Rupiah

Rupiah Dibuka Melemah di Tengah Sentimen Global dan Defisit Anggaran Pemerintah

Rupiah Dibuka Melemah di Tengah Sentimen Global dan Defisit Anggaran Pemerintah
Rupiah Dibuka Melemah di Tengah Sentimen Global dan Defisit Anggaran Pemerintah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 26 November 2025. Data Bloomberg pukul 09.18 WIB menunjukkan rupiah turun 0,02% atau 4 poin menjadi Rp16.661 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,06% ke level 99,72. Rupiah sebelumnya ditutup menguat 43 poin ke Rp16.656 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 25 November 2025.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif. Menurut Ibrahim, mata uang domestik diprediksi menutup perdagangan dengan pelemahan di rentang Rp16.650 hingga Rp16.700.

Faktor Global yang Mempengaruhi Rupiah

Pasar saat ini menantikan keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember 2025. Keyakinan investor bahwa The Fed akan memangkas suku bunga muncul dari komentar dovish pejabat Federal Reserve.

Diperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) akan meningkatkan arus modal asing ke pasar negara berkembang. Dukungan ini menjadi katalis positif bagi rupiah meski dibuka melemah pada pagi hari.

Gubernur Fed, Christopher Waller, menyatakan dukungan terhadap pemangkasan suku bunga bulan Desember. Pernyataan ini sejalan dengan komentar Presiden Fed New York, John Williams, yang menekankan langkah dovish untuk menjaga stabilitas ekonomi global.

Sentimen global lain yang mendukung rupiah adalah membaiknya hubungan antara Ukraina dan Rusia. Kesepakatan kerja sama damai diharapkan menurunkan ketidakpastian geopolitik dan meningkatkan optimisme pasar.

Sentimen Domestik dan Defisit APBN

Dari dalam negeri, kondisi fiskal pemerintah menjadi perhatian utama pelaku pasar. Presiden Prabowo Subianto dalam pidato nota keuangan Sidang Tahunan MPR, 15 Agustus 2025, menargetkan APBN 2027–2028 bebas defisit.

Target defisit APBN 2026 awalnya sebesar 2,48% dari produk domestik bruto (PDB). Namun, Kementerian Keuangan pada September 2025 menaikkan target defisit menjadi 2,68%, disetujui DPR melalui pengesahan UU APBN 2026.

Kenaikan defisit ini disebabkan program prioritas pemerintah, termasuk makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih. Program-program ini membutuhkan anggaran besar sementara penerimaan negara belum pulih sepenuhnya sejak pandemi.

Ibrahim menilai kenaikan defisit menjadi faktor yang menekan rupiah. Pasar menilai adanya ketidakseimbangan antara belanja pemerintah yang meningkat dan penerimaan negara yang belum maksimal.

Kurs Rupiah di Bank-Bank Besar

Berdasarkan data pukul 09.57 WIB, BCA menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.665 dan jual Rp16.685 untuk e-rate. Sementara berdasarkan TT counter, bank swasta terbesar ini menetapkan harga beli Rp16.475 dan jual Rp16.775.

Di BRI, harga e-rate dolar AS tercatat beli Rp16.658 dan jual Rp16.685 pada pukul 09.58 WIB. TT counter BRI menetapkan harga beli Rp16.560 dan jual Rp16.760, sedangkan bank notes Rp16.560–Rp16.760 per dolar AS.

Bank Mandiri menetapkan harga beli dan jual untuk special rate masing-masing Rp16.665 dan Rp16.685. Sedangkan TT counter dan bank notes mematok harga beli Rp16.500 dan jual Rp16.800 per dolar AS.

BNI menetapkan special rate beli Rp16.662 dan jual Rp16.692 per dolar AS pada pukul 09.50 WIB. TT counter dan bank notes BNI masing-masing mematok harga beli Rp16.495 dan jual Rp16.795 per dolar AS.

Investor diminta tetap waspada terhadap fluktuasi rupiah. Pergerakan mata uang dipengaruhi sentimen global dan domestik yang bersamaan, membuat volatilitas tetap tinggi.

Katalis positif dari penurunan suku bunga The Fed bisa memberikan ruang penguatan rupiah. Namun, defisit anggaran dan tekanan fiskal domestik menjadi faktor risiko yang tidak boleh diabaikan.

Pelaku pasar sebaiknya memantau perkembangan berita internasional dan pergerakan pasar global. Keputusan moneter di AS dan hubungan geopolitik bisa mengubah arah rupiah dalam waktu singkat.

Selain itu, pemantauan kebijakan fiskal domestik tetap penting. Setiap pengumuman terkait defisit, belanja pemerintah, dan penerimaan negara dapat memengaruhi sentimen investor.

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik, rupiah kemungkinan akan bergerak fluktuatif hingga akhir perdagangan. Rentang Rp16.650–Rp16.700 menjadi level yang wajar untuk hari ini.

Investor disarankan menyiapkan strategi hedging atau lindung nilai. Langkah ini membantu memitigasi risiko dari pergerakan rupiah yang tidak stabil meski ada katalis positif jangka pendek.

Secara keseluruhan, meski rupiah dibuka melemah, peluang penguatan tetap ada jika sentimen global tetap mendukung. Kombinasi faktor eksternal dan domestik akan menentukan arah rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index