Chandra Daya Investasi

Chandra Daya Investasi Suntik Rp2,33 Triliun Dukung Energi Bersih Aster

Chandra Daya Investasi Suntik Rp2,33 Triliun Dukung Energi Bersih Aster
Chandra Daya Investasi Suntik Rp2,33 Triliun Dukung Energi Bersih Aster

JAKARTA - PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) mengambil langkah strategis dengan menyalurkan pinjaman afiliasi senilai total US$140 juta ke entitas usaha Grup Chandra Asri, Aster Asia Alpha Pte. Ltd. Pinjaman ini mendukung ekspansi bisnis energi dan infrastruktur anak usaha Aster di Singapura.

Dua entitas baru Aster, yaitu Aster Port and Terminal Pte. Ltd. (APT) dan Aster Power Pte. Ltd. (APPL), menjadi penerima fasilitas pinjaman dari CDIA. APT bergerak di bidang penyimpanan barang berbahaya, sedangkan APPL fokus pada transmisi, distribusi, dan penjualan tenaga listrik.

CDIA telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan APT dan APPL, yang merupakan transaksi afiliasi. Nilai pinjaman untuk APT mencapai US$80 juta dengan tenor hingga 30 November 2035, sedangkan APPL memperoleh pinjaman US$60 juta dengan jangka waktu serupa.

Dengan total US$140 juta, setara Rp2,33 triliun (kurs Jisdor BI Rp16.709 per dolar AS), CDIA menegaskan komitmennya mendukung pertumbuhan bisnis Grup Chandra Asri. Pinjaman ini dirancang untuk memastikan kegiatan usaha APT dan APPL berjalan lancar dan mendukung ekspansi jangka panjang.

Pengembangan APT dan APPL untuk Operasional Berkelanjutan

Fasilitas pinjaman kepada APT akan digunakan untuk kegiatan operasional sehari-hari, termasuk pengelolaan pelabuhan dan terminal. Investasi ini memungkinkan APT memperkuat kapasitas penyimpanan barang berbahaya dan meningkatkan efisiensi logistik.

Sementara itu, pinjaman kepada APPL difokuskan pada pengembangan bisnis ketenagalistrikan dan energi terbarukan. Dukungan ini mempersiapkan APPL untuk menghadirkan listrik rendah karbon dan memperkuat kontribusi energi bersih ke jaringan listrik regional.

Rencana strategis APPL mencakup pengembangan turbin gas yang siap menggunakan hidrogen. Turbin ini akan dilengkapi integrasi panas ke fasilitas kimia di kawasan energi dan petrokimia Aster, sehingga mendukung efisiensi energi dan dekarbonisasi operasional.

Target kesiapan operasional turbin hidrogen dipatok pada akhir 2029. Dengan langkah ini, Aster memperkuat posisi sebagai perusahaan yang responsif terhadap kebutuhan energi rendah karbon dan ramah lingkungan.

Investasi Energi Bersih dan Dekarbonisasi Industri

Proyek pengembangan turbin gas hidrogen senilai US$150 juta didukung oleh foreign direct investment (FDI) dari CDIA. Investasi ini sejalan dengan komitmen Aster Power untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon.

Erwin Ciputra, Group CEO Chandra Asri dan Aster, menekankan bahwa turbin hidrogen merupakan bagian dari strategi jangka panjang. “Turbin yang siap menggunakan hidrogen ini akan membantu mempersiapkan operasi kami untuk masa depan dan berkontribusi pada energi yang lebih bersih dan lebih efisien bagi Singapura,” ujarnya.

Selain itu, Aster telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Air Liquide. Kerja sama ini mengeksplorasi produksi hidrogen rendah karbon melalui integrasi teknologi penangkapan karbon, mendukung dekarbonisasi industri energi secara lebih luas.

Investasi ini juga menjadi salah satu langkah untuk memastikan Aster dapat memasok tambahan listrik rendah karbon ke jaringan listrik Singapura. Dengan cara ini, perusahaan tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga berkontribusi pada transisi energi bersih di kawasan regional.

Dampak Pinjaman CDIA bagi Pertumbuhan Grup Aster

Pinjaman afiliasi CDIA memungkinkan Aster Port and Terminal memperluas kapasitas operasional. Hal ini mendukung pertumbuhan infrastruktur logistik dan pengelolaan barang berbahaya yang aman dan efisien.

Di sisi lain, APPL akan memperoleh sumber dana untuk pengembangan energi terbarukan dan modernisasi jaringan listrik. Langkah ini diharapkan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus menurunkan intensitas karbon pada proses produksi.

Kolaborasi CDIA dengan Aster menandai transformasi penting dalam strategi energi dan infrastruktur. Dukungan finansial ini menjadi katalis bagi Aster untuk mencapai target operasional yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan inovatif.

Selain itu, proyek ini menunjukkan kesiapan perusahaan menghadapi tren energi masa depan. Integrasi teknologi hidrogen dan dekarbonisasi menjadi langkah nyata dalam mendukung sustainability dan energi bersih di tingkat regional.

Total dukungan CDIA senilai Rp2,33 triliun mencerminkan kepercayaan pada strategi ekspansi Aster. Pinjaman ini tidak hanya memperkuat kapasitas operasional saat ini, tetapi juga membangun fondasi untuk pengembangan teknologi energi bersih di masa depan.

Erwin Ciputra menekankan pentingnya kolaborasi antara investasi strategis dan inovasi teknologi. Langkah ini diharapkan mendorong transformasi industri energi dan petrokimia di kawasan, sekaligus menegaskan posisi Aster sebagai pemimpin inovasi di sektor energi bersih.

Dengan pinjaman ini, CDIA dan Aster menghadirkan sinergi yang menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab lingkungan. Kombinasi investasi finansial dan teknologi ramah lingkungan memperkuat komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Proyek turbin hidrogen yang dipadukan dengan MoU Air Liquide menjadi contoh konkret implementasi energi rendah karbon. Hal ini tidak hanya mendukung efisiensi energi internal, tetapi juga menyiapkan model operasional yang dapat direplikasi di industri energi global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index