Penjualan REC PLN Naik Didorong Komitmen Energi Bersih

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:32 WIB
Penjualan REC PLN Naik Didorong Komitmen Energi Bersih

JAKARTA - Minat pelaku industri terhadap energi hijau menunjukkan tren yang terus menguat. 

Sepanjang tahun 2025, pemanfaatan instrumen energi bersih berbasis sertifikat semakin menjadi pilihan strategis dunia usaha.

Kondisi tersebut tercermin dari kinerja penjualan Renewable Energy Certificate atau REC yang mencatatkan pertumbuhan signifikan. Layanan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan industri untuk bertransisi menuju energi ramah lingkungan secara praktis.

Pencapaian tersebut sekaligus memperlihatkan meningkatnya kesadaran sektor bisnis dan industri terhadap pentingnya pengurangan emisi karbon. PLN sebagai penyedia layanan energi hijau mencatat respons positif dari berbagai segmen pelanggan.

Penjualan REC Tumbuh Signifikan Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, penjualan Renewable Energy Certificate tercatat mencapai 6,43 terawatt hour (TWh). Angka ini tumbuh 19,65% secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa layanan Green as a Service (GEAS) berbasis REC dari PT PLN (Persero) semakin diminati. Permintaan yang terus meningkat mencerminkan kepercayaan pelanggan terhadap produk energi hijau PLN.

Kinerja positif ini menjadi indikator bahwa REC semakin diterima sebagai solusi transisi energi. Skema tersebut mempermudah pelanggan dalam memenuhi komitmen penggunaan energi terbarukan.

Peran REC dalam Mendukung Energi Bersih

REC merupakan sertifikat yang membuktikan penggunaan listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan. Melalui skema ini, pelanggan dapat mendukung pengurangan emisi karbon tanpa perlu mengubah infrastruktur kelistrikan.

Selain itu, REC memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memperoleh pengakuan atas penggunaan EBT. Pengakuan tersebut bersifat transparan, akuntabel, dan diakui secara internasional.

Keunggulan tersebut menjadikan REC sebagai instrumen strategis bagi berbagai sektor. Pelaku usaha dapat berkontribusi pada energi bersih sekaligus menjaga efisiensi operasional.

Kepercayaan Industri terhadap Layanan Energi Hijau

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa capaian penjualan REC mencerminkan tingginya kepercayaan pelanggan industri dan bisnis. Kepercayaan tersebut tumbuh seiring meningkatnya kesadaran akan transisi energi.

“Seiring dengan tren transisi energi bersih dan hijau yang kian meningkat di kalangan pelaku industri, PLN mencatatkan pertumbuhan layanan REC yang positif sepanjang tahun 2025 hingga 19,65% dibandingkan periode yang sama. 

Hal ini merefleksikan kesiapan pemain di sektor industri dan bisnis yang semakin serius berperan dalam transisi energi terbarukan demi meningkatkan daya saing,” ujar Darmawan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa energi hijau kini menjadi bagian dari strategi bisnis. Industri melihat REC sebagai sarana meningkatkan daya saing sekaligus reputasi keberlanjutan.

Tren Positif Sejak Peluncuran REC

Berdasarkan tren, penjualan REC dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang konsisten. Sejak diluncurkan pada 2020 hingga 2025, minat pelanggan terus bertumbuh.

Konsistensi ini menandakan bahwa REC semakin diterima sebagai instrumen pendukung energi terbarukan. Solusi ini dinilai efektif dalam membantu pelaku usaha berkontribusi menurunkan emisi karbon.

“Sebagai tulang punggung penyedia EBT nasional, PLN berkomitmen meningkatkan daya saing industri dengan menyediakan layanan listrik hijau yang 100% dipasok oleh pembangkit EBT kami melalui REC. Kami siap melayani kebutuhan listrik hijau untuk sektor bisnis dan industri dengan proses yang mudah dan cepat,” ujar Darmawan.

Dominasi Pelanggan Industri Berskala Besar

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengatakan bahwa tingginya minat pelanggan industri berat dan manufaktur berskala besar menjadi pendorong utama kinerja REC sepanjang 2025. Kebutuhan energi tinggi membuat sektor ini aktif memanfaatkan REC.

“Sebagian besar penjualan REC masih didominasi oleh pelanggan industri berskala besar. Pada Desember 2025 lalu, sekitar 55% dari total penjualan REC berasal dari sepuluh pelanggan dengan volume pembelian terbesar. Ini menunjukkan sektor industri menjadi motor utama dalam memanfaatkan energi bersih,” jelas Adi.

Sejumlah perusahaan dengan pembelian REC tertinggi berasal dari sektor pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, hingga industri makanan dan bahan baku. Volume pembelian bervariasi, dengan pembelian tertinggi mencapai 779.000 megawatt hour (MWh) dan terendah 93.966 MWh.

Komitmen PLN Perkuat Layanan Energi Terbarukan

PLN menegaskan akan terus memperkuat layanan REC sebagai bagian dari dukungan terhadap target transisi energi nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pembangunan berkelanjutan.

“PLN menegaskan akan terus memperkuat layanan REC sebagai bagian dari upaya pemerintah Indonesia mendukung target transisi energi nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan industri yang ingin berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan,” ucap Adi.

Saat ini, PLN telah mengoperasikan 12 pembangkit energi terbarukan untuk menyuplai listrik hijau bagi pelanggan GEAS, baik REC maupun Dedicated Source. Pembangkit tersebut meliputi PLTP Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Ulumbu, Ijen, PLTA Cirata, Bakaru, Orya Genyem, Saguling, Mrica, PLTM Lambur, serta PLTS Cirata.

Terkini

Negara Eropa Percepat Kolaborasi Energi Angin Lepas Pantai

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:32 WIB

Penjualan REC PLN Naik Didorong Komitmen Energi Bersih

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:32 WIB

Temuan Minyak Baru ENRG Perkuat Prospek Energi Nasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:31 WIB

Pertamina Dan Polda Banten Perkuat Pasokan BBM Operasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:31 WIB