InJourney Targetkan Kelola 106 Hotel Serta Kurangi Emisi Karbon Tahun 2026

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:48:26 WIB
InJourney Targetkan Kelola 106 Hotel Serta Kurangi Emisi Karbon Tahun 2026

JAKARTA - PT InJourney berencana melakukan ekspansi signifikan di sektor perhotelan pada 2026. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan perseroan akan menambah jumlah hotel yang dikelola dari 39 hotel menjadi 106 hotel.

Maya mengungkapkan rencana ini dalam acara Press Conference bertajuk 4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia di Sarinah, Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari 2026. Proses konsolidasi untuk mencapai target 106 hotel saat ini masih dalam tahap aksi korporasi dan pembahasan internal.

Konsolidasi Hotel dan Fokus Core Business

Menurut Maya, pembahasan mendalam terkait konsolidasi juga tengah berlangsung dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara selaku pemegang saham InJourney. Alasan konsolidasi belum dapat diungkapkan sepenuhnya, karena masih berada dalam proses internal perusahaan.

Maya menegaskan pentingnya setiap entitas bisnis InJourney untuk kembali fokus pada core business-nya. "Mungkin dalam dua sampai tiga bulan ke depan baru saya bisa ungkap (alasan konsolidasi), tapi memang kami mengiring semua ini kembali kepada core business. Tidak lagi melakukan bisnis yang tidak sesuai dengan core bisnis," ujarnya.

Pendekatan ini diambil agar InJourney dapat menjalankan bisnis dengan model yang fundamental dan berkelanjutan. Fokus terhadap core business juga memungkinkan perseroan mengoptimalkan efisiensi operasional di semua unit usaha, termasuk hotel dan bandara.

Konsolidasi hotel yang sedang berlangsung menjadi langkah strategis untuk memperkuat portofolio perusahaan. Dengan jumlah hotel yang lebih banyak, InJourney dapat mengelola aset secara lebih terintegrasi dan profesional.

Target Pengelolaan Hotel dan Dampak Lingkungan

Dengan bertambahnya jumlah hotel, Maya menyadari bahwa jejak karbon atau carbon footprint perseroan juga meningkat. "Kami berkomitmen untuk mengurangi emisi 4.000 ton karbon dioksida, dan komitmen ini akan kami laksanakan tahun ini dengan nyata," ujarnya.

Program pengurangan emisi karbon ini diterapkan di berbagai sektor yang dikelola InJourney. Langkah-langkah konkret mencakup penggunaan panel surya di 37 bandara, pengurangan konsumsi listrik, dan manajemen sampah di hotel.

Selain itu, InJourney juga menanam pohon dan mengembangkan area mangrove di beberapa lokasi strategis, termasuk Mandalika dan Nusa Dua. Maya menekankan bahwa upaya ini bagian dari pelestarian lingkungan secara fundamental di semua aset InJourney.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa ekspansi bisnis perhotelan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tanggung jawab lingkungan. Dengan begitu, InJourney menekankan keseimbangan antara pengelolaan bisnis dan pelestarian alam.

Strategi Pengembangan Berkelanjutan

Selain mitigasi karbon, konsolidasi hotel juga mendukung manajemen sumber daya yang lebih efisien. Penambahan jumlah hotel memungkinkan InJourney memaksimalkan potensi pendapatan sekaligus menerapkan standar operasional yang lebih seragam.

Maya menekankan bahwa strategi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mengelola aset yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Optimalisasi manajemen hotel diharapkan meningkatkan pengalaman tamu serta kualitas layanan secara konsisten.

Pengelolaan hotel yang terintegrasi juga memudahkan perseroan dalam menerapkan kebijakan ramah lingkungan. InJourney dapat memonitor penggunaan energi, pengelolaan limbah, serta praktik keberlanjutan secara lebih efektif di seluruh properti.

Selain itu, perusahaan menekankan pentingnya inovasi dalam sektor perhotelan. Penerapan teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, dan program penghijauan di hotel menjadi fokus utama dalam strategi keberlanjutan.

Dengan target 106 hotel, InJourney menunjukkan ambisi besar dalam industri perhotelan domestik. Perseroan optimistis dapat meningkatkan kontribusi bisnis sekaligus mendukung misi pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Maya juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemegang saham dan mitra bisnis. Konsolidasi hotel dan strategi pengelolaan aset harus sejalan dengan visi BPI Danantara sebagai pemegang saham untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang.

Selain dampak lingkungan, konsolidasi juga memperkuat posisi InJourney di pasar perhotelan Indonesia. Perseroan siap bersaing dalam meningkatkan kualitas layanan dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Pengembangan berkelanjutan ini juga mencakup pelatihan karyawan dan implementasi praktik operasional ramah lingkungan. Dengan begitu, pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi dan pelestarian alam.

InJourney menegaskan bahwa ekspansi hotel bukan sekadar jumlah aset, tetapi juga kualitas pengelolaan. Perseroan ingin memastikan semua hotel yang dikelola mampu memberikan kontribusi optimal bagi bisnis dan masyarakat.

Langkah ini juga menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab lingkungan. Dengan strategi ini, InJourney berharap dapat menciptakan dampak positif jangka panjang bagi industri perhotelan dan ekosistem di sekitarnya.

Secara keseluruhan, konsolidasi hotel dan target pengurangan emisi karbon menjadi bukti komitmen InJourney. Perseroan tidak hanya mengejar ekspansi bisnis, tetapi juga melaksanakan misi pelestarian lingkungan secara nyata dan berkelanjutan.

Terkini