Migas

Dorong Lifting Nasional, Indonesia Mantapkan Eksplorasi Migas Lewat Penawaran Blok Baru 2025

Dorong Lifting Nasional, Indonesia Mantapkan Eksplorasi Migas Lewat Penawaran Blok Baru 2025
Dorong Lifting Nasional, Indonesia Mantapkan Eksplorasi Migas Lewat Penawaran Blok Baru 2025

JAKARTA - Perhatian terhadap peningkatan lifting minyak dan gas bumi kembali menguat seiring langkah strategis pemerintah mempercepat aktivitas eksplorasi di berbagai wilayah potensial. Dorongan ini semakin tegas ketika Ketua Satuan Tugas Percepatan Peningkatan Produksi atau Lifting Migas, Nanang Abdul Manaf, memberikan penekanan langsung mengenai pentingnya eksplorasi sebagai satu-satunya jalan untuk mengangkat angka produksi nasional.

Dalam acara “Grand Launching Indonesia’s Oil and Gas Exploration 2025” yang digelar di Jakarta, Nanang menyampaikan pandangannya bahwa eksplorasi tidak hanya menjadi kebutuhan industri tetapi juga menjadi fondasi dalam memastikan keberlanjutan ketahanan energi nasional. Ia mengulang pernyataan tegasnya untuk mengajak seluruh pelaku industri migas berfokus melakukan eksplorasi sebagai langkah utama untuk mengatasi stagnasi lifting yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.

“Eksplorasi! Eksplorasi! Eksplorasi! Mari kita terus melakukan eksplorasi,” ujar Nanang dalam acara tersebut pada Selasa. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa percepatan investasi dan kegiatan eksplorasi akan menjadi pusat perhatian pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

Nanang menegaskan bahwa Indonesia sangat terbuka terhadap arus investasi yang akan masuk ke sektor hulu migas. Indonesia juga memberikan ruang bagi mitra industri yang ingin berinovasi dan berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem eksplorasi yang lebih produktif.

“Baik domestik maupun internasional, peran Anda sangat penting bagi kami untuk mewujudkan ketahanan energi, keadilan energi, dan kemandirian energi,” ujar Nanang. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan perusahaan nasional tetapi juga membuka peluang luas bagi para investor global.

Penawaran Blok Baru Menggambarkan Keseriusan Pemerintah

Untuk memperkuat langkah ini, pemerintah meluncurkan program eksplorasi migas tahun 2025 yang mengangkat tema “Unlocking Indonesia’s Upstream Potential: Invest in Indonesia’s Energy Future”. Tema ini menegaskan bahwa masa depan energi Indonesia sangat ditentukan oleh keberhasilan membuka potensi besar yang belum tergarap dari sektor hulu migas.

“Saya percaya tidak ada cara untuk meningkatkan produksi minyak dan gas selain eksplorasi. Semoga grand launching eksplorasi migas Indonesia ini menjadi katalis bagi gagasan berani, kemitraan baru, dan tindakan nyata,” kata Nanang. Ia menempatkan eksplorasi sebagai motor penggerak untuk mendobrak hambatan produksi yang selama ini menjadi tantangan utama sektor migas nasional.

Selaras dengan semangat tersebut, pemerintah menyiapkan peningkatan penawaran blok migas baru bagi calon investor. Nanang menyebut bahwa pada 2024 jumlah blok migas baru yang ditawarkan hanya sekitar sepuluh blok setiap tahun.

Namun mulai 2025, jumlah itu akan naik signifikan menjadi dua puluh blok per tahun. Kebijakan ini berpotensi berkembang karena pemerintah ingin mendorong portofolio wilayah kerja migas yang lebih luas bagi investor.

“Dan berpotensi lebih banyak yang ditawarkan, sejalan dengan arah kebijakan strategis kementerian,” kata Nanang. Dengan penambahan jumlah blok, pemerintah berharap minat investor meningkat dan kegiatan eksplorasi di berbagai daerah dapat bergerak lebih masif.

