JAKARTA - Bank Negara Vietnam menetapkan nilai tukar sentral hari ini pada 25.083 VND/USD, turun 5 dong dibanding pagi hari, 28 Januari 2026. Dengan margin ±5%, nilai tukar maksimum untuk perdagangan adalah 26.337 VND/USD, sedangkan nilai tukar minimum 23.828 VND/USD.
Nilai tukar referensi di Departemen Manajemen Valuta Asing pagi ini berada di kisaran 23.884 - 26.292 VND/USD (beli - jual). Penetapan ini menjadi acuan bagi transaksi di seluruh bank komersial Vietnam.
Pergerakan Nilai Tukar di Bank Komersial
Di Vietcombank, nilai tukar USD tercatat pada 25.880 - 26.240 VND/USD (beli - jual) pukul 08.23, turun 60 dong baik pada nilai beli maupun jual dibanding kemarin pagi. BIDV juga mencatat USD pada 25.910 - 26.210 VND/USD (beli - jual), dengan penurunan 30 dong pada nilai beli dan 90 dong pada nilai jual.
Penurunan ini mencerminkan tren melemahnya VND terhadap dolar AS di pasar domestik. Para nasabah dan eksportir mulai menyesuaikan strategi transaksi mereka mengikuti fluktuasi tersebut.
Tren Penurunan Nilai Tukar Yuan Tiongkok (CNY)
Nilai tukar Yuan Tiongkok di Vietcombank dan BIDV pagi ini juga menunjukkan tren menurun. Vietcombank menurunkan nilai tukar sebesar 4 dong pada beli dan jual, menjadi 3.693 - 3.811 VND/CNY, sedangkan BIDV mencatat 3.698 - 3.808 VND/CNY, turun 8 dong pada nilai jual.
Penurunan ini menunjukkan pengaruh pasar global terhadap pergerakan mata uang regional. Investor cenderung menyesuaikan portofolio mereka menghadapi ketidakpastian nilai tukar.
Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Nilai Tukar VND
The Fed mengumumkan setelah pertemuan dua hari (27-28 Januari 2026) bahwa suku bunga acuan dipertahankan di kisaran 3,5-3,75%. Keputusan ini diambil karena aktivitas ekonomi AS berkembang dengan kecepatan yang stabil.
Namun, pernyataan The Fed tidak memberikan sinyal jelas kapan suku bunga akan diturunkan lebih lanjut. Bank sentral AS menekankan bahwa keputusan selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi mendatang dan prospek ekonomi secara keseluruhan.
Kebijakan ini memengaruhi pasar valuta asing global, termasuk nilai tukar VND terhadap USD. Investor cenderung mengantisipasi kemungkinan perubahan arus modal sesuai langkah The Fed.
Strategi Pelaku Pasar Menghadapi Fluktuasi
Pelaku pasar di Vietnam harus menyesuaikan strategi hedging dan transaksi valuta asing. Penurunan VND terhadap USD dan CNY memicu perhatian khusus bagi eksportir dan importir.
Bank lokal diperkirakan akan terus menyesuaikan nilai tukar referensi. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mencegah tekanan terlalu besar pada pasar keuangan.
Fluktuasi nilai tukar juga berdampak pada harga barang impor dan ekspor. Perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor perlu melakukan perhitungan ulang biaya operasional mereka.
Investor asing memantau pergerakan ini secara ketat. Stabilitas nilai tukar menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan investasi di Vietnam.
Dengan keputusan The Fed yang cermat, VND menghadapi tekanan moderat. Namun, pasar tetap menunggu sinyal lebih jelas terkait arah kebijakan moneter AS selanjutnya.
Bank Negara Vietnam menekankan pentingnya fleksibilitas dan pengawasan pasar. Penguatan sistem pengelolaan cadangan devisa menjadi prioritas untuk menjaga kestabilan nilai tukar.
Pergerakan VND pagi ini menunjukkan sensitivitas mata uang terhadap faktor eksternal. Sentimen global, termasuk kebijakan suku bunga AS, masih menjadi penggerak utama.
Di sisi lain, bank-bank komersial terus menyesuaikan spread beli-jual agar transaksi tetap kompetitif. Hal ini juga menjadi upaya menahan tekanan terhadap likuiditas di pasar domestik.
Kebijakan kurs dan suku bunga akan tetap menjadi perhatian investor sepanjang tahun. Pergerakan nilai tukar yang stabil menjadi indikator penting bagi ekonomi Vietnam dan perdagangan regional.