Pembangunan Tol

Pembangunan Tol Serpong–Bogor Resmi Dimulai, Dorong Konektivitas dan Ekonomi

Pembangunan Tol Serpong–Bogor Resmi Dimulai, Dorong Konektivitas dan Ekonomi
Pembangunan Tol Serpong–Bogor Resmi Dimulai, Dorong Konektivitas dan Ekonomi

JAKARTA - Kepastian pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor yang melintasi kawasan Parung akhirnya terwujud setelah penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan serta Regres di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta. Proyek ini menandai langkah strategis dalam pengembangan infrastruktur di Jawa Barat dan Banten.

Jalan tol sepanjang 32,03 kilometer ini menjadi proyek tol pertama yang ditetapkan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Infrastruktur ini dirancang untuk menghubungkan wilayah Bogor dengan Serpong, memperkuat konektivitas antarwilayah.

Skema Pembiayaan dan Investasi Proyek

Nilai investasi proyek mencapai Rp12,35 triliun dan sepenuhnya dibiayai oleh badan usaha melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema ini memastikan pembangunan tol tidak membebani APBN secara langsung.

Keterlibatan penuh badan usaha menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim pembangunan infrastruktur nasional. Hal ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam proyek strategis.

Jadwal Konstruksi dan Pengadaan Lahan

Tahapan konstruksi tol dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026 dan ditargetkan rampung pada Agustus 2028. Sementara itu, proses pengadaan lahan akan dilakukan sejak awal tahun 2026.

Rencana ini diharapkan berjalan lancar untuk mempercepat realisasi manfaat ekonomi dan sosial. Pemerintah menekankan koordinasi dengan masyarakat lokal agar proses pengadaan lahan transparan dan adil.

Ruas dan Pelaksana Proyek Tol

Tol Serpong–Bogor via Parung dibagi menjadi empat seksi, yakni Salabenda–Simpang Susun Pondok Udik, Pondok Udik–Putat Nutug, Putat Nutug–Rumpin, dan Rumpin–Junction Serpong. Pembagian seksi ini bertujuan mempercepat pembangunan secara bertahap dan terkontrol.

Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada Konsorsium PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS), yang terdiri dari PT Persada Utama Infra, Jasa Marga, Adhi Karya, dan Hutama Karya Infrastruktur. Konsorsium ini dipilih karena pengalaman dan kapabilitas dalam mengelola proyek infrastruktur berskala besar.

Manfaat Tol bagi Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan bahwa tol ini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Perjalanan dari Bogor ke Serpong diharapkan lebih cepat dan nyaman bagi masyarakat.

Tol Serpong–Bogor juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Bogor dan sekitarnya. Akses yang lebih mudah dapat menarik investasi baru, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan aktivitas perdagangan.

Dengan pembangunan tol ini, pemerintah menargetkan pengurangan kemacetan di jalur existing. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan efisiensi logistik di wilayah Jabodetabek.

Selain itu, tol ini akan mempermudah akses bagi kawasan wisata dan pusat ekonomi di Bogor. Percepatan mobilitas diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan serta aktivitas usaha lokal.

Proyek Tol Serpong–Bogor menandai komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur modern. Diharapkan investasi ini tidak hanya mendukung transportasi, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi regional.

Dengan semua persiapan yang matang, tol ini siap menjadi jalur vital bagi mobilitas warga dan logistik di Jabodetabek. Realisasi proyek akan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan investor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index