JAKARTA - Menjelang penutupan bulan Januari 2026, perhatian masyarakat kembali tertuju pada pergerakan harga bahan bakar minyak. Stabilitas harga BBM menjadi faktor penting yang memengaruhi biaya transportasi dan aktivitas ekonomi harian.
Pada periode 26 hingga 31 Januari 2026, harga BBM di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum terpantau tidak mengalami perubahan. Seluruh operator SPBU mempertahankan tarif yang telah ditetapkan sejak awal tahun.
Penyesuaian harga BBM terakhir dilakukan serentak pada 1 Januari 2026. Sejak saat itu, harga di lapangan relatif stabil tanpa kenaikan maupun penurunan lanjutan.
Kondisi ini memberikan kepastian bagi masyarakat pengguna kendaraan bermotor. Stabilnya harga BBM juga membantu perencanaan pengeluaran rumah tangga.
Dari pantauan harga, seluruh operator besar seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo tetap mengacu pada kebijakan awal Januari. Penyesuaian yang dilakukan kala itu masih menjadi acuan hingga akhir bulan.
Kebijakan tersebut mencakup BBM subsidi maupun nonsubsidi. Beberapa jenis BBM nonsubsidi bahkan sempat mengalami penurunan harga.
Berdasarkan kebijakan awal tahun, perusahaan energi nasional melakukan penyesuaian tarif BBM nonsubsidi. Penyesuaian tersebut berlaku di seluruh jaringan SPBU Indonesia.
Langkah ini juga diikuti oleh operator swasta. Shell, BP, dan Vivo turut menyesuaikan harga BBM mereka pada periode yang sama.
Dengan tidak adanya perubahan lanjutan hingga akhir Januari, harga BBM dinilai berada pada fase stabil. Masyarakat pun dapat memanfaatkan kondisi ini untuk mengatur kebutuhan perjalanan.
Kebijakan Penyesuaian Harga BBM Awal Tahun
Pada 1 Januari 2026, seluruh operator BBM melakukan penyesuaian harga. Kebijakan ini menjadi dasar tarif yang berlaku hingga periode 26–31 Januari 2026.
Penyesuaian tersebut dilakukan terutama pada BBM nonsubsidi. Beberapa jenis BBM mengalami penurunan harga dibandingkan Desember 2025.
Langkah penurunan harga ini dilakukan secara merata. Seluruh jaringan SPBU menerapkan tarif baru yang sama sesuai wilayah masing-masing.
Kebijakan tersebut disambut positif oleh masyarakat. Harga yang lebih rendah memberikan ruang penghematan bagi pengguna kendaraan pribadi.
Stabilnya harga setelah penyesuaian juga menjadi sinyal positif bagi pasar. Tidak adanya perubahan lanjutan mencerminkan kondisi pasokan yang relatif aman.
Dengan tarif yang tetap, konsumen tidak perlu khawatir terhadap lonjakan mendadak. Hal ini membantu menjaga kestabilan biaya transportasi.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Periode 26–31 Januari 2026
Pertamina sebagai operator terbesar mempertahankan seluruh tarif BBM. Harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami perubahan.
Solar subsidi dengan cetane number 48 tetap dijual Rp6.800 per liter. Harga ini berlaku di seluruh SPBU Pertamina.
Pertalite dengan RON 90 juga masih dipatok Rp10.000 per liter. BBM ini menjadi pilihan utama kendaraan roda dua dan mobil harian.
Untuk BBM nonsubsidi, Pertamax RON 92 dijual Rp12.350 per liter. Harga ini tetap sejak awal Januari 2026.
Pertamax Green dengan RON 95 dibanderol Rp13.150 per liter. Varian ini ditujukan untuk kendaraan dengan standar emisi lebih baik.
Pertamax Turbo RON 98 tetap berada di angka Rp13.400 per liter. BBM ini menyasar kendaraan berperforma tinggi.
Dexlite dengan CN 51 dijual Rp13.500 per liter. Sementara Pertamina DEX CN 53 dipatok Rp13.600 per liter.
