JAKARTA - Optimisme terhadap pasar modal Indonesia pada 2026 tercermin dari langkah agresif pelaku industri jasa keuangan.
PT OCBC Sekuritas Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengantarkan empat perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia melalui skema penawaran umum perdana saham.
Target tersebut menunjukkan keyakinan OCBC Sekuritas terhadap iklim investasi domestik yang dinilai semakin solid. Di tengah dinamika global, pasar saham nasional dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen OCBC Sekuritas dalam mendukung pendalaman pasar modal serta mendorong perusahaan potensial untuk memperoleh pendanaan jangka panjang.
Fokus Emiten Dari Sektor Strategis
Direktur Utama OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan, menyampaikan bahwa calon emiten berasal dari sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan berkelanjutan. Sektor tersebut meliputi logistik, teknologi, dan produk konsumer fast moving consumer goods.
“Kuartal I-2026 dari sektor logistik. Kuartal II dan III masuk teknologi berbasis integrated system, lalu FMCG,” ujar Betty di gedung BEI, Senin, 26 Januari 2026.
Pemilihan sektor ini dinilai sejalan dengan tren kebutuhan pasar, transformasi digital, serta peningkatan konsumsi domestik yang masih menjadi penopang utama ekonomi nasional.
Perusahaan Middle Cap Jadi Prioritas
Seluruh perusahaan yang disiapkan untuk IPO tersebut masuk dalam kategori berkapitalisasi menengah atau middle cap. Segmen ini dinilai memiliki keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas bisnis.
Perusahaan middle cap juga dinilai lebih adaptif terhadap perubahan pasar serta memiliki peluang ekspansi yang lebih luas dibandingkan perusahaan dengan skala lebih kecil. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
OCBC Sekuritas menilai bahwa emiten dengan kapitalisasi menengah mampu memberikan nilai tambah jangka panjang, baik bagi pemegang saham maupun bagi perkembangan pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Seleksi Ketat Berdasarkan Fundamental
OCBC Sekuritas menegaskan bahwa tidak semua perusahaan dapat difasilitasi untuk melantai di bursa. Penjamin emisi hanya akan diberikan kepada perusahaan dengan fundamental kuat dan prospek bisnis yang jelas.
Aspek tata kelola perusahaan, kesehatan keuangan, serta keberlanjutan model bisnis menjadi faktor utama dalam proses seleksi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas emiten di pasar modal.
Dengan pendekatan selektif tersebut, OCBC Sekuritas berharap kehadiran emiten baru dapat meningkatkan kepercayaan investor serta menciptakan pasar yang lebih sehat dan kredibel.
Optimisme IHSG Menembus Level Psikologis
Selain rencana IPO, OCBC Sekuritas juga menyampaikan pandangan optimistis terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada 2026. IHSG diyakini memiliki peluang menembus level 10.000.
Sektor perbankan diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama, seiring dengan stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan kredit. Selain itu, sektor pertambangan emas juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri.
Produk konsumer turut disebut sebagai penopang IHSG, mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Peran Penjamin Emisi Dalam Ekosistem Pasar Modal
Sebagai penjamin emisi, OCBC Sekuritas memandang perannya tidak hanya sebatas memfasilitasi IPO. Perusahaan juga berperan dalam memastikan kesiapan emiten dari sisi tata kelola dan transparansi.
Pendampingan yang komprehensif diharapkan dapat membantu perusahaan beradaptasi dengan tuntutan sebagai entitas terbuka. Hal ini penting untuk menjaga kinerja saham pasca pencatatan.
Dengan rencana membawa empat perusahaan melantai di bursa, OCBC Sekuritas menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.