JAKARTA - PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) menyiapkan penerbitan surat utang global (global bond) senilai US$500 juta untuk refinancing utang dan mendukung belanja modal. Surat utang ini akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura dengan ketentuan Rule 144A dan Regulation S dari Securities Act.
Penerbitan surat utang DOID tidak ditawarkan atau dijual di Indonesia maupun kepada Warga Negara Indonesia. Tujuan utama penerbitan ini adalah memberikan fleksibilitas untuk pelunasan utang dan optimalisasi struktur permodalan perseroan.
Manajemen DOID menjelaskan, nilai surat utang ini memungkinkan perusahaan melunasi sebagian pinjaman bank lebih awal apabila kondisi pasar mendukung. Tingkat suku bunga tetap ditetapkan maksimal 10% per tahun, dengan pembayaran bunga setiap enam bulan di akhir periode.
“Nilai surat utang sebanyak-banyaknya US$500 juta,” tulis manajemen DOID dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu, 26 November 2025. Pendanaan ini sekaligus menjaga tingkat leverage agar tetap optimal dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Alokasi Dana Global Bond
Dana hasil emisi global bond ini akan digunakan untuk tiga keperluan utama perseroan. Pertama, sampai sekitar US$223 juta dialokasikan untuk melunasi utang yang jatuh tempo pada 2026.
Kedua, sekitar US$150 juta akan digunakan untuk mendukung sebagian kebutuhan belanja modal (capex) dan modal kerja perusahaan. Selama tiga tahun terakhir, belanja modal tahunan DOID berada pada kisaran US$130 juta–US$200 juta, sehingga surat utang ini menjadi sumber pendanaan strategis.
Ketiga, sisa dana akan dialokasikan untuk pelunasan lebih awal sebagian fasilitas pinjaman bank atau mendukung peluang investasi yang muncul. Hal ini memberikan fleksibilitas keuangan bagi perseroan untuk memanfaatkan kondisi pasar secara optimal.
Dengan struktur pendanaan ini, DOID dapat mengurangi beban utang jangka pendek dan memperkuat kapasitas investasi. Strategi ini juga membantu perusahaan menjaga kestabilan arus kas dan memperkuat posisi neraca.
Implikasi bagi Struktur Modal dan Investor
Penerbitan global bond memungkinkan DOID memperbaiki struktur modalnya dengan mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank jangka pendek. Dengan demikian, perusahaan mampu mengelola biaya modal dan leverage secara lebih efisien.
Investor global mendapatkan peluang untuk berpartisipasi dalam surat utang dengan tingkat kupon hingga 10% per tahun. Hal ini menjadikan instrumen ini menarik bagi investor yang mencari eksposur ke perusahaan tambang dengan manajemen utang yang terencana.
Manajemen DOID menegaskan bahwa fleksibilitas penggunaan dana akan dimanfaatkan untuk melunasi sebagian utang bila kondisi pasar mendukung. Pendekatan ini membantu perseroan meminimalkan risiko refinancing dan memperkuat likuiditas jangka panjang.
Penerbitan surat utang global ini juga mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan DOID. Investor global dapat menilai stabilitas dan kapasitas perusahaan dalam mengelola proyek-proyek pertambangan.
Proyeksi dan Keberlanjutan Pendanaan
Dengan global bond senilai US$500 juta, DOID menargetkan pemenuhan kebutuhan modal kerja dan capex tanpa menambah tekanan pada arus kas. Langkah ini juga mendukung strategi jangka panjang perusahaan dalam ekspansi usaha dan diversifikasi portofolio.
Selain itu, pelunasan utang lebih awal memberikan ruang bagi perseroan untuk mengambil peluang investasi strategis. Fleksibilitas ini memperkuat posisi DOID di tengah kondisi pasar yang dinamis dan fluktuatif.
Selama beberapa tahun terakhir, DOID telah menunjukkan kinerja keuangan yang stabil, sehingga investor memiliki keyakinan terhadap kemampuan perusahaan membayar bunga dan pokok surat utang. Penerbitan ini dipandang sebagai langkah penting untuk menjaga kredibilitas perusahaan di pasar global.
Global bond DOID menjadi instrumen yang mendukung transformasi finansial dan penguatan modal. Dengan strategi ini, perseroan dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan utang, dan pemenuhan kebutuhan modal operasional.
Penerbitan di Bursa Efek Singapura juga membuka akses bagi investor internasional untuk menilai kinerja DOID. Hal ini berpotensi meningkatkan likuiditas sekuritas dan memberikan benchmark bagi perusahaan tambang lainnya.
Dengan struktur bunga tetap maksimal 10% per tahun, DOID memastikan proyeksi arus kas tetap terkendali. Pembayaran bunga setiap enam bulan membantu menjaga stabilitas cash flow dan meminimalkan risiko keuangan.
Secara keseluruhan, strategi penerbitan global bond ini memperkuat struktur modal DOID. Langkah ini memungkinkan perusahaan menyeimbangkan pertumbuhan bisnis, efisiensi utang, dan peluang investasi masa depan.