Desain Pendingin Udara Picu Lonjakan Konsumsi Energi Listrik Perkotaan Asia

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:31 WIB
Desain Pendingin Udara Picu Lonjakan Konsumsi Energi Listrik Perkotaan Asia

JAKARTA - Tekanan konsumsi energi di kota-kota besar Asia terus meningkat seiring urbanisasi dan kebutuhan pendinginan. 

Kenaikan harga listrik membuat efisiensi sistem pendingin udara menjadi sorotan penting.

Di tengah tuntutan estetika bangunan modern, praktik pemasangan unit pendingin udara justru menyimpan risiko tersembunyi. Cara penempatan unit luar ruangan dapat berdampak langsung pada penggunaan energi.

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa keputusan desain yang keliru berpotensi memperburuk beban listrik perkotaan. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara estetika dan fungsi teknis.

Hasil Studi Akademik Soroti Efisiensi Pendingin Udara

Pada 25 Januari, Universitas Tenggara di China mengumumkan hasil studi terkait desain unit luar ruangan pendingin udara. Studi ini dipimpin oleh Wang Wei, dosen Departemen Arsitektur.

Penelitian tersebut dilakukan bekerja sama dengan Departemen Teknik Elektro universitas yang sama. Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley di Amerika Serikat serta sejumlah lembaga penelitian lainnya turut terlibat.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal The Innovation Energy dengan judul “Desain optimal untuk unit luar ruangan pendingin udara: Solusi untuk mengurangi potensi beban energi di kota-kota besar Asia”.

Fokus Penelitian pada Hambatan Ventilasi Unit Luar

Menurut para penulis, penelitian ini menganalisis dampak hambatan di sekitar unit luar ruangan pendingin udara. Fokus utama adalah efisiensi operasional dan konsumsi energi bangunan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa menutup unit luar ruangan secara penuh dapat menurunkan kinerja sistem pendingin. Hambatan aliran udara mengganggu proses pembuangan panas.

Penurunan efisiensi ini berdampak langsung pada peningkatan konsumsi listrik. Sistem pendingin harus bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Estetika Bangunan dan Risiko Konsumsi Energi

Studi tersebut menyoroti kecenderungan memprioritaskan estetika bangunan. Banyak desain mengabaikan kebutuhan ventilasi unit luar ruangan pendingin udara.

Menurut peneliti, pendekatan ini menyebabkan sistem pendingin kehilangan efisiensi optimal. Akibatnya, penggunaan energi meningkat secara signifikan.

Fenomena ini menjadi semakin relevan di kawasan Asia. Urbanisasi pesat memperparah efek pulau panas perkotaan dan mendorong lonjakan kebutuhan pendinginan.

Temuan Lapangan di Lebih dari 80 Kota

Dalam konteks renovasi perkotaan, tim peneliti mensurvei desain instalasi pendingin udara di lebih dari 80 kota. Survei ini mencatat pola pemasangan yang seragam.

Unit luar ruangan sering kali disembunyikan di balik kisi-kisi atau penutup debu. Praktik ini banyak ditemukan di kota-kota besar Asia.

Tren tersebut berkembang seiring percepatan urbanisasi. Namun, dampaknya terhadap efisiensi energi kerap luput dari perhatian perancang bangunan.

Kesenjangan Standar dan Dampak Operasional

Peneliti menilai banyak desain lebih menitikberatkan pada tampilan visual. Evaluasi dampak terhadap kinerja pendingin udara sering kali tidak dilakukan secara menyeluruh.

Kondisi ini meningkatkan konsumsi energi dan memperpanjang waktu pendinginan ruangan. Pengguna pun merasakan penurunan kenyamanan termal.

Tim peneliti menyebut masih minim studi sistematis mengenai hubungan penutup kondensor dan konsumsi energi. Kesenjangan ini memengaruhi standar desain dan kebijakan.

Evaluasi Teknis dan Dampak pada Jaringan Listrik

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim melakukan penilaian komprehensif terhadap parameter struktural. Variabel yang dikaji meliputi sudut kisi-kisi dan porositas panel berlubang.

Hasilnya menunjukkan bahwa unit luar ruangan yang tertutup sepenuhnya memicu peningkatan konsumsi energi pendinginan bangunan. Beban operasional sistem pendingin meningkat signifikan.

Selain itu, waktu pengoperasian sistem pendingin menjadi jauh lebih lama. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan ketidaknyamanan pengguna, tetapi juga memberi tekanan lebih besar pada jaringan listrik perkotaan.

Terkini

Negara Eropa Percepat Kolaborasi Energi Angin Lepas Pantai

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:32 WIB

Penjualan REC PLN Naik Didorong Komitmen Energi Bersih

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:32 WIB

Temuan Minyak Baru ENRG Perkuat Prospek Energi Nasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:31 WIB

Pertamina Dan Polda Banten Perkuat Pasokan BBM Operasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:00:31 WIB