JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menegaskan komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan anak di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Askrindo, Fankar Umran, menyatakan bahwa fondasi bangsa yang kuat dimulai dari pendidikan anak-anak. “Askrindo percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah investasi pada anak-anak kita,” ujarnya.
Program TJSL Askrindo dirancang untuk memberikan dampak langsung, berkelanjutan, dan terukur bagi guru, sekolah, serta anak-anak, khususnya di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Dengan cara ini, kualitas pendidikan di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD melalui pelatihan dan pendampingan intensif. Upaya ini diharapkan dapat membekali para guru dengan keterampilan dan kompetensi yang relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.
Mobil Pintar dan Akses Pendidikan di Wilayah Terpencil
Salah satu program unggulan Askrindo adalah 23 unit Mobil Pintar yang tersebar di seluruh Indonesia. Mobil ini berfungsi sebagai mobil literasi sekaligus layanan psikologis untuk anak-anak di wilayah terpencil.
Mobil Pintar hadir tidak hanya sebagai sarana pendidikan, tetapi juga sebagai media interaksi sosial yang meningkatkan kreativitas anak. Setiap kunjungan dilakukan secara rutin untuk memastikan anak-anak mendapatkan akses belajar yang menyenangkan dan bermanfaat.
Program ini juga meliputi pendampingan langsung oleh tenaga profesional, sehingga anak-anak menerima stimulasi psikologis yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Dengan kehadiran Mobil Pintar, anak-anak di daerah 3T memiliki kesempatan yang setara dalam mendapatkan pendidikan berkualitas.
Selain itu, program ini menekankan pada integrasi teknologi dan kreativitas untuk mendukung pembelajaran. Upaya ini menjadi langkah strategis Askrindo dalam menghadirkan pendidikan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemberdayaan Ekonomi melalui UMKM Warung PAUD
Selain pendidikan, Askrindo juga mendorong kemandirian ekonomi melalui Program UMKM Warung PAUD Berkelanjutan. Program ini menghubungkan peningkatan ekonomi keluarga dengan perbaikan layanan PAUD, sehingga manfaatnya ganda.
Melalui usaha mikro ini, orang tua dan guru dapat memperoleh pendapatan tambahan sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan berkualitas. Pendekatan ini membuktikan bahwa pendidikan dan ekonomi keluarga dapat berjalan beriringan.
Program ini juga melibatkan pelatihan manajemen usaha bagi peserta UMKM, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat berkelanjutan. Hal ini mendorong terciptanya ekosistem pendidikan dan ekonomi yang saling mendukung di komunitas lokal.
Selain UMKM, Askrindo mengadakan Program Peningkatan Kompetensi Guru PAUD melalui Training for Trainer dan Askrindo PAUD Awards. Pelatihan ini mencakup penanganan dan deteksi dini Anak Berkebutuhan Khusus, sehingga guru lebih siap menghadapi berbagai kondisi anak di kelas.
Dengan pendekatan ini, guru PAUD tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak. Askrindo memastikan setiap guru memiliki kemampuan yang memadai untuk memberikan dukungan maksimal bagi anak-anak.
Dampak Sosial dan Pengakuan Nasional
Inisiatif Askrindo mendapatkan apresiasi melalui Anugerah Penggerak Inovasi Untuk Negeri. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa program TJSL memberikan dampak sosial-ekonomi nyata bagi masyarakat dan pendidikan anak usia dini.
Fankar Umran menegaskan bahwa penghargaan ini menambah semangat Askrindo untuk memastikan setiap intervensi TJSL efektif dan berkelanjutan. “Setiap program yang kami lakukan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Askrindo juga terus berinovasi dalam merancang program TJSL agar mampu menjangkau lebih banyak anak dan guru di seluruh Indonesia. Pendekatan yang dilakukan mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, sehingga efeknya lebih luas dan berkelanjutan.
Selain itu, program ini berperan penting dalam membentuk Generasi Emas Indonesia pada 2045. Dengan dukungan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, anak-anak menjadi fondasi bangsa yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Setiap kegiatan TJSL dirancang agar dampaknya dapat diukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui program ini, Askrindo membuktikan bahwa perusahaan asuransi juga dapat menjadi penggerak inovasi sosial di tingkat nasional.
Ke depannya, Askrindo berkomitmen untuk memperluas jangkauan program TJSL, baik melalui tambahan Mobil Pintar, pelatihan guru, maupun pengembangan UMKM. Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia.
Program TJSL Askrindo tidak hanya berdampak pada anak dan guru, tetapi juga pada masyarakat luas. Dengan kombinasi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, Askrindo memastikan keberlanjutan pembangunan manusia sejak usia dini.
“Harapan kami, apa yang dilakukan Askrindo hari ini akan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya Generasi Emas Indonesia pada 2045,” tutup Fankar. Dengan strategi ini, Askrindo menegaskan peran aktifnya dalam memajukan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.