BBM

Stok BBM Shell Ditargetkan Terisi Akhir Bulan Ini

Stok BBM Shell Ditargetkan Terisi Akhir Bulan Ini
Stok BBM Shell Ditargetkan Terisi Akhir Bulan Ini

JAKARTA - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah SPBU Shell mengalami kekosongan pasokan dalam beberapa pekan terakhir. 

Situasi ini membuat pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat memastikan solusi agar layanan bagi masyarakat tetap berjalan. Langkah yang ditempuh mencakup koordinasi intensif dengan badan usaha terkait untuk menjamin pasokan kembali normal dalam waktu dekat.

Pemerintah menilai stabilitas pasokan BBM merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Karena itu, koordinasi lintas sektor diperlukan agar distribusi tidak terganggu dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong iklim persaingan yang sehat di sektor energi.

Kementerian ESDM memastikan pihaknya terus memantau perkembangan negosiasi dan kesiapan teknis perusahaan penyedia energi tersebut agar distribusi dapat segera kembali berjalan normal. 

Tujuannya adalah menjaga kelancaran aktivitas masyarakat serta memastikan sektor transportasi, logistik, dan industri tidak terdampak lebih jauh.

Tahap Negosiasi Sudah Mencapai Akhir

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa proses negosiasi business to business (B2B) antara Shell Indonesia dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) sudah mendekati akhir. 

Menurutnya, kedua pihak telah berada pada titik kesepahaman sehingga proses teknis pengiriman mulai berjalan.

Negosiasi ini menjadi langkah penting karena terkait langsung dengan pemenuhan pasokan BBM Shell yang sempat mengalami gangguan distribusi. Dengan tercapainya tahap akhir negosiasi, pemerintah yakin situasi akan membaik dan pasokan kembali tersedia sebagaimana mestinya.

Laode memastikan bahwa model kerja sama antar badan usaha ini tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku. Pemerintah tetap berperan sebagai fasilitator agar mekanisme bisnis berjalan sesuai ketentuan tanpa mengintervensi kontrak komersial yang berlangsung.

Pengiriman Base Fuel Sudah Mulai Disiapkan

Selain memastikan progres kesepakatan, Laode juga menyampaikan bahwa tanker Pertamina sudah dalam tahap persiapan untuk mengirimkan base fuel ke fasilitas Shell. Hal ini menjadi sinyal bahwa proses pemulihan pasokan sudah mulai berjalan dan tidak lagi sekadar rencana atau pembahasan.

Menurutnya, informasi tersebut menunjukkan bahwa proses pengiriman kini memasuki fase operasional. Artinya, Shell hanya menunggu waktu sebelum pasokan kembali tersedia seluruhnya di jaringan SPBU mereka.

Dengan langkah ini, masyarakat dan pengguna kendaraan diharapkan segera merasakan normalisasi distribusi BBM di lapangan.

Laode menyebutkan bahwa koordinasi teknis dan prosedural tetap dijalankan agar pengiriman berjalan aman dan sesuai standar. Selain itu, proses penyaluran ke SPBU memerlukan tahapan pengecekan volume, kualitas, serta kesiapan fasilitas penyimpanan.

Pemulihan Pasokan Ditargetkan Akhir Bulan

Laode memberikan estimasi bahwa pasokan BBM Shell akan kembali tersedia pada akhir bulan. Pernyataan ini menjadi kabar positif bagi konsumen yang sebelumnya terdampak situasi kekosongan di sejumlah wilayah.

“Dalam waktu dekat. Jadi, informasinya kargo sedang persiapan untuk bergerak dari tempat pengisian. Kalau dari info yang ada, akhir bulan ini stok BBM di Shell kembali tersedia,” ujar Laode saat ditemui di Kompleks Parlemen. Pernyataan tersebut memberikan kepastian bahwa langkah pemulihan distribusi sudah berada pada jalur yang lebih konkret.

Dengan adanya target waktu yang jelas, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir berkepanjangan terkait akses layanan BBM non-subsidi yang disediakan Shell Indonesia. Situasi ini juga diharapkan membantu menstabilkan dinamika pasar BBM di dalam negeri.

Pasokan Dipastikan Aman Hingga Akhir Tahun

Lebih lanjut, Laode menjelaskan bahwa base fuel yang dibeli Shell dari Pertamina akan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun. Pemenuhan pasokan ini dilakukan sambil menunggu proses pengadaan impor berikutnya yang dijadwalkan pada 2026.

Hal ini memastikan bahwa Shell tetap dapat melayani konsumennya tanpa gangguan suplai dalam periode waktu tersebut. Kepastian ini juga mencerminkan peran penting kerja sama antar perusahaan energi dalam mendukung ketersediaan energi nasional.

Laode menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau agar seluruh badan usaha niaga BBM dapat menjalankan kewajibannya dalam menjaga pasokan sesuai ketentuan perizinan yang berlaku.

Dukungan Pemerintah untuk Kelancaran Distribusi Energi

Situasi ini menjadi pengingat bahwa ketahanan energi tidak hanya bergantung pada produksi dan impor, tetapi juga pada distribusi yang efektif dan kerja sama antar pemangku kepentingan. Pemerintah memastikan akan terus bersinergi dengan pelaku industri untuk menjaga stabilitas energi nasional.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat keandalan sektor energi sekaligus menciptakan sistem distribusi yang lebih tangguh. Regulasi dan mekanisme pengawasan tetap berjalan untuk memastikan seluruh badan usaha memenuhi kewajibannya.

Dengan proses pemulihan pasokan yang kini memasuki tahap teknis, pemerintah optimistis bahwa situasi distribusi BBM akan kembali normal. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga layanan kepada masyarakat dan memastikan keberlanjutan operasional sektor energi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index