Migas

Penguatan Asset Integrity dan Manajemen Risiko Jadi Prioritas Industri Migas Nasional

Penguatan Asset Integrity dan Manajemen Risiko Jadi Prioritas Industri Migas Nasional
Penguatan Asset Integrity dan Manajemen Risiko Jadi Prioritas Industri Migas Nasional

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menekankan penguatan manajemen risiko sebagai fondasi utama operasional migas. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh kegiatan industri berjalan aman, efisien, dan sesuai regulasi pemerintah.

Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono menegaskan, setiap badan usaha migas harus menjalankan pengelolaan asset integrity secara konsisten. Hal ini mencakup inspeksi rutin, pemeliharaan terukur, dan pengawasan operasional menyeluruh.

Asset Integrity untuk Keamanan dan Keandalan

Menurut Arief, pengelolaan asset integrity penting untuk mencegah insiden yang bisa membahayakan keselamatan maupun pasokan energi. “Asset integrity adalah bagaimana kita memastikan bahwa aset atau alat-alat yang dimiliki berfungsi dengan baik, sehingga jangan sampai terjadi, misalkan kebocoran gas,” ujarnya.

Pendekatan ini juga bertujuan menjaga keberlanjutan energi nasional. Infrastruktur migas, terutama pipa gas bumi, menjadi fokus utama untuk meminimalkan risiko gangguan operasional.

Sinergi BPH Migas dan Badan Usaha

Arief menekankan kerja sama erat dengan badan usaha sebagai kunci pengawasan aset. “BPH Migas dan badan usaha bisa bersinergi dalam melakukan pengawasan untuk memastikan asset integrity badan usaha benar-benar berfungsi,” katanya.

Sinergi ini juga memastikan bahwa pipa dan fasilitas dipelihara dengan baik. Hal tersebut menjadi langkah preventif agar risiko kebocoran atau gangguan pasokan bisa dihindari.

Regulasi dan Perlindungan Publik

Pengaturan regulasi BPH Migas bertujuan mengamankan seluruh aset migas. Selain menjaga keandalan, aturan ini juga melindungi masyarakat dari potensi bahaya industri migas.

Setiap fasilitas dan sistem operasi harus mematuhi standar keselamatan yang ketat. Hal ini termasuk pemeliharaan jaringan pipa, kontrol sistem, dan monitoring 24 jam agar pasokan energi tidak terganggu.

Pandangan Industri Migas

Direktur Utama PT Pertamina Gas Indra P Sembiring menyoroti pentingnya ketahanan dan keandalan aset untuk keberlanjutan bisnis. Pemeliharaan fasilitas dan sistem kontrol menjadi kunci agar operasional industri migas tetap aman dan efisien.

Selain itu, manajemen risiko bukan hanya soal keamanan fisik, tetapi juga efisiensi operasional. Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Ahmad Siddik Badruddin menekankan perlunya strategi berkelanjutan untuk meminimalkan potensi kerugian.

Tantangan dan Solusi Operasional

Direktur Manajemen Risiko PT PGN Tbk Eri Surya Kelana menambahkan, pengelolaan aset harus mengikuti standar internasional. Hal ini mencakup prosedur inspeksi, pemeliharaan preventif, serta audit berkala.

Dengan standar yang ketat, risiko gangguan operasional bisa ditekan. Hal ini sekaligus memastikan pasokan gas dan energi berjalan lancar bagi industri dan masyarakat.

Masa Depan Industri Migas Nasional

BPH Migas menekankan bahwa penguatan asset integrity dan manajemen risiko akan menjadi fokus jangka panjang. Pendekatan ini juga membuka peluang bagi badan usaha untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di tingkat global.

Investasi dalam pengelolaan aset dan manajemen risiko diyakini akan memberi manfaat besar. Selain mengurangi potensi kerugian, langkah ini juga memperkuat keberlanjutan energi nasional.

Penguatan asset integrity dan manajemen risiko menjadi fondasi penting industri migas Indonesia. Sinergi BPH Migas dengan badan usaha serta regulasi yang ketat memastikan keselamatan, keandalan, dan keberlanjutan pasokan energi nasional.

Dengan fokus pada pengawasan aset, pemeliharaan rutin, dan standar operasional yang tinggi, industri migas siap menghadapi tantangan masa depan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri energi global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index