OJK

OJK Dukung QRIS Jadi Dasar Penilaian Kredit Pinjol dengan AI Canggih

OJK Dukung QRIS Jadi Dasar Penilaian Kredit Pinjol dengan AI Canggih
OJK Dukung QRIS Jadi Dasar Penilaian Kredit Pinjol dengan AI Canggih

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung pemanfaatan data transaksi QRIS sebagai dasar penilaian kelayakan kredit di industri pinjaman daring atau pinjol. Langkah ini diharapkan memperluas akses keuangan sekaligus menurunkan risiko kredit macet.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menegaskan penggunaan data transaksi digital merupakan langkah positif. “OJK menyambut positif pemanfaatan data transaksi keuangan, termasuk QRIS, sebagai data alternatif dalam penilaian kelayakan kredit di industri pindar,” ujarnya pada Selasa, 25 November 2025.

QRIS sebagai Basis Credit Scoring Alternatif

Bank Indonesia (BI) sebelumnya menyampaikan jejak digital transaksi QRIS dapat digunakan sebagai alat penilaian kredit, khususnya untuk pelaku UMKM. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi kunci untuk menganalisis data tersebut secara akurat.

Deputi Gubernur BI, Juda Agung, menjelaskan AI bertindak sebagai asisten pintar yang mengolah informasi transaksi digital. Hal ini memungkinkan data transaksi seperti pemasukan, pengeluaran, tabungan, dan jumlah pelanggan menjadi dasar alternative credit scoring yang lebih objektif.

Pertumbuhan Industri Pinjol dan Data Transaksi Digital

Per kuartal III/2025, outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp90,99 triliun, meningkat 22,16% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pembiayaan sektor produktif per September 2025 menyentuh Rp31,37 triliun, menandakan pertumbuhan kredit yang cukup signifikan.

Meski pertumbuhan pesat, tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 masih terjaga pada level 2,82%. Angka ini menunjukkan penerapan credit scoring berbasis transaksi digital dapat membantu menekan risiko kredit macet di sektor pinjol.

Prinsip Perlindungan Data dan Kehati-hatian

Agusman menekankan, penggunaan QRIS sebagai credit scoring tetap harus memperhatikan prinsip pelindungan data pribadi. Validitas data dan penerapan prinsip kehati-hatian juga menjadi faktor penting dalam implementasinya.

Penerapan ini tidak hanya bermanfaat bagi lembaga keuangan, tetapi juga membantu pelaku UMKM mendapatkan akses kredit lebih mudah. Dengan data digital, penilaian kelayakan kredit menjadi lebih transparan dan efisien.

Potensi AI dalam Memperluas Akses Keuangan

AI memiliki potensi besar dalam membantu memperluas inklusi keuangan masyarakat. Melalui analisis data transaksi QRIS, pelaku usaha mikro dan kecil dapat menunjukkan kemampuan finansial yang sebelumnya sulit diverifikasi secara tradisional.

Selain itu, penggunaan AI memungkinkan evaluasi kredit dilakukan secara cepat dan akurat. Hal ini membantu pinjol menyalurkan pembiayaan lebih tepat sasaran sekaligus meminimalkan risiko bagi pemberi pinjaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index