Virus Nipah

Indonesia Perlu Siaga Ancaman Penyebaran Virus Nipah Mematikan

Indonesia Perlu Siaga Ancaman Penyebaran Virus Nipah Mematikan
Indonesia Perlu Siaga Ancaman Penyebaran Virus Nipah Mematikan

JAKARTA - Munculnya kembali kasus penyakit akibat virus Nipah di India menjadi alarm penting bagi banyak negara. 

Virus zoonotik ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan pola penularan yang kompleks.

Laporan terbaru menunjukkan adanya penularan antarmanusia di negara bagian West Bengal. Fakta ini mempertegas bahwa virus Nipah bukan sekadar ancaman lokal.

Situasi tersebut menuntut kewaspadaan global, termasuk bagi Indonesia yang memiliki mobilitas internasional cukup tinggi dan ekosistem yang rentan.

Virus Nipah Masuk Prioritas Kedaruratan Kesehatan Global

Virus Nipah telah lama menjadi perhatian komunitas kesehatan dunia. Sejak 2018, penyakit ini dimasukkan ke dalam daftar prioritas WHO.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa status ini menunjukkan potensi bahaya serius bagi kesehatan masyarakat.

"Hal ini menunjukkan bahwa penyakit ini memang menjadi perhatian serius hingga tingkat global," kata Tjandra Yoga dalam keterangannya.

Bukti Penularan Antarmanusia Perlu Diwaspadai

Kasus di India membuktikan bahwa virus Nipah tidak hanya menular dari hewan ke manusia. Penularan antarmanusia telah terkonfirmasi.

Kondisi ini meningkatkan risiko penyebaran lebih luas, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

"Sesuatu yang patut menjadi perhatian penting dalam pengendalian penyakit menular dunia," ujar Tjandra.

Langkah Antisipasi Berbagai Negara Terus Diperkuat

Sejumlah negara telah meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas perkembangan kasus di India.

Thailand, misalnya, melakukan skrining kesehatan di bandara bagi pendatang dari wilayah terdampak.

Taiwan pada 16 Januari 2026 menetapkan penyakit akibat virus Nipah sebagai kategori 5 dan memberlakukan peringatan Level 2 bagi warganya yang bepergian ke wilayah Kerala.

Mobilitas Warga India Jadi Faktor Risiko Tambahan

Indonesia memiliki hubungan perjalanan yang cukup intens dengan India. Hal ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Tjandra Yoga menyebutkan bahwa kunjungan warga India ke Indonesia tergolong tinggi, khususnya dari wilayah tertentu.

Pengamatan khusus diperlukan bagi pendatang dari Kolkata dan West Bengal untuk meminimalkan potensi risiko penularan.

Pentingnya Kewaspadaan Nasional Dan Kerja Sama Regional

Indonesia dinilai perlu terus bersikap waspada dan mengikuti perkembangan kasus secara ketat. Pemantauan dilakukan tidak hanya di India, tetapi juga negara sekitar.

Koordinasi dengan WHO Asia Tenggara dan Pasifik Barat menjadi langkah strategis dalam menghadapi potensi ancaman ini.

Penguatan peran ACPHEED juga penting, mengingat Indonesia memiliki tanggung jawab dalam deteksi dan asesmen risiko regional.

Gejala Berat Dan Tingginya Angka Kematian Virus Nipah

Virus Nipah memiliki masa inkubasi antara 4 hingga 21 hari. Gejala awal sering menyerupai flu, seperti demam dan nyeri otot.

Namun, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan paru berat dan ensefalitis yang mengancam nyawa.

Angka kematian pada kasus berat dapat mencapai 40 hingga 75 persen, dan hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat khusus.
"Karena belum ada vaksin dan pengobatan khusus, maka kewaspadaan, deteksi dini, dan kesiapsiagaan sistem kesehatan menjadi langkah paling penting," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index