar Global

Harga TBS Sawit Kalimantan Timur Awal Januari 2026 Melemah, Dampak Langsung Tekanan Pasar Global
Harga TBS Sawit Kalimantan Timur Awal Januari 2026 Melemah, Dampak Langsung Tekanan Pasar Global

JAKARTA - Penurunan harga komoditas global kembali terasa hingga ke tingkat petani sawit di daerah. Kondisi ini tercermin dari rilis terbaru harga Tandan Buah Segar atau TBS di Kalimantan Timur pada awal Januari 2026.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara resmi mengumumkan adanya koreksi harga TBS sawit. Penyesuaian ini menjadi perhatian karena memengaruhi pendapatan pekebun di berbagai sentra produksi.

Pada periode 1–15 Januari 2026, harga TBS kelapa sawit di Kaltim tercatat mengalami penurunan cukup nyata. Situasi ini sekaligus mengakhiri tren stabil yang sempat dirasakan petani pada periode sebelumnya.

Penurunan harga ini tidak terjadi tanpa sebab. Faktor utama datang dari melemahnya harga Crude Palm Oil atau CPO serta kernel di pasar.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada standar harga pembelian TBS di tingkat pabrik. Petani yang bermitra dengan perusahaan ikut merasakan dampaknya.

Dinas Perkebunan Kalimantan Timur mencatat bahwa tekanan harga terjadi hampir merata di seluruh wilayah penghasil sawit. Hal ini menandakan bahwa faktor pemicunya bersifat global dan sistemik.

Tekanan Harga Global Berimbas ke Tingkat Petani

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, menjelaskan bahwa fluktuasi harga di tingkat pabrik menjadi penyebab utama turunnya harga TBS. Ia menegaskan bahwa perubahan harga CPO dan kernel langsung memengaruhi nilai yang diterima petani.

Menurutnya, harga CPO dan kernel merupakan komponen utama dalam perhitungan harga TBS. Ketika kedua komoditas ini melemah, harga TBS otomatis terkoreksi.

Data tim penetapan harga menunjukkan adanya penurunan pada komponen utama. Harga rata-rata tertimbang CPO kini berada di Rp13.921,45 per kilogram.

Sementara itu, harga kernel juga mengalami koreksi. Nilainya turun dan tercatat di level Rp10.801,62 per kilogram.

Selain dua komponen tersebut, indeks K juga menjadi faktor penting. Indeks K berada di angka 88,59 persen yang digunakan sebagai dasar perhitungan harga TBS petani.

Indeks ini mencerminkan pembagian hasil antara petani dan perusahaan. Perubahannya ikut menentukan besaran harga yang diterima pekebun.

Kombinasi penurunan harga CPO, kernel, dan perhitungan indeks K membuat harga TBS tidak dapat bertahan. Kondisi ini dirasakan langsung oleh petani di lapangan.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa mekanisme penetapan harga dilakukan secara transparan. Seluruh data dihimpun dari perusahaan sumber data di Kalimantan Timur.

Rincian Harga TBS Sawit Berdasarkan Umur Tanaman

Harga TBS sawit di Kalimantan Timur ditetapkan berdasarkan umur tanaman. Skema ini digunakan untuk mencerminkan produktivitas dan kualitas buah.

Untuk tanaman berumur tiga tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp2.796,53 per kilogram. Angka ini menjadi harga terendah dalam daftar periode awal Januari 2026.

Pada tanaman berumur empat tahun, harga TBS berada di level Rp2.982,31 per kilogram. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan produktivitas pohon.

Tanaman berumur lima tahun memiliki harga TBS sebesar Rp3.000,36 per kilogram. Selisih harga mulai terlihat dibandingkan tanaman yang lebih muda.

Untuk tanaman enam tahun, harga TBS ditetapkan di Rp3.032,69 per kilogram. Angka ini mencerminkan stabilnya produksi pada fase tersebut.

Tanaman sawit berumur tujuh tahun dihargai Rp3.051,04 per kilogram. Produktivitas yang optimal menjadi alasan penetapan harga ini.

Sementara itu, tanaman berumur delapan tahun memiliki harga TBS sebesar Rp3.073,92 per kilogram. Nilai ini menunjukkan tren kenaikan seiring umur tanaman.

Pada umur sembilan tahun, harga TBS tercatat Rp3.138,69 per kilogram. Tahap ini dianggap sebagai salah satu periode produktif tanaman.

Untuk tanaman berumur sepuluh tahun ke atas, harga TBS berada di posisi tertinggi. Nilainya ditetapkan sebesar Rp3.175,54 per kilogram.

Berikut ringkasan harga TBS sawit Kaltim periode awal Januari 2026 berdasarkan umur tanaman. Data ini menjadi acuan resmi bagi petani mitra.

Umur TanamanHarga TBS per Kg
3 TahunRp2.796,53
4 TahunRp2.982,31
5 TahunRp3.000,36
6 TahunRp3.032,69
7 TahunRp3.051,04
8 TahunRp3.073,92
9 TahunRp3.138,69
10 Tahun ke atasRp3.175,54

Skema Kemitraan dan Perlindungan Harga Petani

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa daftar harga ini menjadi standar resmi. Harga tersebut berlaku bagi petani yang bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit.

Khusus untuk kebun plasma, harga yang ditetapkan bersifat mengikat. Perusahaan mitra wajib mematuhi harga yang telah disepakati bersama.

Skema kemitraan dengan Pabrik Kelapa Sawit atau Pabrik Minyak Sawit dirancang untuk melindungi petani. Tujuan utamanya adalah mencegah praktik permainan harga oleh tengkulak.

Dengan adanya standar resmi, petani memiliki kepastian harga. Hal ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pendapatan di tengah fluktuasi pasar.

Pemerintah daerah juga berperan sebagai pengawas. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan kepatuhan perusahaan.

Penetapan harga ini tidak bersifat permanen. Harga akan kembali dievaluasi pada periode berikutnya.

Evaluasi dilakukan berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari perusahaan sumber data di Kalimantan Timur. Faktor pasar global tetap menjadi pertimbangan utama.

Meski harga mengalami penurunan, pemerintah berharap petani tetap dapat bertahan. Upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi terus didorong.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa sektor sawit sangat dipengaruhi dinamika global. Perubahan harga internasional cepat berdampak hingga tingkat lokal.

Dengan adanya transparansi penetapan harga, diharapkan kepercayaan petani terhadap sistem tetap terjaga. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara petani dan industri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index