JAKARTA - Dalam momentum penguatan pembangunan dari tingkat akar rumput, perhatian terhadap desa kembali menjadi sorotan penting bagi arah kebijakan ekonomi nasional pemerintah baru. Dorongan untuk memperkuat ekosistem desa dinilai menjadi landasan strategis demi mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen seperti yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Gagasan mengenai urgensi pembangunan desa ini kembali ditegaskan oleh Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin dalam agenda Pelantikan DPP Apdesi Merah Putih yang berlangsung di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa. Ia menyampaikan bahwa akselerasi ekonomi nasional akan jauh lebih mudah diraih apabila pembangunan di desa berjalan secara maksimal dan berkesinambungan.
Penguatan Desa sebagai Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sultan menilai bahwa desa merupakan struktur paling dasar yang memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi negara. Ia mengajak berbagai pihak untuk membayangkan bagaimana kekuatan pembangunan akan bergerak lebih cepat jika seluruh desa mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
Menurutnya, konsistensi penguatan ekosistem desa adalah kunci karena desa memiliki peran sebagai fondasi ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal tersebut menjadi alasan mengapa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen akan lebih mudah dikejar apabila pembangunan desa dilakukan secara menyeluruh.
Dalam keterangannya kepada wartawan usai acara pelantikan tersebut, Sultan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi nasional. Ia menyebutkan bahwa apabila seluruh komponen desa bergerak dalam satu ekosistem yang solid, maka kontribusinya akan sangat besar terhadap pencapaian target pemerintah.
"Bayangkan kalau ekosistem itu terjadi maksimal di tingkatan paling bawah struktur negara kita, di desa. Maka, pertumbuhan ekonomi itu betul-betul target 8 persen Pak Presiden, itu target yang luar biasa dengan mudah bisa dicapai,” ucap Sultan.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa pembangunan desa bukan lagi sekadar program pendamping, tetapi merupakan bagian inti dari strategi ekonomi nasional. Sultan melihat bahwa saat desa mampu menciptakan ruang kolaboratif yang kuat, maka daya ungkitnya terhadap ekonomi nasional tidak bisa disepelekan.
Kolaborasi Antarlembaga Jadi Penggerak Utama Ekosistem Desa
Untuk mewujudkan ekosistem desa yang produktif, Sultan menekankan perlunya kolaborasi antara berbagai lembaga dan elemen masyarakat. Ia mengapresiasi langkah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) yang menggandeng berbagai pihak termasuk Apdesi Merah Putih.
Menurut Sultan, pelibatan Apdesi Merah Putih merupakan langkah tepat karena asosiasi tersebut menaungi para pemimpin desa yang langsung berhadapan dengan berbagai dinamika di lapangan. Ia memandang para kepala desa yang tergabung dalam asosiasi tersebut sebagai subjek utama yang dapat memastikan pembangunan desa berlangsung sesuai rencana.
Sultan juga menjelaskan bahwa peran Apdesi tidak berhenti hanya pada pelaksanaan program, tetapi juga mencakup pengawasan agar setiap kebijakan pemerintah di tingkat desa berjalan tepat sasaran. Dengan keterlibatan aktif dari Apdesi, ia berharap program-program yang dicanangkan Presiden Prabowo dapat terlaksana secara efektif.
"Melalui Apdesi Merah Putih ini, ini kan bagian dari yang pertama subjek dan juga bagian dari yang mengawasi juga, memastikan bahwa program-program baik dari Presiden Prabowo itu betul-betul, bahasanya itu betul-betul ter-eksekusi baik di bawah, kemudian berhasil,” ujarnya.
Pemaparan Sultan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa membutuhkan tatanan organisasi yang solid agar pelaksanaannya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, kementerian, dan asosiasi desa adalah modal besar untuk mewujudkan arah pembangunan nasional yang berpihak pada masyarakat desa.
Apdesi Merah Putih Didorong Menjadi Ujung Tombak Pelaksanaan Program Desa
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto juga memberikan penekanan terkait peran strategis Apdesi Merah Putih. Ia menyampaikan harapannya agar asosiasi tersebut mampu bergerak sebagai ujung tombak dalam menyukseskan program-program pembangunan desa.
"Kita berharap asosiasi seperti Apdesi Merah Putih ini akan menjadi ujung tombak, akan menjadi pelaku utama terhadap kesuksesan program-program pemerintah," ujar Mendes Yandri. Ia menegaskan bahwa DPP Apdesi memiliki kemampuan dan pengaruh untuk memastikan bahwa setiap potensi desa dapat dikembangkan secara maksimal.
Yandri memberi contoh mengenai pengembangan desa tematik sebagai salah satu program yang memerlukan keterlibatan aktif dari struktur desa. Ia menjelaskan bahwa desa tematik dapat dibentuk berdasarkan potensi alam atau komoditas yang dominan dimiliki oleh desa tersebut.
Konsep desa tematik bertujuan agar desa memiliki identitas dan arah pengembangan yang lebih terfokus sehingga mampu menciptakan nilai ekonomi baru. Misalnya, sebuah desa yang memiliki potensi ikan nila dapat dikembangkan menjadi desa penghasil ikan nila dengan dukungan pemerintah dan pendampingan teknis.
Dengan terwujudnya desa tematik, pemerintah berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mendorong ekonomi produktif yang berkelanjutan. Yandri mengatakan bahwa konsep tersebut akan menjadi salah satu pendekatan utama dalam pengembangan desa ke depan.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan semakin kuat apabila pembangunan desa berjalan beriringan dengan program tematik tersebut. Menurutnya, MBG tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan pemenuhan sumber pangan dari desa-desa produktif.
Selain itu, Yandri menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan Astacita keenam Presiden Prabowo yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai upaya pemerataan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa pendekatan tersebut akan membantu mengurangi kesenjangan serta mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Dengan demikian, pembangunan desa tidak hanya ditempatkan sebagai program sekunder, tetapi menjadi bagian dari visi besar pemerintahan dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya. Ia menilai bahwa keberadaan Apdesi Merah Putih sebagai mitra strategis pemerintah menjadi faktor penting dalam keberhasilan visi tersebut.