JAKARTA - Saat tubuh melawan flu, sistem imun bekerja ekstra sehingga membutuhkan energi dan cairan yang cukup. Pilihan makanan yang salah justru bisa memperparah gejala dan memperlambat pemulihan.
Beberapa makanan dan minuman dapat meningkatkan peradangan, memicu mual, atau menimbulkan dehidrasi. Mengatur asupan dengan bijak adalah kunci untuk membantu tubuh cepat sembuh.
Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari
Alkohol menjadi pantangan utama bagi penderita flu. Selain bersifat dehidrasi, alkohol juga mengganggu kualitas tidur yang penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Makanan berlemak tinggi dan gorengan sebaiknya dibatasi. Lemak jenuh dapat memperlambat kerja sistem pencernaan dan memicu rasa mual atau kembung.
Makanan dan minuman manis juga sebaiknya dihindari sementara. Konsumsi gula berlebihan bisa menurunkan efektivitas sel imun dan mengiritasi tenggorokan yang meradang.
Kafein dalam kopi atau teh memiliki efek diuretik ringan. Saat flu dan demam, tubuh membutuhkan cairan lebih banyak, sehingga konsumsi kafein berlebih dapat memperparah dehidrasi.
Susu dan produk olahannya sebaiknya diperhatikan. Meski tidak meningkatkan produksi lendir secara medis, susu bisa membuat lendir terasa lebih kental dan menimbulkan ketidaknyamanan pada beberapa orang.
Makanan pedas memiliki efek berbeda bagi tiap orang. Pedas dapat membuka hidung tersumbat bagi sebagian orang, tetapi bisa memperparah iritasi tenggorokan atau memicu diare bagi yang sensitif.
Makanan mentah atau setengah matang berisiko tinggi saat daya tahan tubuh menurun. Telur setengah matang, daging mentah, dan kerang bisa menimbulkan infeksi tambahan yang memperburuk kondisi.
Makanan dan Minuman Aman untuk Pemulihan
Air putih dan teh herbal penting untuk menjaga hidrasi tubuh. Selain itu, kuah kaldu juga membantu memberi nutrisi ringan dan menenangkan tenggorokan.
Sup ayam menjadi pilihan populer karena membantu meredakan hidung tersumbat dan menyediakan energi mudah dicerna. Bubur, pisang, roti panggang, kentang rebus, dan oatmeal juga dianjurkan karena lembut di perut.
Buah-buahan kaya vitamin, khususnya vitamin C, dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Namun, pastikan perut tidak sensitif agar tidak menimbulkan mual atau gangguan pencernaan.
Tips Praktis Selama Flu
Pilih makanan beraroma ringan dan hindari makanan berminyak bila perut terasa tidak nyaman. Jangan memaksakan makanan tertentu jika tenggorokan atau lambung terasa pedih.
Segera hubungi dokter jika mengalami gejala serius, seperti sesak napas, demam tinggi yang tak turun, bingung, atau gejala yang memburuk. Dengan langkah sederhana ini, tubuh dapat lebih fokus melawan infeksi dan pulih lebih cepat.
Mengatur pola makan selama flu bukan sekadar kenyamanan, tapi juga strategi medis yang penting. Memilih makanan yang tepat, cukup cairan, dan menghindari pemicu iritasi akan mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi.
Tubuh yang mendapatkan nutrisi dan hidrasi cukup akan lebih cepat kembali fit. Sementara konsumsi makanan atau minuman yang salah dapat memperlama masa sakit dan membuat gejala flu terasa lebih berat.