JAKARTA - PT Federal International Finance (FIFGROUP) semakin agresif mendorong pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung ekonomi hijau dan kegiatan sosial. Hingga Oktober 2025, total penyaluran mencapai Rp1,62 triliun, menandai lonjakan signifikan pada sektor kendaraan listrik dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati, menegaskan bahwa perusahaan terus mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam setiap proses bisnis. Langkah ini sejalan dengan komitmen grup Astra untuk menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekaligus memastikan pertumbuhan berkelanjutan.
Pertumbuhan Pesat Motor Listrik dan Energi Terbarukan
FIFGROUP menyalurkan pembiayaan melalui tiga lini bisnis, yakni FIFASTRA untuk motor listrik, SPEKTRA untuk sepeda listrik dan panel surya, serta FINATRA untuk pemberdayaan perempuan dan UMKM. Pembiayaan motor listrik mencatat pertumbuhan spektakuler, naik 344 persen dibandingkan 2024, mencerminkan tingginya antusiasme pasar terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Selain motor listrik, SPEKTRA mendukung pengembangan energi terbarukan dengan memfasilitasi pembelian sepeda listrik dan panel surya. Lini ini diharapkan meningkatkan penetrasi energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Pendanaan ESG dan Surat Utang Ramah Lingkungan
Sebagian pembiayaan berkelanjutan FIFGROUP berasal dari pinjaman berbasis ESG yang diterima perusahaan. Pada April 2024, perusahaan memperoleh pinjaman USD 60 juta, seluruhnya telah tersalurkan, sedangkan pada September 2025 kembali menerima USD 50 juta, sehingga total penerbitan surat utang berbasis ESG mencapai USD 110 juta atau setara Rp1,82 triliun.
Pendanaan ini memungkinkan FIFGROUP memperluas skema pembiayaan ramah lingkungan serta mendukung berbagai inisiatif sosial. Dengan struktur bisnis yang berbasis ESG, perusahaan memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Inisiatif Lingkungan dan Konservasi Karbon
Upaya keberlanjutan FIFGROUP juga terlihat dari pengelolaan lingkungan di tingkat operasional. Hingga Oktober 2025, perusahaan menurunkan intensitas penggunaan air sebesar 9,38 persen dari baseline 2019 dan berhasil mendaur ulang 38,76 persen limbah padat atau setara 12,33 ton.
Selain itu, emisi gas rumah kaca berhasil ditekan hingga 20,64 persen (4.678,68 ton CO₂e), sementara pemanfaatan energi terbarukan meningkat 14,45 persen. Theresia Muliani, General Services, Building & ESRS Management Division Head FIFGROUP, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan perjalanan kolaboratif antara perusahaan, masyarakat, dan alam.
Konservasi Hutan dan Pelestarian Satwa Liar
FIFGROUP menempatkan fokus penyerapan karbon di Garut, Jawa Barat, melalui program Pilar FIFGROUP Lestari. Perusahaan terlibat dalam konservasi Hutan FIFGROUP seluas 26 hektar di Perhutanan Sosial Desa Jayamekar, serta pengelolaan 50 hektar area konservasi di Karacak Valley yang mendukung pelestarian kukang jawa.
Program Desa Sejahtera Astra yang dijalankan FIFGROUP di Karacak Valley sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjaga kelestarian ekosistem, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar melalui pengembangan kapasitas UMKM dan program lingkungan berkelanjutan.
FIFGROUP 2030 Sustainability Aspirations dan Triple-P Framework
Pembiayaan berkelanjutan ini sejalan dengan aspirasi jangka panjang FIFGROUP, yakni FIFGROUP 2030 Sustainability Aspirations. Strategi tersebut mengacu pada Triple-P Sustainability Framework, yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution, untuk memastikan dampak positif yang menyeluruh.
Esther Sri Harjati menekankan, inovasi di setiap proses bisnis menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan. Pembiayaan motor listrik, energi terbarukan, dan UMKM adalah contoh nyata bagaimana perusahaan menyelaraskan target bisnis dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Kolaborasi dan Dampak Sosial
Theresia Muliani menambahkan, keberlanjutan tidak bisa dicapai sendiri oleh perusahaan. “Keberlanjutan adalah perjalanan bersama antara perusahaan, masyarakat, dan alam. Pembiayaan berkelanjutan adalah bentuk kontribusi nyata untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Program pemberdayaan perempuan, UMKM, dan komunitas lokal di Garut menjadi bukti kolaborasi ini. Inisiatif tersebut membantu menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
FIFGROUP membuktikan bahwa pembiayaan berkelanjutan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan nilai sosial dan lingkungan yang nyata. Dengan target terus meningkat dan portofolio ESG yang terus diperluas, perusahaan siap menjadi pionir pembiayaan ramah lingkungan dan sosial di Indonesia hingga 2030.