Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Minta Koperasi Kejar Ketertinggalan dari BUMN dan Swasta

Presiden Prabowo Minta Koperasi Kejar Ketertinggalan dari BUMN dan Swasta
Presiden Prabowo Minta Koperasi Kejar Ketertinggalan dari BUMN dan Swasta

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong koperasi untuk bergerak cepat mengejar ketertinggalan dari BUMN dan badan usaha swasta. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan hal ini saat menjadi pembicara dalam 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN 2025.

Forum tersebut digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, pada Rabu, 26 November 2025. Ferry menyampaikan amanat Presiden agar koperasi bergerak lebih agresif untuk meningkatkan daya saing.

Saat ini, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang menjadi holding BUMN mengelola aset hingga Rp 16.000 triliun. Sementara aset yang dikelola koperasi hanya mencapai ratusan triliun rupiah, menandakan kesenjangan yang cukup signifikan.

Koperasi Butuh Lompatan dari Simpan Pinjam ke Industri

Mayoritas koperasi saat ini hanya bergerak di bidang simpan pinjam, padahal sebelumnya mereka pernah beroperasi di sektor industri manufaktur, distribusi, dan produksi. “Melakoni bisnis simpan pinjam sebenarnya bukan pilihan terbaik bagi koperasi, melainkan cara bertahan hidup,” jelas Ferry.

Menurutnya, keterbatasan ini terjadi karena koperasi tidak mampu bersaing dengan BUMN maupun badan usaha swasta. Selain itu, jumlah masyarakat yang menjadi anggota koperasi juga semakin sedikit, membuat koperasi sulit berkembang.

Menteri Koperasi menegaskan bahwa pendekatan transformatif diperlukan untuk menarik perhatian generasi muda. Kementerian melakukan rebranding agar koperasi terlihat relevan dan diminati anak muda.

Koperasi di Masa Lalu dan Tantangan Modern

Pada masa pasca kemerdekaan, koperasi di Indonesia pernah berkembang pesat, memiliki industri manufaktur, bank, tekstil, dan sektor lainnya. Namun, situasi berubah pada periode 1990-an setelah Indonesia menandatangani letter of intent (LoI) dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

“Peran negara kemudian relatif mengecil, diminimalisir untuk mengatur sistem dan praktik ekonomi,” tutur Ferry. Dampaknya, koperasi pun mengalami penurunan peran dalam perekonomian dan harus bertahan dengan bisnis simpan pinjam.

Saat ini, pemerintah menargetkan pembangunan 80.000 Kopdes Merah Putih rampung pada 2026. Program ini diharapkan bisa menjadi lompatan besar bagi koperasi untuk kembali berperan di sektor industri dan ekonomi nasional.

Strategi Pemerintah Dorong Koperasi Kompetitif

Ferry menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan koperasi untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing. Setiap permintaan dan dukungan bagi koperasi akan dipenuhi Kementerian Koperasi agar tujuan Presiden tercapai.

“Kami ketika diberikan amanat di Kementerian Koperasi diminta oleh Bapak Presiden untuk gerak cepat mengejar ketinggalan yang relatif sangat jauh dengan BUMN dan swasta,” ujar Ferry. Hal ini menjadi dasar bagi koperasi untuk melakukan modernisasi dan diversifikasi usaha.

Kompas100 CEO Forum Powered by PLN sendiri menjadi wadah bagi para pengusaha dan pemangku kebijakan untuk membahas strategi perekonomian terkini. Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan koperasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Peluang Baru untuk Generasi Muda

Rebranding koperasi juga fokus pada edukasi dan menarik minat generasi muda. Ferry menegaskan, banyak anak muda yang belum memahami perbedaan koperasi dan korporasi, sehingga diperlukan pendekatan baru agar mereka tertarik bergabung.

Dengan modernisasi, koperasi bisa kembali memainkan peran penting dalam perekonomian nasional. Transformasi ini tidak hanya memperkuat koperasi tetapi juga membuka peluang lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Koperasi berkomitmen menyediakan dukungan maksimal untuk memastikan koperasi mampu bersaing dengan BUMN maupun badan usaha swasta. Langkah ini menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo untuk memperkuat perekonomian berbasis koperasi dan memberdayakan sektor lokal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index