JAKARTA - Langkah baru kembali diambil China dalam memperluas pengaruhnya di pasar komoditas global.
Pemerintah China menyatakan akan membuka akses bagi investor asing untuk berinvestasi langsung pada pasar kontrak berjangka nikel dan litium domestik.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang China untuk memperkuat posisi dalam penentuan harga komoditas dunia. Selama ini, meski menjadi pembeli bahan mentah terbesar, pengaruh China terhadap harga global masih terbatas.
Dengan dibukanya pasar ini, China berharap dapat memperbesar perannya dalam rantai nilai komoditas strategis yang berkaitan erat dengan industri baterai dan transisi energi global.
Regulator Tetapkan Produk Berjangka Yang Dibuka
Komisi Regulasi Sekuritas China menyatakan bahwa nikel dan litium karbonat termasuk dalam 14 produk berjangka dan opsi yang akan dibuka bagi investor asing. Kebijakan tersebut menjadi tonggak penting dalam internasionalisasi pasar keuangan China.
Regulator juga menyebutkan bahwa bursa-bursa terkait akan didorong untuk melakukan berbagai persiapan teknis dan regulasi. Langkah ini dilakukan agar penerapan kebijakan dapat berjalan secara bertahap dan terkontrol.
Pembukaan akses ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan China yang sebelumnya menerapkan pembatasan ketat terhadap partisipasi modal asing di pasar berjangka domestik.
Upaya Menggeser Dominasi Penetapan Harga Global
Selama ini, harga patokan berbagai komoditas utama dunia lebih banyak ditentukan di pusat keuangan global seperti London, Singapura, dan New York. Kondisi ini membuat China belum memiliki pengaruh sebanding dengan perannya sebagai konsumen terbesar.
Melalui kebijakan baru ini, China berupaya meningkatkan kekuatan penetapan harga dari dalam negeri. Langkah tersebut juga sejalan dengan ambisi Beijing untuk memperluas penggunaan yuan sebagai mata uang global.
Dengan meningkatnya partisipasi investor asing, pasar berjangka domestik diharapkan menjadi lebih likuid dan representatif terhadap kondisi permintaan serta pasokan global.
Peran Strategis Nikel Dan Litium
Kontrak berjangka nikel diperdagangkan di Bursa Berjangka Shanghai, sementara litium karbonat berada di Bursa Berjangka Guangzhou. Keduanya termasuk kontrak domestik paling aktif dengan kepentingan internasional yang tinggi.
Nikel dan litium memegang peran krusial dalam produksi baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi. Permintaan global yang terus meningkat menjadikan kedua komoditas ini semakin strategis.
Mitra pengelola perusahaan pialang BANDS Financial Ltd, Tiger Shi, mengatakan kemungkinan besar logam lain seperti tembaga, aluminium, dan seng juga akan tersedia bagi investor asing seiring dorongan global dari SHFE.
Internasionalisasi Bursa Berjangka Shanghai
Bursa Berjangka Shanghai telah meluncurkan rencana internasionalisasi pada Mei lalu. Rencana ini mencakup proposal untuk mengizinkan investor luar negeri menggunakan valuta asing sebagai jaminan transaksi dalam mata uang yuan.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk mengurangi hambatan teknis yang selama ini menghalangi investor asing masuk ke pasar berjangka China. Pembatasan modal asing kerap disebut sebagai penyebab terbatasnya pengaruh China.
SHFE menilai bahwa masuknya investasi asing akan membantu meningkatkan manajemen risiko logam non-ferrous serta mendorong proses penemuan harga nikel yang lebih efisien.
Evaluasi Dari Upaya Pembukaan Sebelumnya
Sebelumnya, pembukaan pasar berjangka komoditas China hanya memberikan hasil terbatas. Bursa Energi Internasional Shanghai telah menawarkan kontrak tembaga berdenominasi yuan sejak 2020.
Selain itu, kontrak minyak mentah telah dibuka bagi investor asing sejak 2018. Namun, kedua langkah tersebut belum mampu menandingi dominasi bursa internasional dalam penetapan harga global.
Sementara itu, Bursa Komoditas Dalian mengizinkan investasi asing pada kontrak berjangka bijih besi sejak 2018, sebuah kebijakan yang dinilai sedikit lebih berhasil dibandingkan upaya lainnya.