Allo Bank

Allo Bank Optimistis Pertumbuhan Kredit Digital dan Wholesale Tembus Target 2025

Allo Bank Optimistis Pertumbuhan Kredit Digital dan Wholesale Tembus Target 2025
Allo Bank Optimistis Pertumbuhan Kredit Digital dan Wholesale Tembus Target 2025

JAKARTA - Meski menghadapi tekanan ekonomi pada paruh kedua 2025, Allo Bank Indonesia tetap optimistis menyalurkan kredit. Strategi selektif dan berbasis data menjadi kunci agar pertumbuhan tetap terjaga sekaligus risiko terkelola.

Per September 2025, total penyaluran kredit mencapai Rp8,48 triliun, naik 15,58% secara tahunan (YoY). Angka ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan penurunan 13,49% YoY pada Agustus 2025.

Strategi Segmen Ritel Berbasis Digital

Head of Corporate Secretary Allo Bank, Stacey Aryadi Suryoputro, menekankan bahwa PayLater menjadi motor utama pertumbuhan segmen ritel. Sistem credit scoring real-time dan fine tuning berbasis perilaku digital memungkinkan bank menyalurkan kredit dengan risiko terukur.

Integrasi indikator makroekonomi dan sinyal pasar ke dalam proses underwriting membuat portofolio ritel tetap resilient. Hal ini juga mendukung peningkatan jumlah nasabah dan volume transaksi secara konsisten.

Ekspansi Kredit Wholesale dan Produktif

Selain ritel, segmen wholesale menjadi fokus utama Allo Bank untuk pembiayaan modal kerja dan investasi. Bank menargetkan debitur bereputasi baik dan sektor-sektor dengan prospek jangka menengah hingga panjang yang tetap solid.

Pendekatan ini menjaga keseimbangan portofolio sekaligus meningkatkan kualitas aset. Prinsip yang diterapkan adalah pertumbuhan berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan.

Optimisme dan Target Pertumbuhan Kredit 2025

Allo Bank menargetkan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun melebihi rata-rata industri perbankan nasional. Optimisme ini didukung kombinasi pertumbuhan ritel digital dan ekspansi wholesale melalui skema sindikasi.

Stacey menegaskan, momentum saat ini cukup kuat sehingga bank yakin dapat mempertahankan performa kredit. Strategi selektif berbasis data, integrasi teknologi, dan diversifikasi portofolio menjadi kunci keberhasilan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index