JAKARTA - Upaya penanganan pascabencana kembali menjadi perhatian Pemerintah Aceh Utara setelah banjir melanda sejumlah wilayah.
Dalam situasi darurat ini, Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa), turun langsung menyalurkan bantuan masa panik kepada warga yang terdampak. Penyaluran bantuan dilakukan di berbagai titik pengungsian yang berada di kawasan paling terdampak banjir.
Beberapa lokasi yang menjadi tujuan penyaluran bantuan meliputi Matang Jurong, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Lhok Rambideng, Paya Dua Uram, hingga Ule Reubek Timur di Kecamatan Seuneddon.
Kunjungan lapangan tersebut juga memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung. Kehadiran pemimpin daerah dianggap memberi dukungan moral bagi warga yang tengah menghadapi masa sulit.
Penyerahan bantuan berlangsung pada hari Ahad dan dilakukan dengan pendampingan sejumlah unsur pemerintah dan aparat keamanan. Hal ini selaras dengan komitmen pemerintah untuk bergerak cepat dalam mengurangi dampak sosial akibat bencana banjir.
Pesan Bupati: Musibah sebagai Ujian dan Kesempatan Menguatkan Solidaritas
Dalam sambutannya saat menyerahkan bantuan di Ule Reubek Timur, Bupati Aceh Utara menyampaikan bahwa musibah banjir merupakan ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian karena pemerintah hadir memberikan pendampingan dan dukungan.
Ayah Wa mengatakan, “Musibah banjir merupakan cobaan dari Allah SWT dan bencana yang tidak diharapkan oleh kita semua oleh sebab itu pengungsi harus memperbanyak sabar.” Pesan ini disampaikan untuk menumbuhkan semangat dan menguatkan psikologis warga yang tengah berada di lokasi pengungsian.
Selain itu, ia menambahkan bahwa bantuan masa panik ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Harapannya, bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban dan mempercepat pemulihan kondisi warga sehingga mereka dapat segera kembali ke rumah masing-masing.
Apresiasi dan Harapan dari Pemerintah Desa
Geuchik Paya Uram Dua, Faisal, SH, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah dalam merespons banjir. Kehadiran rombongan pemerintah bersama bantuan logistik dinilai sebagai bukti nyata bahwa masyarakat tidak dibiarkan menghadapi bencana seorang diri.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat penting karena sebagian warga masih berada di tempat pengungsian, salah satunya di SMA 1 Seuneddon yang dijadikan pusat penampungan sementara. Ia berharap penanganan banjir dapat dilakukan secara berkelanjutan agar kondisi serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
Apresiasi tersebut menunjukkan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah kabupaten dan aparatur pemerintahan tingkat desa dalam menangani dampak banjir yang terjadi.
Jenis Bantuan yang Didistribusikan kepada Pengungsi
Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bantuan masa panik yang bersumber dari Dinas Sosial. Isi bantuan mencakup kebutuhan pangan dan perlengkapan konsumsi yang mendukung kehidupan pengungsi selama berada di tenda darurat atau tempat penampungan.
Bantuan tersebut berisi beras, minyak goreng, air mineral, telur ayam, mie instan, roti, makanan anak-anak, kecap, sambal, hingga sarden. Seluruh paket bantuan dikirim ke masing-masing lokasi pengungsian sesuai data warga yang terdampak banjir. Distribusi dilakukan dengan tujuan agar kebutuhan dasar selama masa darurat dapat terpenuhi.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan harian masyarakat dan mengurangi beban psikologis selama proses pemulihan kondisi berlangsung.
Koordinasi Pemerintah dan Lembaga Terkait dalam Distribusi Bantuan
Penyaluran bantuan didampingi oleh sejumlah pejabat pemerintah beserta aparat daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut M. Nasir selaku Asisten III, Kepala Dinas Sosial Fakhrurrazi, Kepala Pelaksana BPBD Fuad Mukhtar, serta beberapa anggota DPRK Aceh Utara.
Selain itu, unsur TNI dan Polri dari tingkat kecamatan juga ikut terlibat dalam pengamanan proses distribusi bantuan. Danramil 09 Seuneddon, Kapt. Inf. Bustami, dan Kapolsek Seuneddon turut hadir bersama camat dan perangkat pemerintah kecamatan lainnya.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan adanya sinergi dalam penanganan bencana, yang menjadi faktor penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berjalan lancar.
Upaya Pemulihan Berkelanjutan Pasca Banjir
Setelah penyaluran bantuan masa panik ini, pemerintah berencana melanjutkan program pemulihan secara bertahap. Fokus berikutnya adalah memastikan kesehatan warga, ketersediaan air bersih, serta perbaikan sarana yang rusak akibat banjir.
Pemerintah juga terus mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang belum stabil. Pendampingan dari tim kesehatan dan relawan juga tetap disediakan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan seperti semula.