JAKARTA - Pembukaan konektivitas udara kembali menguat setelah TransNusa Airlines resmi mengoperasikan rute langsung Jakarta–Penang. Langkah ini menandai meningkatnya kebutuhan perjalanan antarnegara yang semakin dinamis dan kompetitif.
Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang menyambut positif hadirnya jalur penerbangan tersebut karena dinilai membuka akses lebih luas bagi masyarakat. Konektivitas yang semakin mudah menjadi faktor strategis dalam mendorong pertumbuhan hubungan sosial dan ekonomi Indonesia–Malaysia.
Rute internasional baru itu mulai beroperasi efektif pada Selasa, 25 November 2025 setelah melaksanakan penerbangan perdananya sehari sebelumnya. Peluncuran ini dianggap sebagai momentum penting untuk meningkatkan jangkauan perjalanan warga kedua negara.
KJRI Penang menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antarwarga atau people to people contact. Keterhubungan yang semakin baik diharapkan mampu memperluas peluang kerja sama di berbagai bidang.
Konsul Jenderal RI di Penang, Wanton Saragih, menegaskan bahwa hadirnya TransNusa membawa dinamika baru dalam industri penerbangan kawasan. Ia menilai kompetisi yang baik akan mendorong meningkatnya kualitas layanan bagi para pengguna.
Menurut Wanton, maskapai yang bersaing sehat akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui tarif kompetitif dan ketepatan jadwal. Hal itu sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya mobilitas antara Indonesia dan Malaysia.
Peningkatan Akses dan Dampak Ekonomi
KJRI Penang memberi perhatian besar terhadap meningkatnya akses transportasi bagi masyarakat Indonesia yang bepergian dari Jakarta menuju wilayah kerja mereka. Kawasan tersebut meliputi Pulau Penang, Kedah, dan Perlis yang terhubung melalui Bandara Internasional Pulau Penang.
Dalam pernyataannya, Wanton Saragih menyampaikan bahwa rute baru ini diharapkan memperkuat kompetisi antarmaskapai. Ia menekankan pentingnya kualitas layanan yang meliputi harga tiket, manajemen waktu keberangkatan, dan fasilitas penerbangan lainnya.
"Kehadiran TransNusa Airlines di rute Jakarta–Penang, diharapkan akan memperkuat kompetisi antarmaskapai penerbangan, untuk berlomba-lomba menghadirkan layanan terbaik bagi penumpang, dari harga tiket, manajemen waktu keberangkatan hingga fasilitas penerbangan lainnya," ujar Wanton. Penegasan itu menunjukkan betapa pentingnya peran maskapai dalam memberikan kenyamanan perjalanan bagi masyarakat.
Peningkatan konektivitas udara tersebut diyakini mampu mempermudah mobilitas lintas negara. Kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Rute langsung ini diproyeksikan membuka ruang bagi meningkatnya pergerakan wisatawan setiap pekan. Hal tersebut dapat mendukung banyak sektor pendukung seperti perhotelan, perdagangan, dan jasa wisata.
Industri perdagangan juga berpotensi mendapatkan dampak positif dari jalur baru ini. Barang dan jasa dapat bergerak lebih cepat sehingga transaksi antarwilayah menjadi lebih efektif.
Bagi Indonesia dan Malaysia yang memiliki hubungan ekonomi erat, tambahan jalur penerbangan dapat meningkatkan nilai investasi. Akses yang semakin terbuka menciptakan kondisi lebih kondusif bagi kerja sama jangka panjang.
Komitmen TransNusa dalam Perluasan Jaringan
CEO TransNusa Group, Datuk Bernard Francis, menjelaskan bahwa pembukaan layanan Jakarta–Penang merupakan bagian dari strategi perusahaan. Maskapai berupaya memperluas jangkauan internasional untuk merespons meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa TransNusa berkomitmen menyediakan tiket yang tetap terjangkau. Harga yang kompetitif menjadi nilai tambah yang ingin dijaga perusahaan di tengah ketatnya persaingan maskapai.
"Layanan baru ini adalah wujud komitmen TransNusa untuk meningkatkan konektivitas internasional sekaligus mendukung meningkatnya permintaan perjalanan antara Indonesia dan Malaysia," ujar Datuk Bernard Francis. Pernyataannya menegaskan orientasi perusahaan dalam merespons tren mobilitas antarnegara.
Maskapai tersebut juga melihat peluang besar dari tingginya kebutuhan transportasi udara antara kedua negara. Peningkatan arus perjalanan menjadi alasan strategis dalam membuka rute baru.
TransNusa akan melayani rute ini setiap hari. Frekuensi penerbangan yang konsisten diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengatur jadwal perjalanan mereka.
Pesawat berangkat dari Jakarta pukul 05.30 WIB dan dijadwalkan tiba di Penang pukul 09.00 waktu Malaysia. Untuk perjalanan kembali, penerbangan dari Penang dijadwalkan pukul 09.30 dan tiba di Jakarta pukul 10.55 WIB.
Ketersediaan jadwal yang tetap setiap hari memberikan fleksibilitas bagi berbagai jenis perjalanan. Baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun kunjungan keluarga, rute ini menjadi opsi yang lebih praktis bagi masyarakat.
Peluang Besar bagi Sektor Pariwisata
Sebelum TransNusa masuk ke rute Jakarta–Penang, jalur tersebut telah dilayani Batik Air dan AirAsia. Kedua maskapai ini mengoperasikan sekitar 61 penerbangan per minggu yang menunjukkan tingginya permintaan pasar.
Kehadiran TransNusa menambah pilihan baru dan meningkatkan kapasitas angkut penumpang. Dengan bertambahnya opsi maskapai, masyarakat memiliki lebih banyak alternatif dalam menentukan jadwal maupun tarif.
Malaysia diketahui menjadi penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Indonesia sepanjang 2024 dengan total 2,2 juta kunjungan. Data ini menunjukkan tingginya interaksi wisata yang menguntungkan kedua negara.
Di sisi lain, Indonesia tercatat sebagai negara asal wisatawan terbesar kedua yang datang ke Malaysia pada periode yang sama. Jumlahnya mencapai 4,1 juta kunjungan yang menggambarkan kuatnya hubungan wisata kedua negara.
Angka-angka tersebut mencerminkan besarnya potensi sektor pariwisata yang dapat terus berkembang. Penambahan rute baru seperti Jakarta–Penang menjadi penopang utama dalam peningkatan arus wisatawan.
Konektivitas yang semakin baik diyakini mampu mendorong tumbuhnya usaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Pelaku industri dapat memanfaatkan tingginya pergerakan masyarakat untuk memperluas jaringan bisnis.
Dengan peluang yang terus meningkat, rute ini dipandang sebagai langkah strategis bagi kedua negara. Ketersediaan penerbangan langsung yang semakin beragam membuka jalan menuju kerja sama ekonomi yang lebih kuat dan saling menguntungkan.