JAKARTA - Upaya memperluas kolaborasi audit internasional semakin menjadi fokus Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di tengah meningkatnya peran lembaga pemeriksa negara dalam tata kelola global. Kunjungan State Audit Office of Vietnam (SAV) atau Supreme Audit Institution (SAI) Vietnam menjadi momentum penting bagi BPK untuk menegaskan perannya di kawasan regional maupun dunia.
Komitmen penguatan kerja sama tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua BPK Isma Yatun dalam rangkaian agenda bilateral di Jakarta pada Senin. Ia menilai kolaborasi jangka panjang antara kedua lembaga telah memberi manfaat nyata, baik dari sisi peningkatan kapasitas maupun penguatan posisi lembaga audit negara di tingkat internasional.
Isma menekankan bahwa hubungan erat yang terbangun lebih dari satu dekade ini tidak hanya sebatas pertukaran pengalaman. Namun, kemitraan itu telah memberikan kontribusi strategis bagi penguatan sistem pemeriksaan publik yang akuntabel dan transparan.
“Kemitraan BPK dan SAI Vietnam telah terbukti memberikan manfaat nyata bagi kedua lembaga. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi ini melalui dialog terbuka, pembelajaran bersama, dan pengembangan kapasitas yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dalam pertemuan tersebut, Isma juga mengapresiasi dukungan SAI Vietnam terhadap berbagai pencapaian internasional BPK. Salah satu capaian penting yang mendapatkan perhatian adalah terpilihnya BPK sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) periode 2026–2032.
BPK Dapat Pengakuan Dunia lewat Keanggotaan di UN BoA
Dalam beberapa tahun terakhir, BPK aktif membangun kerja sama strategis dengan berbagai lembaga pemeriksa negara. Keaktifan diplomasi ini membuahkan hasil ketika BPK berhasil memperoleh kepercayaan internasional sebagai anggota lembaga audit eksternal PBB atau UN BoA.
Baru-baru ini, BPK terpilih sebagai anggota UN BoA yang dinilai sebagai bentuk pengakuan global terhadap profesionalisme, integritas, dan kredibilitas lembaga pemeriksa Indonesia. Keberhasilan ini juga disebut sebagai hasil dukungan sejumlah negara, termasuk SAI Vietnam yang selama ini menjalin hubungan kuat dengan BPK.
BPK terpilih menggantikan China National Audit Office yang sebelumnya mewakili kawasan Asia-Pasifik. Pergantian ini menandai perubahan peran strategis Indonesia dalam memperkuat akuntabilitas lembaga internasional.
Selama masa tugas enam tahun, yaitu 2026 hingga 2032, BPK akan bekerja sama dengan dua lembaga audit negara lainnya. Kedua lembaga tersebut adalah SAI Prancis (Cour des Comptes) dan SAI Brasil (Tribunal de Contas da União) yang akan bersama-sama menjalankan fungsi audit terhadap badan-badan PBB.
Dalam pernyataannya, BPK menegaskan komitmen untuk memperkuat akuntabilitas serta tata kelola yang baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pemeriksaan yang independen, profesional, efisien, dan inovatif akan menjadi prinsip utama BPK dalam menjalankan mandatnya di UN BoA.
Pencalonan Indonesia sebagai anggota UN BoA sejatinya telah diumumkan sejak 2021. Dukungan dari negara-negara anggota berhasil dihimpun melalui diplomasi yang intensif antara BPK dan Kementerian Luar Negeri.
Beragam upaya diplomasi dilakukan melalui jalur bilateral maupun forum internasional lainnya. Serangkaian langkah tersebut akhirnya mengantarkan Indonesia terpilih secara aklamasi sebagai anggota UN BoA.
Kemitraan Jangka Panjang BPK dan Vietnam Terus Dikembangkan
Dalam pertemuan bilateral kali ini, hubungan antara BPK dan SAI Vietnam kembali ditegaskan sebagai salah satu model kolaborasi regional yang konsisten. Keduanya telah bekerja sama lebih dari satu dekade melalui berbagai pertukaran pengalaman, kegiatan pelatihan, dan penguatan kapasitas pemeriksa.
Isma menyebut bahwa dukungan SAI Vietnam menjadi salah satu faktor pendorong keberhasilan BPK dalam meraih posisi strategis di tingkat global. Pengalaman kolektif kedua lembaga menjadi modal penting menghadapi tantangan audit sektor publik yang semakin kompleks.
Kunjungan dari SAI Vietnam juga mencerminkan upaya kedua negara untuk meningkatkan kualitas tata kelola publik. Kerja sama tersebut terus diperluas untuk memastikan bahwa standar pemeriksaan negara mampu menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan internasional.
Dalam pernyataan lain, BPK menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara adalah bagian dari strategi memperkuat kapasitas kelembagaan. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas audit di Indonesia dan memperluas jejaring kemitraan global.
Kerja sama jangka panjang itu juga memungkinkan kedua lembaga memperkaya metode pemeriksaan. Pertukaran praktik terbaik menjadi bagian penting dalam membangun sistem audit yang adaptif.
Kunjungan SAI Vietnam turut menjadi wadah untuk menyusun rencana kerja sama lanjutan. Kolaborasi ke depan akan melibatkan peningkatan kompetensi auditor serta pemanfaatan teknologi pemeriksaan modern.
Melalui berbagai program yang telah dilaksanakan, hubungan antara kedua lembaga terus menunjukkan perkembangan positif. Kedekatan ini memperlihatkan bahwa penguatan kapasitas audit tidak hanya dapat dilakukan secara internal tetapi juga melalui sinergi regional.
Momentum Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas Sektor Publik
Pada kesempatan lain dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kepala BPK menekankan pentingnya membangun hubungan yang saling menguntungkan antarlembaga pemeriksa negara. Ia menyebut bahwa kerja sama internasional memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas audit di masing-masing negara.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua lembaga pemeriksa negara untuk mempererat hubungan yang telah terjalin sejak lebih dari satu dekade, sekaligus memperluas ruang kolaborasi dalam mendukung penguatan tata kelola sektor publik,” ungkap Kepala BPK. Pernyataan itu menegaskan bahwa kedekatan BPK dan SAI Vietnam bukan hanya hubungan formal semata.
Hubungan yang terjalin lebih dari sepuluh tahun membuktikan adanya kepercayaan yang solid antara kedua lembaga. Kepercayaan itu pula yang menjadi dasar bagi kedua lembaga untuk memperluas ruang kolaborasi menuju agenda yang lebih strategis.
Penguatan tata kelola sektor publik menjadi fokus utama dalam kerja sama berkepanjangan ini. BPK dan SAI Vietnam menilai bahwa peningkatan kapasitas auditor merupakan komponen penting dalam menciptakan lembaga pemeriksa negara yang andal.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan dampak nyata dalam efektivitas pemeriksaan. Kedua lembaga juga ingin memperkuat komitmen terhadap integritas, akuntabilitas, dan transparansi sektor publik.
Kerja sama yang terjalin memberikan kesempatan bagi auditor dari kedua negara untuk mempelajari perkembangan teknologi audit. Dengan demikian, standar audit modern dapat diterapkan secara lebih luas di kedua negara.
Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan tekad BPK untuk menjaga relevansi perannya di tengah perubahan tata kelola global. Penguatan hubungan bilateral dianggap sebagai langkah penting dalam menghadapi tantangan pemeriksaan yang semakin dinamis.