Seluruh harga tersebut berlaku nasional. Tidak terdapat perbedaan tarif selama periode akhir Januari 2026.
Berikut tabel ringkasan harga BBM Pertamina:
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Solar Subsidi CN 48 | Rp6.800 |
| Pertalite RON 90 | Rp10.000 |
| Pertamax RON 92 | Rp12.350 |
| Pertamax Green RON 95 | Rp13.150 |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp13.400 |
| Dexlite CN 51 | Rp13.500 |
| Pertamina DEX CN 53 | Rp13.600 |
Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Tetap Berlaku
Operator swasta juga mempertahankan harga yang ditetapkan sejak 1 Januari 2026. Tidak ada perubahan hingga periode 26–31 Januari 2026.
Shell sebelumnya menurunkan harga BBM mereka pada awal tahun. Penurunan ini masih berlaku hingga akhir Januari.
Shell Super RON 92 dijual Rp12.700 per liter. Harga ini berlaku di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Shell V Power RON 95 dipatok Rp13.190 per liter. Sementara Shell V Power Nitro+ RON 98 dijual Rp13.480 per liter.
Untuk jenis diesel, Shell V-Power Diesel dijual Rp13.860 per liter. Tarif ini tidak mengalami perubahan lanjutan.
BP-AKR juga mempertahankan harga BBM mereka. Penyesuaian yang dilakukan awal Januari masih berlaku.
BP 92 di wilayah Jabodetabek dijual Rp12.500 per liter. Harga ini lebih rendah dibandingkan tarif Desember 2025.
BP Ultimate RON 95 dipatok Rp13.190 per liter. Sementara BP Ultimate Diesel dijual Rp13.860 per liter.
SPBU Vivo juga tidak melakukan perubahan harga tambahan. Harga BBM mereka masih mengacu pada kebijakan awal tahun.
Revvo 92 dijual Rp12.700 per liter. Tarif ini sebelumnya diturunkan dari Rp13.000 per liter.
Sementara Diesel Primus dijual Rp13.610 per liter. Harga ini juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
Berikut tabel ringkasan harga BBM operator swasta:
| Operator | Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|---|
| Shell | Super RON 92 | Rp12.700 |
| Shell | V Power RON 95 | Rp13.190 |
| Shell | V Power Nitro+ RON 98 | Rp13.480 |
| Shell | V-Power Diesel | Rp13.860 |
| BP | BP 92 | Rp12.500 |
| BP | BP Ultimate RON 95 | Rp13.190 |
| BP | BP Ultimate Diesel | Rp13.860 |
| Vivo | Revvo 92 | Rp12.700 |
| Vivo | Diesel Primus | Rp13.610 |
Dampak Stabilitas Harga bagi Konsumen
Stabilnya harga BBM hingga akhir Januari memberikan kepastian bagi masyarakat. Pengguna kendaraan dapat merencanakan perjalanan tanpa kekhawatiran kenaikan tarif.
Kondisi ini juga berdampak pada sektor logistik. Biaya distribusi relatif terkendali karena harga bahan bakar tidak berubah.
Bagi pelaku usaha, stabilitas harga membantu menjaga struktur biaya. Tidak adanya lonjakan BBM mencegah kenaikan harga barang secara mendadak.
Konsumen rumah tangga juga merasakan manfaat langsung. Pengeluaran transportasi dapat diprediksi dengan lebih baik.
Dengan kondisi harga yang stabil, masyarakat diharapkan tetap bijak dalam konsumsi BBM. Pemilihan jenis BBM dapat disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan.
Situasi ini juga memberi ruang bagi pemerintah dan operator untuk memantau dinamika pasar. Evaluasi dapat dilakukan sebelum mengambil kebijakan lanjutan.
Hingga akhir Januari 2026, belum ada sinyal perubahan harga berikutnya. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi.
Stabilitas harga BBM menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi. Kondisi ini diharapkan dapat terus terjaga ke depannya.