JAKARTA - Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Senin, 24 November 2025. Logam mulia ini ditutup di US$ 4.143,9 per troy ons, meningkat 2,02% dibanding penutupan akhir pekan sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak 13 November.
Lonjakan harga dipicu pernyataan pejabat Federal Reserve AS yang membuka peluang penurunan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Anggota Dewan Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan penurunan suku bunga bisa dilakukan pada rapat mendatang untuk menyesuaikan kondisi pasar tenaga kerja.
Pernyataan Waller diikuti oleh Gubernur Federal Reserve New York, John Williams, yang menilai kebijakan moneter saat ini cukup ketat. Williams menyebut ada ruang untuk penyesuaian suku bunga menuju posisi yang lebih netral, memicu optimisme di kalangan investor emas.
Pasar bereaksi cepat, dengan probabilitas penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,5–3,75% pada rapat Desember 2025 mencapai 80,9%. Sepekan lalu, peluang ini hanya 42,4%, menunjukkan lonjakan keyakinan pasar terhadap langkah The Fed.
Sebaliknya, kemungkinan suku bunga acuan bertahan di 3,75–4% kini hanya 19,1%. Angka ini turun drastis dari 57,8% seminggu sebelumnya, menunjukkan ekspektasi investor yang semakin kuat terhadap penurunan suku bunga.
Analisis Teknikal Emas: Zona Bullish dan Potensi Koreksi
Secara teknikal, emas berada dalam tren bullish pada daily time frame. Indikator Relative Strength Index (RSI) tercatat 58, menunjukkan momentum beli masih dominan di pasar.
Sementara Stochastic RSI berada di level 54, menandakan kondisi long namun cenderung netral. Investor sebaiknya tetap waspada terhadap aksi ambil untung karena kenaikan harga yang cepat berisiko memicu koreksi jangka pendek.
Pivot point harian berada di US$ 4.110 per troy ons; bila tertembus ke bawah, emas berpotensi menguji support di US$ 4.100. Support lanjutan berada di Moving Average (MA) 10, yakni US$ 4.094, dan target paling pesimistis ada di US$ 3.971.
Sebaliknya, jika tren bullish berlanjut, resisten terdekat ada di US$ 4.153 per troy ons. Target optimistis berikutnya berada di rentang US$ 4.179–4.196, dengan resisten terjauh di US$ 4.300 per troy ons.
Investor dinilai perlu memantau pergerakan indikator teknikal secara harian. Volatilitas tinggi saat ini berpotensi membuka peluang trading jangka pendek, terutama bagi spekulan dan trader profesional.
Suku Bunga AS dan Dampaknya terhadap Investasi Emas
Emas dikenal sebagai aset non-yielding, sehingga penurunan suku bunga acuan biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia. Dengan bunga rendah, biaya peluang memegang emas menurun, memacu permintaan dan mendorong harga naik.
Optimisme pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve berdampak langsung pada arus modal global. Investor mencari aset safe haven untuk melindungi portofolio dari ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar keuangan.
Kenaikan harga emas juga mencerminkan kekhawatiran terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global. Investor menggunakan emas sebagai instrumen lindung nilai sekaligus diversifikasi portofolio dari risiko mata uang dan saham.
Selain itu, sentimen positif dari pernyataan pejabat The Fed memengaruhi instrumen lain seperti perak dan logam industri. Aksi ini menandakan pasar logam berharga bergerak seiring ekspektasi kebijakan moneter global, bukan hanya faktor domestik AS.
Dengan probabilitas penurunan suku bunga yang tinggi, pelaku pasar emas diperkirakan tetap optimis dalam beberapa minggu ke depan. Namun, risiko profit taking tetap harus diperhitungkan karena lonjakan harga yang cepat dapat memicu koreksi sesaat.