JAKARTA - Komisi XI DPR RI hari ini, Senin, 26 Januari 2026, akan mengumumkan hasil uji kelayakan dan kepatutan bagi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengumuman dilakukan melalui rapat internal Komisi XI DPR sekitar pukul 18.30 WIB.
Tahapan ini menjadi bagian penting untuk menentukan calon pengganti Deputi Gubernur sebelumnya, Juda Agung, yang telah mengundurkan diri. Fit and proper test tidak hanya menilai kompetensi teknis tetapi juga integritas para calon.
Rangkaian Tes yang Telah Dilalui Para Calon
Fit and proper test dimulai sejak Jumat, 23 Januari 2026, dan berlanjut hingga hari ini. Tes ini telah menguji tiga calon dengan sesi yang berbeda untuk memastikan evaluasi menyeluruh.
Dicky Kartikoyono menjalani uji kelayakan pada sore hari sekitar pukul 14.00–15.00 WIB. Sementara itu, Thomas Djiwandono diuji sekitar pukul 16.00–17.00 WIB pada hari yang sama.
Sebelumnya, calon lain, Solikin M. Juhro, telah mengikuti sesi fit and proper test pada kesempatan sebelumnya. Setiap sesi berlangsung secara terbuka namun tetap mengutamakan mekanisme evaluasi internal DPR.
Peran DPR dalam Penentuan Calon Deputi Gubernur BI
Hasil fit and proper test menjadi dasar DPR dalam menentukan calon yang diajukan ke rapat paripurna. Keputusan DPR akan mengikuti mekanisme peraturan perundang-undangan terkait pengisian jabatan strategis di BI.
Proses ini memastikan setiap calon memiliki kapabilitas dan rekam jejak yang sesuai untuk menjalankan tugas sebagai Deputi Gubernur BI. DPR juga mempertimbangkan kesiapan calon dalam menghadapi dinamika perekonomian nasional.
Implikasi dan Harapan dari Fit and Proper Test Ini
Hasil pengumuman hari ini akan memberikan kejelasan terkait siapa yang berpotensi mengisi posisi Deputi Gubernur BI. Publik dan pelaku pasar tentu menunggu hasil ini dengan perhatian tinggi.
Keputusan DPR diharapkan mendorong stabilitas kebijakan moneter dan kelangsungan program Bank Indonesia. Dengan proses yang transparan, diharapkan calon yang terpilih dapat menjalankan tugas secara profesional.
Tahapan fit and proper test ini juga menjadi cerminan pentingnya prosedur seleksi jabatan strategis di lembaga keuangan negara. Selain itu, publik dapat melihat mekanisme kontrol DPR terhadap pengisian posisi penting secara langsung.
Ke depan, Deputi Gubernur BI yang terpilih akan diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pengelolaan ekonomi Indonesia. Evaluasi menyeluruh yang dilakukan selama fit and proper test menjadi langkah awal untuk memastikan hal ini.
Pengumuman malam ini pun menjadi momen penting bagi DPR untuk menegaskan integritas proses seleksi. Semua pihak, baik calon maupun publik, menunggu hasil yang objektif dan profesional.
Proses seleksi yang transparan juga menambah kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Bank Indonesia. Hal ini diharapkan mendorong keyakinan investor dan pelaku ekonomi dalam menghadapi dinamika pasar.
Selain itu, pengalaman dan kompetensi calon akan diuji dalam skenario pertanyaan yang mencakup berbagai aspek kebijakan moneter. Ini memastikan calon yang lolos benar-benar siap menghadapi tantangan tugas mereka.
DPR akan mempertimbangkan setiap aspek jawaban calon selama fit and proper test. Kesiapan teknis dan integritas menjadi dua faktor penentu yang paling krusial dalam penilaian.
Selain itu, para anggota Komisi XI DPR menilai kemampuan calon dalam merespons isu strategis nasional. Evaluasi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis untuk masa depan kebijakan moneter.
Dengan semua proses ini, diharapkan DPR dapat mengusulkan calon yang mampu menjawab kebutuhan ekonomi Indonesia. Hasil pengumuman nanti akan menjadi titik awal bagi Deputi Gubernur BI untuk menjalankan programnya.
Setiap tahapan fit and proper test diharapkan berlangsung transparan dan profesional. Ini menjadi contoh bagaimana lembaga negara dapat menjalankan seleksi jabatan tinggi secara kredibel.
Hasil yang diumumkan hari ini akan menjadi keputusan penting yang memengaruhi arah kebijakan Bank Indonesia. Publik pun menunggu dengan antusias siapa yang akan terpilih.
DPR menegaskan bahwa keputusan akhir akan mengikuti mekanisme resmi yang berlaku. Kejelasan ini diharapkan memberikan kepastian bagi seluruh pihak terkait.
Dalam waktu dekat, calon yang lolos akan diajukan dalam rapat paripurna DPR untuk mendapatkan persetujuan resmi. Tahapan ini menandai hampir selesainya proses seleksi Deputi Gubernur BI.
Dengan proses fit and proper test yang ketat, harapannya posisi strategis di Bank Indonesia diisi oleh sosok yang kompeten. Hal ini menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Semua mata kini tertuju pada pengumuman malam ini. Keputusan DPR akan menjadi titik penentu masa depan jabatan Deputi Gubernur BI.