Industri Olahraga Indonesia

Industri Olahraga Indonesia Siap Dorong Ekonomi dan Ekspor Global Lebih Kuat

Industri Olahraga Indonesia Siap Dorong Ekonomi dan Ekspor Global Lebih Kuat
Industri Olahraga Indonesia Siap Dorong Ekonomi dan Ekspor Global Lebih Kuat

JAKARTA - Industri olahraga Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di subsektor alat olahraga, pakaian (apparel), hingga alas kaki. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru.

Menurut Menperin, kinerja ekspor terus meningkat, kualitas produk membaik, dan komitmen terhadap standardisasi menunjukkan kesiapan industri bersaing di tingkat global. Hal ini membuktikan bahwa produk olahraga buatan Indonesia mulai mendapatkan tempat di pasar internasional.

Pertumbuhan Ekspor dan Pasar Global

Industri alat olahraga Indonesia mencatat pertumbuhan ekspor positif, dengan nilai mencapai 275,3 juta dolar AS pada 2024, meningkat 4,6 persen dari tahun sebelumnya. Hingga September 2025, nilai ekspor sudah mencapai 222,3 juta dolar AS atau naik 11,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Produk olahraga Indonesia kini semakin diterima di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan China. Ekspor ini menunjukkan daya tarik global dan peluang ekspansi yang lebih luas untuk industri nasional.

Basis Produksi dan Tenaga Kerja

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), Indonesia memiliki 128 unit industri alat olahraga yang menyerap lebih dari 15.600 tenaga kerja. Pulau Jawa tetap menjadi basis produksi utama dengan 14 sentra IKM alat olahraga yang menjadi pusat produksi, pembinaan, dan pengembangan teknologi.

Subsektor sepatu olahraga juga menonjol sebagai komoditas strategis dengan nilai ekspor mencapai 3,06 miliar dolar AS pada Januari–Agustus 2025. Industri apparel turut berkontribusi sekitar 4,3 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, dengan pertumbuhan nilai tambah bruto 5,07 persen pada periode Januari–September 2025.

Standardisasi dan TKDN untuk Kemandirian Industri

Untuk memperkuat daya saing, Kemenperin mendorong pelaku industri olahraga menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Melalui program pengembangan industri alat olahraga berbasis SNI, pemerintah menyusun mekanisme sertifikasi yang mencakup pendaftaran produk, pengujian laboratorium, hingga penerbitan sertifikat.

Selain itu, penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi fokus utama untuk memastikan produk yang beredar di Indonesia memiliki kandungan lokal memadai. Saat ini, 37 pelaku industri telah menghasilkan produk ber-TKDN lebih dari 65 persen, mulai dari bola, raket, shuttlecock, perlengkapan gymnastik, hingga peraga pendidikan.

Menperin menegaskan bahwa penguatan TKDN dan SNI menjadi instrumen vital untuk membangun kemandirian dan kualitas industri olahraga nasional. Proses sertifikasi SPPT SNI dibuat selektif untuk melindungi konsumen sekaligus mendorong daya saing produk dalam negeri.

Dampak Kebijakan terhadap Industri dan Ekonomi

Penerapan TKDN dan SNI telah memberikan dampak signifikan bagi industri, antara lain menumbuhkan industri lokal, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan daya saing ekspor. Kebijakan ini juga membangun fondasi kuat agar produk olahraga Indonesia bisa menembus pasar global secara berkelanjutan.

Menperin menekankan bahwa belanja produk olahraga nasional harus memberikan nilai tambah maksimal bagi industri lokal. Hal ini juga menjadi strategi penting untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung pertumbuhan industri domestik.

Kolaborasi Kemenperin dan Kemenpora

Pada Selasa, 25 November 2025, Kemenperin menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kerja sama ini mencakup penguatan rantai pasok industri olahraga, pengembangan SDM melalui pelatihan dan pemagangan, serta integrasi data dan teknologi.

MoU ini juga bertujuan mempromosikan penggunaan produk lokal dan pengembangan kawasan industri tematik olahraga. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri olahraga nasional yang lebih terstruktur, inovatif, dan kompetitif di pasar global.

Prospek Industri Olahraga

Industri olahraga Indonesia kini menjadi salah satu sektor strategis yang mampu memacu perekonomian nasional. Dengan dukungan ekspor yang meningkat, penerapan SNI, TKDN, dan kerja sama lintas kementerian, sektor ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru yang berkelanjutan.

Langkah-langkah pemerintah ini juga memastikan bahwa industri olahraga tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pengembangan SDM, teknologi, dan inovasi. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia siap memantapkan posisinya sebagai pemain utama di pasar olahraga global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index