JAKARTA - PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, menyelesaikan pengambilalihan mayoritas saham Scan-Bilt Pte. Ltd. (SBPL) senilai US$8,03 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas diversifikasi bisnis di kawasan Asia Pasifik dan Oceania.
Melalui anak usahanya, Petrosea Services Solutions Ltd., perseroan membeli 60% saham SBPL dari TCAL Engineering Pte. Ltd. dengan nilai setara Rp134,19 miliar, menguatkan posisi perusahaan dalam industri EPC kimia.
Langkah Strategis Perluas Kapabilitas EPC
Presiden Direktur Petrosea, Michael, menyebut akuisisi SBPL memperkuat kapabilitas multidisiplin EPC di industri pengolahan kimia. Selain itu, langkah ini membuka peluang ekspansi geografis ke Singapura, Papua Nugini, Australia, dan Indonesia.
Pengambilalihan ini juga menegaskan posisi Petrosea sebagai pemain utama yang mampu menyediakan layanan terpadu di sektor migas. Strategi ini sejalan dengan diversifikasi perusahaan ke bisnis non-coal dan energi terbarukan.
SBPL: Rekam Jejak dan Potensi Bisnis
SBPL yang berdiri sejak 1990 memiliki pengalaman panjang dalam konstruksi multidisiplin dan teknik sipil. Proyek yang pernah ditangani mencakup industri pengolahan migas onshore, pembangunan chemical plant, tankage terminal, dan fasilitas pembangkit listrik.
Dengan akuisisi ini, SBPL akan dikembangkan sebagai pusat bisnis (business hub) Petrosea untuk mendukung operasi regional. Hal ini memungkinkan perusahaan mengintegrasikan layanan EPC dan EPCI secara lebih luas di berbagai pasar.
Portofolio dan Ekspansi Petrosea
Petrosea memiliki pengalaman lebih dari lima dekade dalam menyediakan layanan terpadu mulai dari EPC, pertambangan, hingga logistik untuk sektor pertambangan dan minyak & gas. Melalui grup HBS dan Hafar, perusahaan juga memperluas portofolio ke sektor non-coal, termasuk emas, mineral, dan layanan EPCI lepas pantai terpadu.
Akuisisi SBPL diharapkan mendukung pertumbuhan Petrosea secara strategis dan finansial. Perusahaan kini semakin siap menghadapi persaingan regional dan memperkuat kapabilitas proyek multidisiplin di Asia Pasifik.