JAKARTA - Ketersediaan bahan bakar Revvo 92 di SPBU Vivo kembali menjadi perhatian publik setelah sebelumnya mengalami kelangkaan.
Produk BBM dengan RON 92 ini kembali tersedia secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Informasi tersebut langsung disampaikan melalui kanal resmi perusahaan agar masyarakat mendapatkan kepastian pasokan.
SPBU Vivo sebelumnya mengalami kesulitan suplai Revvo 92 pada pertengahan Oktober. Kondisi tersebut menimbulkan antrean panjang dan keluhan dari pengguna kendaraan yang telah terbiasa menggunakan produk ini sebagai alternatif BBM nonsubsidi. Kini, dengan pengumuman terbaru, konsumen dapat kembali mengakses produk tersebut di beberapa lokasi.
Pihak Vivo mengambil langkah proaktif dengan memberikan pemberitahuan resmi sejak awal agar konsumen tidak kehilangan informasi. Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap distribusi Revvo 92 berlangsung lebih terukur dan tidak menyebabkan kepanikan di pasar.
Pengumuman Resmi dari Manajemen SPBU Vivo
Melalui akun resmi Instagram SPBU Vivo dengan nama pengguna spbuvivo, manajemen memberikan informasi bahwa Revvo 92 mulai didistribusikan kembali ke jaringan SPBU secara bertahap. Informasi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pasokan BBM untuk jenis ini mulai pulih setelah beberapa pekan tidak tersedia.
“Kabar gembira! Yang ditunggu sudah kembali! Kini, BBM Revvo 92 sudah tersedia kembali di SPBU Vivo secara bertahap mulai hari ini,” tulis manajemen dalam pengumuman tersebut. Informasi yang disampaikan secara terbuka ini menjadi penegasan bahwa perusahaan siap kembali melayani kebutuhan konsumen.
Selain pengumuman tersebut, manajemen Vivo juga menyediakan tautan khusus melalui s.id/stokbbmvivo untuk membantu masyarakat mengecek jumlah stok BBM di masing-masing SPBU. Langkah ini menjadi upaya agar konsumen dapat mengetahui lokasi SPBU yang telah menyediakan Revvo 92.
Kaitan Pemulihan Pasokan dengan Kesepakatan Pembelian
Ketersediaan Revvo 92 ini mulai membaik setelah adanya sinyal positif dari pembahasan pembelian suplai BBM dengan Pertamina Patra Niaga. Perusahaan pengelola SPBU Vivo disebut mendekati kesepakatan untuk membeli minyak dengan volume sekitar 100 ribu barel guna memenuhi kembali kebutuhan pasokan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa progres pembahasan pembelian ini berjalan baik. Ia menyebut jumlah pasokan yang diajukan masih mengikuti tahap diskusi dan finalisasi.
Pernyataan ini sekaligus menjelaskan alasan terjadinya pemulihan pasokan yang mulai dirasakan masyarakat.
“Awalnya juga kan Vivo sudah minta 100 ribu barel. Harusnya, ini belum diputus, harusnya ya sama,” ujar Laode ketika memberikan keterangan di Jakarta. Ia mengisyaratkan bahwa suplai tersebut akan cukup untuk memenuhi kembali kebutuhan BBM RON 92 di seluruh jaringan SPBU Vivo.
Dinamika Kelangkaan BBM di Beberapa Operator
Kelangkaan Revvo 92 di SPBU Vivo bukan satu-satunya kasus yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, kondisi serupa juga dialami oleh SPBU Shell dan British Petroleum (BP) sejak Agustus.
Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan suplai tidak hanya terjadi pada satu operator, tetapi berdampak lebih luas pada rantai distribusi bahan bakar nonsubsidi.
Masalah tersebut bertepatan dengan penyesuaian harga BBM global yang dipengaruhi kondisi pasar internasional. Pengelola SPBU harus mempertimbangkan strategi pembelian dan stok agar kegiatan operasional dapat tetap berjalan. Dalam beberapa kasus, keputusan tersebut menyebabkan distribusi produk tertentu tertunda.
Kondisi serupa di beberapa operator menciptakan gambaran bahwa pemulihan pasokan membutuhkan koordinasi lintas sektor. Situasi ini membuat konsumen harus lebih selektif dalam mencari alternatif BBM di tengah dinamika pasokan dan permintaan.
Peran Pertamina Patra Niaga dalam Menjaga Stabilitas Stok
Pertamina Patra Niaga memiliki peran penting dalam pemulihan distribusi BBM nonsubsidi. Pada Jumat, 26 September, Pertamina Patra Niaga resmi menjalin kesepakatan kerja sama dengan PT Vivo Energy Indonesia untuk mendukung pasokan bahan bakar murni atau base fuel bagi produk Revvo.
Kerja sama ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan yang lebih stabil di masa mendatang. Melalui kesepakatan tersebut, pemenuhan suplai BBM untuk Vivo diharapkan lebih terstruktur dan mengurangi potensi terjadinya kelangkaan yang berulang.
Kesepakatan suplai antar-perusahaan energi ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas pasar energi nasional. Dengan demikian, konsumen tetap memiliki pilihan BBM berkualitas sesuai kebutuhan kendaraan mereka.
Respons Konsumen dan Harapan untuk Stabilitas Pasokan
Pengumuman kembalinya Revvo 92 disambut antusias oleh konsumen yang sebelumnya mengalami kesulitan mendapatkan BBM tersebut. Banyak pengguna kendaraan berharap distribusi berjalan lancar sehingga tidak terjadi kekosongan pasokan di SPBU.
Dengan adanya informasi resmi dan mekanisme pengecekan stok daring, konsumen merasa lebih terbantu menentukan lokasi pengisian bahan bakar. Respons positif ini menunjukkan bahwa transparansi dan komunikasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Pulihnya pasokan Revvo 92 juga menjadi momentum bagi operator SPBU untuk meningkatkan koordinasi dan menjaga rantai distribusi. Konsumen kini menantikan agar situasi ini terus stabil dan tidak lagi memunculkan gangguan distribusi dalam waktu mendatang.