Darma Henwa

Darma Henwa Catat Lonjakan Laba Spektakuler Meski Saham Tertekan Pasar

Darma Henwa Catat Lonjakan Laba Spektakuler Meski Saham Tertekan Pasar
Darma Henwa Catat Lonjakan Laba Spektakuler Meski Saham Tertekan Pasar

JAKARTA - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat kinerja keuangan sembilan bulan tahun 2025 yang menakjubkan dengan lonjakan laba bersih hingga 519% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, harga saham perusahaan justru mengalami tekanan signifikan di pasar dalam sebulan terakhir.

Laporan keuangan September 2025 menunjukkan laba bersih DEWA mencapai Rp 239,2 miliar, naik tajam dari Rp 38,6 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Lonjakan ini menunjukkan efisiensi operasional yang mulai berbuah nyata bagi perusahaan.

Pendorong Kinerja dan Produksi Perusahaan

Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen, menyebut kenaikan pendapatan dan margin keuntungan sebagai pendorong utama pertumbuhan laba bersih. Peningkatan kapasitas volume produksi in-house memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan tersebut.

Hingga kuartal III 2025, DEWA mencatat pendapatan sebesar Rp 4,65 triliun, naik 2,8% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 4,52 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan waste removal sebesar 2,1% menjadi 101,2 juta bcm dan produksi batu bara yang naik 1,1% menjadi 12,5 juta ton.

Margin laba bruto perusahaan melonjak signifikan dari 7,2% menjadi 14,5%. Laba kotor yang tercatat sebesar Rp 673,2 miliar lebih dari dua kali lipat dibanding Rp 325,8 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Ricardo menegaskan, peningkatan margin dan laba bersih yang tinggi membuktikan transformasi perusahaan berada di jalur yang tepat. Efisiensi operasional melalui penerapan good mining practices serta pengelolaan armada in-house menjadi faktor kunci pencapaian ini.

EBITDA DEWA juga meningkat pesat menjadi Rp 1,16 triliun, naik 84,03% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 631,9 miliar. Lonjakan ini mencerminkan penguatan kinerja operasional dan efisiensi manajemen yang semakin optimal.

Perbaikan Ekuitas dan Strategi Masa Depan

Dalam laporan keuangan yang sudah diaudit, DEWA berhasil membalikkan saldo defisit menjadi saldo laba positif Rp 347,3 miliar pada September 2025. Perubahan ini menunjukkan fundamental perusahaan semakin kuat dan stabil.

Sebelumnya, pada Juni 2025, DEWA mencatat defisit sebesar Rp 940,2 miliar. Transformasi keuangan perusahaan melalui efisiensi operasional dan pengelolaan produksi menjadi faktor penting yang membawa perusahaan ke posisi positif.

Ricardo menyampaikan fokus ke depan akan tetap pada peningkatan kinerja operasional, penambahan fleet produksi, dan penerapan good mining practices. Selain itu, perusahaan akan memperkuat tata kelola untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan kredibilitas di pasar.

Meskipun kinerja fundamental menunjukkan tren positif, harga saham DEWA mengalami tekanan signifikan. Pada Kamis, 29 Januari 2026, saham DEWA anjlok 14,74% menjadi Rp 486 per saham, sementara dalam sebulan terakhir turun 29,57%.

Tekanan harga saham ini mencerminkan sentimen pasar jangka pendek yang seringkali berbeda dengan kinerja fundamental perusahaan. Investor jangka panjang cenderung melihat potensi perusahaan berdasarkan pertumbuhan laba dan perbaikan ekuitas.

Perusahaan tetap optimistis bahwa strategi pertumbuhan dan efisiensi operasional akan mendorong peningkatan nilai saham ke depan. Penambahan armada produksi dan penerapan praktik pertambangan yang baik diharapkan semakin meningkatkan profitabilitas.

Secara keseluruhan, laporan keuangan sembilan bulan 2025 DEWA menjadi bukti keberhasilan transformasi perusahaan. Lonjakan laba bersih, perbaikan margin, dan saldo laba positif mencerminkan kekuatan fundamental di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Investor kini menghadapi dilema antara tekanan harga saham dan potensi pertumbuhan laba yang solid. DEWA menunjukkan bahwa meski saham tertekan, nilai fundamental perusahaan terus membaik dan siap menopang pertumbuhan jangka panjang.

Pergerakan saham dan laporan keuangan ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas untuk bertahan dan berkembang meski di tengah volatilitas pasar. Kepercayaan pengelolaan armada in-house dan strategi efisiensi menjadi kunci daya tahan perusahaan.

Bagi pelaku pasar, pencapaian laba DEWA menjadi indikator penting untuk menilai kesehatan keuangan dan prospek masa depan. Transformasi perusahaan menunjukkan bahwa peningkatan kinerja operasional mampu membawa perusahaan dari defisit ke posisi laba positif dalam waktu singkat.

Kesimpulannya, PT Darma Henwa Tbk menampilkan kinerja keuangan luar biasa yang tetap perlu diselaraskan dengan strategi penguatan harga saham. Lonjakan laba, margin, dan saldo laba positif menunjukkan perusahaan berada pada jalur pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index