JAKARTA - Chery Group bersiap memperluas jejak produksinya di Indonesia dengan rencana pembangunan pabrik baru tahun ini. Keputusan ini menunjukkan ambisi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi di tengah permintaan mobil yang terus meningkat.
Saat ini, Chery memproduksi kendaraan di fasilitas Handal Pondok Ungu, Bekasi. Produksi mencakup merek Chery, Jaecoo, dan nantinya Lepas, dengan kapasitas mencapai 3.000 unit per bulan.
Skema Pabrik Baru Masih dalam Pertimbangan
Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia, menegaskan bahwa skema pembangunan pabrik baru masih belum final. “Apakah nanti sendiri atau joint venture, dan lain-lain itu masih belum,” ujar Rifkie di Jakarta, Jumat, 21 November 2025.
Perusahaan mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk membangun dari nol atau mengakuisisi fasilitas yang sudah ada. Rifkie menyebut bahwa semua kemungkinan masih terbuka, tergantung negosiasi dan strategi investasi Chery.
Fasilitas Handal Pondok Ungu disebut Rifkie sudah khusus untuk Chery. Dengan demikian, kemungkinan membeli atau bekerja sama lebih lanjut dengan Handal tetap dipertimbangkan.
Produksi Saat Ini di Fasilitas Handal
Pabrik Handal Pondok Ungu menjadi tulang punggung produksi Chery di Indonesia. Semua lini produksi di fasilitas tersebut telah digunakan secara maksimal oleh Chery Group, sehingga kapasitas saat ini sudah penuh.
Produksi bulanan di pabrik tersebut tercatat sekitar 3.000 unit. Jumlah ini mencakup seluruh merek yang dijalankan Chery, termasuk Jaecoo dan Lepas yang akan menyusul di lini produksi.
Rifkie menegaskan bahwa meskipun kapasitas Handal sudah penuh, perusahaan tetap melihat peluang pengembangan tambahan. Hal ini termasuk kemungkinan memanfaatkan fasilitas yang ada atau membangun pabrik baru sesuai kebutuhan.
Rencana Pembangunan Pabrik Baru Tahun Ini
Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, mengungkapkan rencana pembangunan pabrik baru akan dimulai tahun ini. “Tahun ini, kita rencananya mulai. Jadi, tunggu. Nanti kalau sudah mulai, saya kasih kabar,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin, 3 November 2025.
Shuo tidak merinci apakah yang dimaksud adalah pencarian lokasi atau tahap konstruksi fisik. Namun, ia menekankan bahwa fasilitas Handal Pondok Ungu tetap akan digunakan paralel dengan pabrik baru.
“Kan kita tidak langsung akan berhenti. Kita akan tetap lanjut bersama Handal,” jelas Shuo. Strategi ini memungkinkan perusahaan mempertahankan kapasitas produksi sembari mengembangkan fasilitas baru.
Kemungkinan Akuisisi Fasilitas yang Ada
Chery tidak menutup kemungkinan untuk mengakuisisi fasilitas yang sudah ada seperti Handal Pondok Ungu. Rifkie menyebut bahwa negosiasi masih akan menentukan skema final, terutama mempertimbangkan investasi yang sudah dilakukan di fasilitas tersebut.
Fasilitas yang ada dianggap strategis karena telah menyesuaikan lini produksi khusus untuk kendaraan Chery. Langkah ini memungkinkan percepatan produksi dan efisiensi biaya dibandingkan membangun pabrik sepenuhnya dari nol.
Opsi lain yang dipertimbangkan adalah membangun pabrik baru secara independen. Hal ini memberi fleksibilitas lebih dalam menentukan lokasi, kapasitas, dan teknologi yang akan digunakan di masa depan.
Strategi Chery Menghadapi Permintaan Pasar
Pengembangan pabrik baru sejalan dengan strategi Chery meningkatkan kapasitas untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia. Dengan populasi yang besar dan pertumbuhan kelas menengah, pasar otomotif Indonesia menjadi salah satu fokus utama produsen mobil global.
Selain kapasitas, kualitas produksi juga menjadi perhatian utama. Chery berencana memastikan fasilitas baru atau pengembangan fasilitas lama dapat memproduksi kendaraan sesuai standar global dan memenuhi target ekspor potensial.
Perusahaan juga memprioritaskan efisiensi dan teknologi modern dalam pabrik baru. Teknologi canggih diharapkan mempercepat proses perakitan, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan daya saing kendaraan Chery di pasar domestik maupun internasional.
Chery Group menegaskan komitmen untuk tetap mengoperasikan pabrik Handal Pondok Ungu sambil mempersiapkan pabrik baru. Pilihan antara membangun dari nol atau akuisisi fasilitas yang ada masih menjadi bahan pertimbangan strategis perusahaan.
Rencana ini diharapkan meningkatkan kapasitas produksi dan mendukung pertumbuhan penjualan di Indonesia. Dengan langkah ini, Chery menegaskan posisi sebagai pemain utama otomotif di pasar nasional yang kompetitif.
Perusahaan akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut setelah pembangunan pabrik mulai berjalan. Hingga saat itu, pengembangan kapasitas tetap menjadi fokus utama dalam strategi bisnis Chery di Indonesia.