Dari total dua puluh blok yang direncanakan dilelang pada 2025, sebanyak dua belas blok telah ditawarkan melalui lelang pada putaran pertama dan kedua. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah kerja telah siap dipromosikan kepada investor yang berminat.

“Satu blok, yaitu Blok Perkasa, dijadwalkan ditandatangani hari ini,” katanya. Penandatanganan ini menjadi momentum awal untuk mengakselerasi kegiatan eksplorasi yang ditargetkan.

Kementerian ESDM telah menetapkan TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd sebagai pemenang lelang Blok Migas Perkasa. Investasi awal atau komitmen pasti untuk tiga tahun pertama yang ditetapkan sebesar 2,25 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp37 miliar.

Blok Migas Perkasa berada di lepas pantai Jawa Timur dan memiliki estimasi cadangan sekitar 228 juta barel minyak atau 1,3 triliun kaki kubik gas. Penetapan resmi kemenangan tender tersebut tertuang dalam SK Menteri ESDM Nomor 87.K/MG.04/DJM/2025 tanggal 3 September 2025.

“Delapan blok migas lainnya direncanakan ditawarkan dalam lelang putaran ketiga pada akhir tahun ini, menunggu persetujuan menteri,” kata Nanang. Dengan demikian, proses tender blok baru dipastikan berjalan aktif hingga akhir tahun.

Peningkatan Produksi Pertama Sejak 2016

Pada kesempatan tersebut, Nanang juga memaparkan capaian positif setelah satu tahun dirinya bertugas memimpin Satgas Percepatan Peningkatan Produksi Migas. Ia menegaskan bahwa sektor migas nasional akhirnya mencatat peningkatan produksi pertama sejak 2016.

Peningkatan produksi tersebut diperoleh setelah menyelesaikan dua proyek pengembangan lapangan migas di Blok B Offshore Natuna Selatan. Wilayah kerja ini dioperasikan oleh Medco E&P Ltd dan dinilai sebagai salah satu blok yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penambahan produksi.

Adapun kedua proyek pengembangan tersebut adalah Lapangan Forel-Bronang dan Lapangan Terubuk Siput. Dua lapangan ini mulai menghasilkan produksi tambahan yang langsung memberikan dampak terhadap lifting nasional.

“Proyek-proyek ini telah berkontribusi sekitar tambahan 20 ribu barel minyak per hari untuk lifting minyak dan 60 juta kaki kubik gas per hari,” kata Nanang. Kontribusi tersebut dinilai menjadi titik balik dalam upaya memperlambat laju penurunan produksi migas nasional.

Lapangan-lapangan baru yang mulai berproduksi ini kemudian berperan penting dalam menahan penurunan produksi minyak yang selama beberapa tahun terakhir menjadi tantangan berat. Rata-rata lifting minyak yang sebelumnya berada pada angka 580 ribu barel per hari pada 2024 kini meningkat menjadi 582 ribu barel per hari pada 2025.

“Jika NGL atau Natural Gas Liquids termasuk, setara 607 ribu barel per hari pada 2025. Menjadikan ini peningkatan produksi pertama sejak 2016,” ujar Nanang. Capaian ini dipandang sebagai bukti bahwa eksplorasi dan proyek pengembangan lapangan mampu memberikan hasil konkret ketika dilakukan secara konsisten.

Eksplorasi Jadi Fondasi Masa Depan Energi

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat fondasi energi nasional melalui percepatan eksplorasi migas. Penawaran blok baru, pembukaan ruang bagi investor, serta penyelesaian proyek lapangan menjadi indikator bahwa arah kebijakan sektor migas bergerak menuju perbaikan yang terukur.

Eksplorasi kini tidak hanya dianggap sebagai upaya teknis tetapi juga sebagai pilar utama yang akan menentukan masa depan energi Indonesia. Dengan strategi agresif yang dicanangkan untuk 2025, pemerintah berharap lifting nasional dapat stabil bahkan meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index