Koperasi Desa

Presiden Prabowo Targetkan 28.000 Koperasi Desa Lengkap Infrastruktur Modern

Presiden Prabowo Targetkan 28.000 Koperasi Desa Lengkap Infrastruktur Modern
Presiden Prabowo Targetkan 28.000 Koperasi Desa Lengkap Infrastruktur Modern

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana membangun sedikitnya 28.000 koperasi desa yang siap operasional penuh dalam beberapa bulan ke depan. Koperasi Merah Putih ini akan dilengkapi fasilitas gudang, cold storage, serta armada angkut untuk memperkuat distribusi hasil produksi rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Taklimat Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin 2 Februari 2026. “Nanti beberapa bulan lagi akan kita wujudkan minimal 28.000 koperasi. Di tiap desa, koperasi yang operasional, punya gudang, punya cold storage, dan akan punya dua truk masing-masing koperasi,” ujar Prabowo.

Pemutusan Ketergantungan Petani dan Nelayan pada Tengkulak

Presiden menekankan tujuan utama koperasi desa adalah memutus ketergantungan petani dan nelayan pada tengkulak serta perantara. Dengan sistem ini, hasil panen rakyat tidak akan terbuang atau dijual dengan harga rendah karena keterbatasan distribusi dan penyimpanan.

“Tidak akan ada panen yang tidak terjual. Kalau belum bisa dijual, disimpan dalam gudang. Koperasi bisa kirim sendiri hasil panennya,” tegas Prabowo. Langkah ini diharapkan memberi kesejahteraan lebih besar kepada petani dan nelayan sekaligus meningkatkan produktivitas lokal.

Pengembangan Desa Nelayan untuk Pemenuhan Gizi Nasional

Selain sektor pertanian, Prabowo juga menyoroti pembangunan desa nelayan sebagai strategi pemenuhan gizi nasional. Pemerintah menargetkan agar masyarakat bisa mengakses ikan segar dengan harga terjangkau sebagai sumber protein utama.

“Kita akan bikin desa-desa nelayan sehingga rakyat kita akan dapat ikan segar penuh protein, yang harganya mungkin setengah dari daging,” jelas Presiden. Program ini bertujuan memastikan setiap keluarga mendapatkan asupan protein yang cukup setiap hari.

Cita-Cita Pemerintah Memastikan Setiap Keluarga Konsumsi Protein

Prabowo menegaskan bahwa pemenuhan asupan protein bagi seluruh keluarga Indonesia adalah salah satu cita-cita besar pemerintah. Setiap keluarga diharapkan dapat mengonsumsi lauk berprotein setiap hari demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Tiap keluarga Indonesia harus makan lauk protein tiap hari. Itu cita-cita Pemerintah Republik Indonesia. Itu cita-cita saya,” pungkas Prabowo. Program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui peningkatan nilai tambah hasil produksi lokal.

Pembangunan koperasi desa diharapkan tidak hanya menjadi sarana distribusi, tetapi juga pusat pengolahan dan penyimpanan hasil pertanian dan perikanan. Dengan adanya fasilitas gudang dan cold storage, produk lokal dapat dipertahankan kualitasnya sebelum dijual ke pasar.

Keberadaan armada angkut masing-masing koperasi di desa akan mempermudah distribusi hasil panen. Hal ini diharapkan mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi rantai pasok dari desa ke kota.

Selain meningkatkan kesejahteraan petani, program ini juga mendorong pengembangan ekonomi lokal secara menyeluruh. Koperasi desa menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memperkuat kemandirian masyarakat setempat.

Pengembangan desa nelayan juga sejalan dengan upaya pemerintah menyediakan sumber protein murah. Harga ikan segar yang lebih terjangkau diharapkan menurunkan beban pengeluaran keluarga sekaligus meningkatkan asupan gizi masyarakat.

Program ini menjadi salah satu strategi nasional untuk memastikan ketahanan pangan dan gizi yang merata. Keberhasilan program di desa nelayan juga akan memicu multiplier effect bagi sektor ekonomi lain seperti perdagangan, transportasi, dan pengolahan hasil laut.

Presiden Prabowo menekankan bahwa setiap program harus dijalankan secara terstruktur dan terukur. Evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan koperasi desa beroperasi sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dengan 28.000 koperasi yang lengkap fasilitas, pemerintah menargetkan tercapainya distribusi produk lokal yang lebih merata. Hal ini juga mendorong harga produk stabil dan melindungi petani dari kerugian akibat fluktuasi pasar.

Program ini dipandang sebagai terobosan besar dalam pembangunan desa yang bersinergi dengan pertanian modern. Koperasi Merah Putih menjadi pilar utama untuk memajukan desa sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Prabowo menekankan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat desa sebagai kunci keberhasilan. Sinergi ini diharapkan memastikan setiap koperasi dapat berjalan optimal dan mencapai tujuan strategis pemerintah.

Dengan infrastruktur lengkap, koperasi desa tidak hanya menjadi tempat menampung hasil produksi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kapasitas dan pelatihan bagi petani dan nelayan. Program ini membuka peluang bagi generasi muda desa untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif.

Pemerintah menargetkan implementasi penuh seluruh koperasi dalam beberapa bulan ke depan. Setiap desa diharapkan memiliki koperasi yang operasional dengan gudang, cold storage, dan armada angkut, sehingga semua panen dapat tersalurkan tanpa hambatan.

Kebijakan ini juga merupakan jawaban terhadap tantangan distribusi dan ketergantungan petani pada tengkulak. Sistem koperasi desa diyakini dapat meningkatkan harga jual produk serta memperkuat posisi tawar masyarakat lokal di pasar.

Langkah ini menjadi bagian dari visi pemerintah untuk mewujudkan desa mandiri yang produktif. Koperasi Merah Putih akan menjadi simbol kemandirian ekonomi desa yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dengan fokus pada distribusi, penyimpanan, dan pengembangan kapasitas manusia, program ini diharapkan memberi dampak jangka panjang. Setiap keluarga Indonesia dapat menikmati hasil panen berkualitas dan protein yang cukup, mendukung pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index