Penerbangan

Singapore Airlines Pimpin Transformasi Penerbangan Berkelanjutan Global

Singapore Airlines Pimpin Transformasi Penerbangan Berkelanjutan Global
Singapore Airlines Pimpin Transformasi Penerbangan Berkelanjutan Global

JAKARTA - Industri penerbangan global kini menghadapi tantangan besar di tengah meningkatnya tekanan terhadap isu perubahan iklim. 

Langit tidak lagi hanya menjadi ruang mobilitas, tetapi juga arena pengurangan emisi karbon. Dalam konteks ini, transformasi menuju penerbangan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak.

Singapore Airlines Group memandang tantangan tersebut sebagai peluang untuk memimpin perubahan. Maskapai nasional Singapura ini memilih langkah proaktif dibanding sekadar mengikuti tren global. Keberlanjutan kemudian ditempatkan sebagai bagian inti dari strategi jangka panjang perusahaan.

Pendekatan tersebut menegaskan bahwa komitmen lingkungan bukan sekadar slogan. Setiap kebijakan operasional diarahkan untuk mendukung target pengurangan emisi. Dengan demikian, arah transformasi menjadi lebih terukur dan konsisten.

Sustainable Aviation Fuel Jadi Pilar Strategis

Inti dari strategi hijau Singapore Airlines Group terletak pada pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel atau SAF. Bahan bakar ini diproduksi dari sumber terbarukan dan limbah, berbeda dari bahan bakar jet konvensional. Penggunaannya mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 80 persen sepanjang siklus hidup.

Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan produsen bahan bakar terbarukan global. Singapore Airlines Group bekerja sama dengan Neste dan World Energy dalam pengadaan SAF. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan dalam membangun rantai pasok energi hijau.

Pada kuartal pertama 2025, SIA Group mengakuisisi 1.000 ton SAF murni dari kilang Neste di Singapura. Pasokan ini disalurkan langsung ke Bandara Changi untuk mendukung operasional penerbangan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat ketahanan pasokan SAF di Asia Tenggara.

Skema Inovatif dan Dampak Pengurangan Emisi

Selain pengadaan langsung, Singapore Airlines Group memanfaatkan skema Book & Claim. Melalui mekanisme ini, SIA membeli 2.000 ton SAF dari World Energy yang berbasis di Amerika Serikat. Skema tersebut memungkinkan klaim pengurangan emisi tanpa pengiriman fisik bahan bakar.

Pendekatan ini memberikan fleksibilitas geografis dalam pengelolaan emisi karbon. Maskapai tetap dapat mendukung produksi SAF di berbagai wilayah dunia. Dengan demikian, kontribusi terhadap dekarbonisasi menjadi lebih luas.

Kedua transaksi tersebut diperkirakan mampu memangkas lebih dari 9.500 ton emisi karbon dioksida. Angka ini mencerminkan dampak nyata dari strategi yang dijalankan. Upaya tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dapat berjalan seiring dengan operasional penerbangan.

Kolaborasi dan Investasi Jangka Panjang

Singapore Airlines menyadari bahwa dekarbonisasi tidak dapat dilakukan secara sepihak. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan transformasi. Maskapai ini aktif membangun kemitraan strategis di berbagai lini.

“Melalui kerja sama dengan berbagai pemasok dan eksplorasi beragam model pengadaan, kami memperdalam pemahaman tentang jalur menuju ekosistem penerbangan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif. Kerja sama dipandang sebagai fondasi perubahan jangka panjang.

Visi jangka panjang tercermin melalui kemitraan dengan Aether Fuels. Kedua pihak menandatangani Nota Kesepahaman untuk pengadaan SAF jangka panjang. Aether mengembangkan teknologi Aether Aurora™ yang memanfaatkan limbah karbon sebagai bahan baku.

Menuju Target 2030 dan Net Zero 2050

Teknologi Aether Aurora™ diklaim mampu menekan biaya produksi sekaligus mengurangi emisi hingga minimal 75 persen. CEO Aether Fuels, Conor Madigan, menilai visi dekarbonisasi SIA mendorong inovasi energi bersih. Kolaborasi ini diyakini mempercepat komersialisasi SAF generasi baru.

Seluruh inisiatif tersebut mendukung target penggunaan SAF sebesar 5 persen pada 2030. Selain itu, SIA Group menargetkan Net Zero Carbon Emissions pada 2050. Target ini menempatkan keberlanjutan sebagai pilar utama strategi bisnis.

Langkah Singapore Airlines Group dinilai memberi dampak bagi konsumen dan industri. Penumpang mendapatkan jaminan layanan berkualitas yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Lebih dari sekadar menghubungkan destinasi, SIA menerbangkan harapan akan masa depan penerbangan yang berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index