JAKARTA - Persiapan menghadapi masa libur akhir tahun kembali menjadi agenda penting bagi sektor energi nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui langkah strategis, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina kembali menyusun kesiapan operasional secara komprehensif untuk memastikan penyaluran gas bumi tetap aman selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan dibentuknya satuan tugas khusus yang akan mengamankan pasokan energi di berbagai wilayah operasional. Upaya ini menjadi bagian dari peran PGN dalam menjaga stabilitas distribusi gas bumi untuk sektor rumah tangga hingga industri.
Kesiapan Satgas PGN untuk Menjamin Kelancaran Penyaluran Gas
Menjelang libur panjang akhir tahun, PGN menyiagakan satuan tugas (satgas) Natal dan Tahun Baru 2025 sebagai bentuk antisipasi terjadinya peningkatan kebutuhan energi. Satgas ini dipersiapkan untuk memastikan sistem penyaluran gas bumi tetap beroperasi optimal dan tanpa kendala di seluruh wilayah layanan.
Fokus utama satgas adalah memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap jaringan gas yang melayani lebih dari 817.000 pelanggan rumah tangga serta ribuan pelanggan lain di berbagai sektor. Dengan strategi ini, PGN optimistis dapat mendukung kenyamanan masyarakat selama masa libur berlangsung.
Selain itu, satgas juga membidik peningkatan stabilitas pasokan untuk pelanggan kecil yang saat ini tercatat mencapai 2.845 pelanggan. Langkah yang sama diterapkan pada 3.334 pelanggan komersial dan industri yang membutuhkan pasokan energi dalam volume besar.
Tidak hanya itu, pasokan untuk pembangkit listrik juga menjadi prioritas untuk memastikan sistem kelistrikan tidak mengalami gangguan di momen libur panjang. PGN menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan koordinasi lintas unit untuk mencapai hasil terbaik.
Optimalisasi Infrastruktur Gas Nasional di Masa Puncak Liburan
PGN memastikan bahwa jaringan infrastruktur gas yang mencakup lebih dari 34.000 kilometer jaringan pipa akan tetap berfungsi maksimal sepanjang periode Nataru. Panjang jaringan ini menjadi tulang punggung distribusi gas bumi untuk berbagai sektor di Indonesia.
Fasilitas seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan Mobile Refueling Unit (MRU) juga menjadi bagian penting dari sistem yang masuk dalam pemantauan satgas. Total ada 16 fasilitas SPBG dan MRU yang dipastikan beroperasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi berbahan bakar gas.
Pengawasan tidak hanya berfokus pada jalur pipa, tetapi juga mencakup tiga terminal liquefied natural gas (LNG) yang menjadi titik penting dalam pengelolaan pasokan gas. PGN memastikan ketiga terminal LNG tersebut siap memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah.
Koordinasi antara unit operasional terus berlangsung agar seluruh fasilitas ini dapat bekerja secara harmonis. Dengan begitu, potensi gangguan distribusi dapat diminimalkan dan pasokan tetap stabil hingga masa liburan berakhir.
Tabel Infrastruktur Subholding Gas PGN
Berikut rangkuman infrastruktur utama PGN yang siaga selama periode Nataru 2025/2026:
| Jenis Infrastruktur | Jumlah Unit/Total |
|---|---|
| Jaringan Pipa Gas | > 34.000 km |
| SPBG & MRU | 16 unit |
| Terminal LNG | 3 terminal |
| Pelanggan Rumah Tangga | > 817.000 pelanggan |
| Pelanggan Kecil | 2.845 pelanggan |
| Pelanggan Komersial & Industri | 3.334 pelanggan |
| Pembangkit Listrik | Tersambung nasional |
Penguatan Sistem Keamanan Operasi dan Pemantauan 24 Jam
Satgas PGN telah aktif sejak 13 November 2025 dan akan bekerja hingga 11 Januari 2026. Selama periode tersebut, PGN akan berkoordinasi langsung dengan Satgas Nataru Holding Migas Pertamina serta Posko Bersama Kementerian ESDM.
