Kapolri

Kapolri Tinjau Kesiapan Polri Hadapi Bencana Musim Hujan dan Libur Nataru

Kapolri Tinjau Kesiapan Polri Hadapi Bencana Musim Hujan dan Libur Nataru
Kapolri Tinjau Kesiapan Polri Hadapi Bencana Musim Hujan dan Libur Nataru

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan pengecekan langsung kesiapan personel hingga sarana prasarana Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi menghadapi potensi bencana alam di musim penghujan dan libur Natal-Tahun Baru 2025-2026.

Dalam kunjungannya ke Satbrimobda Polda DIY pada Jumat, 22 November 2025, Kapolri menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh institusi terkait. Ia memastikan TNI, Polri, dan lembaga lainnya siap digerakkan ketika bencana terjadi.

Sarana yang diperiksa termasuk mobil SAR, kendaraan dapur lapangan, serta alat angkut untuk posko darurat. Kapolri mengingatkan agar seluruh peralatan selalu dalam kondisi siap pakai untuk meminimalkan risiko ketika bencana melanda.

Prediksi Musim Hujan dan La Nina Meningkatkan Potensi Bencana

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia memasuki musim penghujan mulai Oktober 2025 hingga Januari 2026. Fenomena La Nina skala lemah diprediksi akan meningkatkan intensitas curah hujan di berbagai wilayah.

Kapolri menyebutkan bahwa pada bulan November 2025, rata-rata curah hujan diperkirakan berada di atas normal. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan longsoran material yang mengancam keselamatan masyarakat.

Polri menyiapkan personel yang akan ditempatkan di lokasi rawan bencana hingga destinasi wisata. Tujuannya agar respons tanggap darurat dapat dilakukan secepat mungkin saat bencana terjadi.

Selain itu, Kapolri menekankan kewaspadaan terhadap erupsi Gunung Merapi. Penyebaran informasi dan sosialisasi dini kepada masyarakat harus dilakukan agar evakuasi berjalan lancar dan efektif.

Sosialisasi dan Informasi Evakuasi Menjadi Prioritas

Kapolri mengingatkan pentingnya edukasi masyarakat mengenai prosedur evakuasi. Informasi seperti titik kumpul, jalur evakuasi, dan perlengkapan darurat harus disosialisasikan dengan baik.

"Sehingga pada saat evakuasi harus dilakukan, masyarakat sudah memahami kapan dan ke mana harus bergerak," ujarnya. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan risiko saat bencana melanda.

Langkah ini juga termasuk distribusi informasi ke komunitas lokal dan tempat-tempat wisata. Dengan kesiapan ini, masyarakat dapat merespons potensi bencana dengan cepat dan terkoordinasi.

Sinergi Antar Lembaga Kunci Hadapi Musim Hujan dan Libur Nataru

Kapolri menegaskan bahwa kolaborasi antara semua pemangku kepentingan menjadi faktor utama menghadapi bencana. Kerja sama ini akan diuji pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2025-2026, saat mobilitas masyarakat meningkat.

Personel SAR dan Polri disiapkan untuk beroperasi di seluruh wilayah berpotensi bencana. Hal ini mencakup kesiapan menghadapi banjir, tanah longsor, serta kondisi darurat lain yang dapat muncul saat musim hujan deras.

Kapolri mengingatkan bahwa koordinasi yang baik akan mempermudah evakuasi dan penyelamatan. Selain itu, integrasi peran TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya akan memperkuat efektivitas tanggap bencana.

Peningkatan kesiapan juga dilakukan melalui pemeriksaan sarana dan prasarana. Dengan peralatan yang lengkap dan personel yang siap, risiko kerugian akibat bencana dapat diminimalkan, serta keselamatan masyarakat lebih terjamin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index