Kereta Api Kilat Pajajaran

Kereta Api Kilat Pajajaran Permudah Perjalanan Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam

Kereta Api Kilat Pajajaran Permudah Perjalanan Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam
Kereta Api Kilat Pajajaran Permudah Perjalanan Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait Kereta Api Kilat Pajajaran. Layanan ini akan memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi hanya 1,5 jam perjalanan.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan KA ini berbeda dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Dengan demikian, pengoperasian kedua layanan tidak akan saling bersaing.

Perbandingan Waktu Tempuh dengan Whoosh

Saat ini, perjalanan Jakarta-Bandung menggunakan Whoosh memakan waktu 36 hingga 45 menit. Sementara KA Kilat Pajajaran menawarkan perjalanan 1,5 jam, sehingga lebih lambat tetapi tetap lebih cepat dibanding kereta reguler.

KA Kilat Pajajaran juga dirancang untuk terintegrasi dengan rute hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar. Perjalanan ke tujuan-tujuan tersebut diperkirakan menempuh waktu sekitar 2 jam.

Rencana Pengembangan Kereta Pariwisata

Selain KA Kilat Pajajaran, Pemprov Jawa Barat juga menyiapkan KA Wisata Lalana. Layanan pariwisata ini menghubungkan Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan Cianjur, dengan target peluncuran pertengahan Desember 2025.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta doa agar seluruh rencana dapat terlaksana. Ia berharap Pemda Jawa Barat berjodoh dengan PT KAI untuk mewujudkan visi transportasi kereta di provinsi ini.

Tujuan dan Manfaat Kereta Kilat Pajajaran

Kereta Kilat Pajajaran diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat antar kota di Jawa Barat. Layanan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas transportasi yang lebih efisien.

Selain itu, integrasi dengan rute pariwisata akan menarik wisatawan dan mendukung sektor pariwisata lokal. Dengan kecepatan tempuh yang kompetitif, kereta ini menjadi alternatif transportasi strategis bagi masyarakat dan wisatawan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index