Hal ini diperlukan agar sistem pengawasan, kesiapan operasional, dan respons cepat dapat dilakukan secara terintegrasi. Setiap langkah pengamanan disusun secara komprehensif untuk mengantisipasi segala potensi gangguan distribusi energi.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa Subholding Gas menyiapkan berbagai langkah pengamanan khusus. Langkah tersebut termasuk penguatan penerapan aspek health, safety, security, and environment (HSSE) yang menjadi komponen utama dalam pengelolaan sistem energi.
Menurutnya, kebutuhan pelanggan harus terpenuhi dengan aman dan tepat waktu, terutama di masa liburan yang biasanya mengalami lonjakan aktivitas. Karena itu, setiap komponen operasional mendapat perhatian ekstra selama periode siaga.
“Tim Penanganan Gangguan (TPG) kami siagakan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, didukung pemantauan tekanan jaringan secara realtime dan patroli berkala di seluruh fasilitas operasi,” ujarnya pada Jumat, 28 November 2025. Pernyataan ini menegaskan bahwa PGN memperkuat sistem monitoring yang berjalan tanpa henti selama satgas bertugas.
Dukungan teknologi pemantauan tekanan jaringan secara realtime menjadi penopang utama dalam mendeteksi potensi gangguan. Sementara itu, patroli berkala dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan tetap aman dan bebas dari risiko.
Proyeksi Penyaluran BBG Meningkat Selama Nataru 2025/2026
Fajriyah juga menyampaikan bahwa penyaluran bahan bakar gas (BBG) diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan pada periode Nataru kali ini. Total kebutuhan diperkirakan mencapai 24.500 liter setara premium atau LSP.
Angka tersebut meningkat sekitar 34 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025. Kenaikan ini dianggap sangat wajar karena mobilitas masyarakat biasanya meningkat tajam menjelang liburan akhir tahun.
Selain peningkatan kebutuhan energi untuk kendaraan, aktivitas di sektor komersial dan industri juga diprediksi tetap berjalan stabil. Hal ini mendorong PGN untuk menyiapkan kapasitas pasokan tambahan sesuai kebutuhan lapangan.
Dengan demikian, seluruh sektor yang menggunakan BBG dapat menjalankan aktivitasnya tanpa hambatan meski berada pada puncak musim liburan. PGN memastikan bahwa setiap kebutuhan pasokan sudah terpetakan secara detail.
"Posko satgas di seluruh area operasi Subholding Gas Group siap bersiaga memberikan layanan terbaik untuk seluruh pelanggan dengan sepenuh hati," tegas Fajriyah. Pernyataan ini menggambarkan kesiapan PGN untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pengoperasian penuh seluruh layanan contact center 135 yang dapat dihubungi kapan pun. Layanan ini membantu pelanggan mendapatkan informasi atau penanganan cepat ketika terjadi kendala.
Dukungan Operasional Gas untuk Aktivitas Masyarakat
PGN memastikan seluruh infrastruktur pendukung seperti jaringan pipa, SPBG, MRU, dan terminal LNG berada dalam kondisi optimal. Seluruh fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di periode Nataru.
Dengan pengawasan menyeluruh, potensi gangguan yang dapat memengaruhi suplai gas dapat diantisipasi lebih cepat. Hal ini menjadi modal penting untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat yang cenderung meningkat selama libur panjang.
Pengoperasian contact center 135 juga berperan besar sebagai jalur komunikasi langsung antara pelanggan dan PGN. Layanan ini siap merespons keluhan, pertanyaan, ataupun laporan gangguan teknis dengan cepat.
Dengan kesiapan tersebut, PGN menegaskan kembali komitmennya mendukung kenyamanan pelanggan di berbagai sektor. Langkah strategis ini memperkuat peran PGN sebagai garda terdepan dalam penyediaan energi berbasis gas bumi di Indonesia.