Sinergi Pemerintah dan Swasta Dorong Indonesia Jadi Magnet Investasi Digital Global

Jumat, 23 Januari 2026 | 12:41:45 WIB
Sinergi Pemerintah dan Swasta Dorong Indonesia Jadi Magnet Investasi Digital Global

JAKARTA - Indonesia menegaskan posisi strategisnya sebagai tujuan investasi digital melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Hal ini menjadi sorotan utama dalam diskusi Paviliun Indonesia pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi kunci agar potensi ekonomi digital nasional dapat dimaksimalkan sekaligus dipercaya oleh investor global.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino Vega menyebut bahwa ekosistem digital membutuhkan keterpaduan antara kebijakan dan praktik. Ia menekankan bahwa tanpa kerja sama strategis, peluang ekonomi digital bisa terhambat.

Menurut Vega, terdapat dua jenis inklusi digital dalam investasi saat ini. Pertama, proses yang sudah diotomatisasi namun masih berbasis manual, dan kedua, proses disbursement yang sepenuhnya mengandalkan digital dengan peran lebih menyeluruh.

Diskusi bertema "Indonesia's Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy" digelar pada Rabu, 21 Januari 2026. Acara ini menjadi bagian dari agenda strategis untuk menempatkan transformasi digital sebagai pengungkit daya saing nasional.

Kegiatan tersebut juga menegaskan posisi Indonesia sebagai magnet investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Fokus utama diskusi meliputi kesiapan pasar, infrastruktur, dan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Basis Internet dan Nilai Ekonomi Digital Indonesia

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet nasional telah melampaui 79 persen populasi. Dengan basis pengguna yang besar, ekonomi digital Indonesia tercatat terbesar di Asia Tenggara, mencapai 82 miliar dolar AS.

Nilai ekonomi digital diproyeksikan terus meningkat seiring adopsi teknologi lintas sektor. Hal ini mencerminkan potensi besar Indonesia dalam menjadi pusat ekonomi digital regional.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Erwin Hidayat Abdullah, menekankan pentingnya kepercayaan dan arah kebijakan yang jelas. Tanpa kepercayaan, pertumbuhan ekosistem digital tidak akan optimal.

Erwin menjelaskan bahwa kapabilitas harus dibangun sebelum memasuki ranah komersial. Penetapan arah dan kebijakan juga menjadi prasyarat agar modal dapat digerakkan secara efektif.

Menurutnya, keseimbangan antara regulasi dan inovasi menjadi kunci membangun ekosistem yang sehat. Langkah ini mencegah ketidakpastian dan memudahkan investor menanamkan modal.

Infrastruktur Digital Sebagai Fondasi Nasional

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, menekankan bahwa konektivitas adalah fondasi utama digitalisasi nasional. Infrastruktur digital yang komprehensif menjadi syarat utama mewujudkan konektivitas merata di seluruh Indonesia.

Dian menyatakan bahwa kualitas infrastruktur menentukan kecepatan adopsi teknologi. Tanpa fondasi yang kuat, potensi ekonomi digital tidak dapat dimaksimalkan secara optimal.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan jaringan di daerah terpencil. Peningkatan akses digital menjadi bagian dari inklusi ekonomi yang lebih luas.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menambahkan bahwa layanan digital kini menjadi bagian DNA masyarakat. Sekitar satu dari empat masyarakat Indonesia telah menggunakan layanan daring, menjadikan platform digital bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Layanan digital tidak hanya mempermudah kehidupan masyarakat, tetapi juga memperluas inklusi ekonomi. Terutama bagi UMKM, platform digital menjadi jembatan untuk memulai, mengembangkan, dan memperluas usaha.

Neneng menekankan pentingnya dukungan infrastruktur yang disediakan pemerintah. Dengan panduan yang tepat, UMKM dapat memanfaatkan platform digital secara maksimal di setiap tahap pengembangan.

Indonesia Pavilion: Menunjukkan Komitmen Ekonomi Digital

Melalui Indonesia Pavilion bertema "Endless Horizons", pemerintah dan sektor swasta menyampaikan pesan kuat ke komunitas global. Acara ini digelar selama WEF Davos 2026, 19–23 Januari, untuk menegaskan kesiapan Indonesia dalam menarik investasi digital.

Pesan utama yang disampaikan adalah sinergi pemerintah dan dunia usaha. Kepastian kebijakan serta komitmen jangka panjang menjadi kunci untuk pembangunan ekonomi digital berkelanjutan.

Diskusi dan presentasi di paviliun menekankan strategi inklusi digital yang menyeluruh. Indonesia menunjukkan kesiapan dari sisi regulasi, infrastruktur, dan kapasitas sumber daya manusia.

Pemerintah juga menekankan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan ekonomi digital. Integrasi teknologi dan ekonomi menjadi prioritas untuk memastikan pertumbuhan yang stabil dan merata.

Kadin Indonesia menilai bahwa kolaborasi yang baik antara sektor publik dan swasta dapat menjadi daya tarik bagi investor global. Kepercayaan menjadi elemen krusial agar modal asing mengalir ke Indonesia.

Diskusi menekankan bahwa Indonesia bukan hanya pasar besar, tetapi juga peluang investasi yang aman dan inovatif. Ekosistem digital yang kuat mampu menjamin pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sinergi antara kebijakan, infrastruktur, dan inovasi menjadi pondasi bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Langkah-langkah strategis ini menempatkan Indonesia sebagai tujuan investasi digital terdepan di Asia Tenggara.

Indonesia kini siap memanfaatkan momentum global. Dengan dukungan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, ekonomi digital nasional diproyeksikan terus berkembang dan meningkatkan daya saing global.

Komitmen ini menjadi bukti nyata kesiapan Indonesia menghadapi era digital yang semakin kompetitif. Investasi, inovasi, dan inklusi digital menjadi pilar utama transformasi ekonomi nasional.

Terkini