JAKARTA - Perkedel kentang menjadi hidangan favorit banyak orang karena kombinasi tekstur lembut di dalam dan renyah di luar. Tantangan utama dalam membuat perkedel seringkali membuatnya hancur saat digoreng, sehingga kenikmatan berkurang.
Dengan metode yang tepat, perkedel bisa tetap utuh, renyah, dan lezat. Artikel ini membahas langkah-langkah praktis agar setiap gigitan memberikan pengalaman maksimal di rumah.
Poin penting terletak pada pemilihan bahan, teknik penghalusan kentang, serta penggorengan yang tepat. Perhatian pada detail ini akan membuat perkedel buatan Anda mirip restoran, namun lebih hemat dan personal.
Pemilihan Kentang dan Persiapan Adonan
Kentang tua dengan kadar air rendah menjadi pilihan utama agar adonan padat dan tidak lembek. Hindari kentang muda atau berwarna kehijauan karena dapat menimbulkan rasa pahit dan perkedel mudah hancur.
Kupas dan potong kentang dengan ukuran sedang agar matang merata. Untuk mengurangi kadar air, goreng kentang hingga ¾ matang atau berwarna kuning keemasan, bukan direbus atau dikukus.
Setelah digoreng, tiriskan kentang dan biarkan mengering. Tekstur kering memudahkan pembentukan adonan dan menjaga perkedel tetap utuh saat digoreng.
Teknik Penghalusan dan Pencampuran Adonan yang Tepat
Haluskan kentang segera setelah digoreng menggunakan garpu atau ulekan. Hindari blender atau food processor karena akan membuat kentang terlalu licin sehingga mudah hancur saat digoreng.
Campurkan bawang putih goreng, merica, dan kuning telur sebagai bahan pengikat alami. Tambahkan sedikit tepung terigu atau tapioka untuk meningkatkan kekompakan adonan.
Bahan tambahan lain seperti bawang merah goreng, seledri, daun bawang, garam, kaldu bubuk, dan lada dapat memperkaya rasa. Untuk variasi, tambahkan daging cincang, kornet, atau udang cincang sesuai selera.
Bentuk adonan menjadi bulatan pipih dan dinginkan minimal beberapa jam atau semalaman di kulkas. Pendinginan membuat perkedel lebih padat dan tidak mudah hancur saat digoreng.
Cara Menggoreng Perkedel Agar Crispy dan Anti Hancur
Gunakan minyak panas sedang yang cukup banyak agar perkedel bisa mengapung saat digoreng. Minyak terlalu panas akan membuat luar cepat gosong, sedangkan terlalu rendah membuat adonan menyerap banyak minyak dan lembek.
Goreng perkedel dengan api sedang hingga kedua sisi berwarna keemasan. Jangan terlalu sering dibalik karena dapat membuat permukaan pecah dan tekstur kurang renyah.
Setelah matang, tiriskan di atas tisu dapur untuk menyerap kelebihan minyak. Sajikan hangat agar tekstur tetap crispy di luar dan lembut di dalam, sempurna sebagai lauk atau camilan.
Menggunakan tepung maizena atau terigu dalam adonan membantu menjaga bentuk perkedel. Tekstur sedikit kasar kentang memberikan kekompakan sekaligus sensasi gigit yang lebih memuaskan.
Tips Tambahan Agar Perkedel Selalu Sempurna
Pastikan semua perkedel memiliki ukuran seragam agar matang merata. Bentuk pipih tipis lebih mudah matang dan tidak mudah hancur di tengah.
Kocok bahan pengikat seperti telur dengan rata sebelum dicampur ke kentang. Hal ini membantu adonan lebih padat dan tekstur lebih lembut tanpa lengket.
Perhatikan suhu minyak dan jangan mengisi wajan terlalu penuh. Memberi ruang pada perkedel memungkinkan panas merata dan hasil gorengan lebih renyah.
Untuk variasi rasa, kombinasikan bumbu dan bahan tambahan sesuai selera keluarga. Mulai dari bawang goreng, seledri, keju, hingga daging cincang, semua menambah karakter unik pada perkedel.
Dengan mengikuti tips ini, setiap perkedel kentang yang Anda buat akan tetap utuh, renyah di luar, dan lembut di dalam. Teknik sederhana namun tepat dapat mengubah perkedel rumahan menjadi sajian istimewa yang selalu dinantikan.