JAKARTA - Upaya transisi menuju energi bersih kembali mendapat momentum baru ketika PT United Tractors Tbk. (UNTR), melalui anak usahanya PT Energia Prima Nusantara (EPN), mempercepat ekspansi pada sektor pembangkit listrik tenaga air. Langkah ini semakin menonjol setelah perusahaan memastikan keterlibatan dalam proyek PLTA berkapasitas 18 MW di Aceh yang kini tengah menunggu Letter of Intent dari PLN.
EPN menempatkan proyek ini sebagai tonggak penting dalam perluasan portofolio hydro yang sebelumnya telah menunjukkan performa positif lewat operasional PLTM Besai Kemu di Lampung. Arah pengembangan energi baru dan terbarukan tersebut sekaligus memperkuat posisi UNTR sebagai pemain utama dalam penyediaan energi ramah lingkungan di Indonesia.
Proyek PLTA Redelong 18 MW Jadi Fondasi Perluasan Hydro EPN
PT Energia Prima Nusantara memantapkan langkahnya dengan memenangkan tender PLTA Redelong 18 MW di Aceh dan menyiapkan entitas khusus, PT Redelong Hydro Energy (RHE), sebagai pelaksana utama proyek tersebut. Keputusan ini menandai fokus EPN pada pengembangan pembangkit hydro berskala menengah yang dinilai efisien dari sisi konstruksi maupun perizinan.
Direktur EPN, Boy Gemino Kalauserang, menjelaskan bahwa pihaknya kini hanya menunggu terbitnya LOI dari PLN sebelum masuk ke tahap penandatanganan Power Purchase Agreement. Ia memastikan bahwa setelah proses tersebut tuntas, perusahaan akan langsung menargetkan penyelesaian financial closing dalam jangka waktu sekitar enam bulan.
“Kami sudah menang tender PLTA Redelong 18 MW di Aceh dan saat ini menunggu LOI dari PLN. Setelah LOI terbit, kami akan masuk ke proses PPA dan financial closing,” ujar Boy ketika ditemui di PLTM Besai Kemu pada Kamis, 20 November 2025. Ia menekankan bahwa PLTA Redelong akan memberikan kontribusi penting karena kapasitasnya berada di kelas menengah dengan potensi operasional yang cukup stabil.
Menurut Boy, proyek hydro menengah semacam ini menawarkan kombinasi ideal antara kapasitas yang besar dan efisiensi teknis, tanpa kompleksitas setinggi pembangunan pembangkit berskala besar. EPN menilai model pembangunan seperti ini mampu mempercepat peningkatan bauran energi bersih nasional secara efektif.
Selain mengerjakan PLTA Redelong, EPN juga sudah menyiapkan strategi untuk mengikuti tender sejumlah proyek minihidro lain di Aceh yang sebelumnya masuk daftar DPT PLN. Salah satunya adalah proyek berkapasitas sekitar 7,2 MW yang diperkirakan akan kembali dibuka dalam gelombang tender mendatang.
“Kami melihat Aceh sebagai wilayah dengan potensi hydro yang sangat besar. Ketika tender dibuka, kami siap masuk karena baik secara teknis maupun finansial, kami memenuhi syarat,” ujar Boy menegaskan komitmen EPN terhadap pengembangan energi hijau di wilayah tersebut.
Portofolio Hydro Kian Kokoh Berkat Arkora dan PLTM Besai Kemu
Pilar energi bersih yang dikembangkan United Tractors tidak hanya bertumpu pada proyek PLTA Redelong, tetapi juga diperkuat oleh kepemilikan saham EPN di Arkora Hydro Tbk. sebesar 31 persen. Arkora saat ini memiliki pipeline pengembangan hydro lebih dari 200 MW di berbagai wilayah Indonesia, sehingga memperkuat eksposur UNTR pada bisnis energi terbarukan.
Selain itu, rekam jejak keberhasilan PLTM Besai Kemu yang berlokasi di Way Kanan, Lampung, juga menjadi landasan utama yang memberi keyakinan terhadap perluasan bisnis hydro di tahap berikutnya. Pembangkit tersebut mulai beroperasi secara komersial pada Januari 2024 dengan kapasitas 2×3,5 MW dan terhubung ke jaringan PLN melalui jalur transmisi sepanjang 13 kilometer menuju GI Bukit Kemuning.
Sepanjang 2025, PLTM Besai Kemu mencatatkan produksi stabil di kisaran 44–45 GWh sehingga melampaui proyeksi awal perusahaan sebesar 39 GWh. Kinerja positif ini didorong oleh dukungan hidrologi yang relatif basah dan perubahan sistem menjadi trash rack mekanis yang menurunkan downtime.
Head UEP, Asep Mulyana, menyebutkan bahwa perusahaan optimistis dapat mempertahankan produksi pada kisaran angka yang sama pada tahun 2026. Ia menilai bahwa selama kondisi debit air tetap memadai, potensi produksi pembangkit akan tetap berada dalam batas stabil yang disyaratkan oleh PLN.
“Selama debit air memadai, kami optimistis mempertahankan produksi 44–45 GWh. Bagi PLN, kestabilan pasokan jauh lebih penting,” jelas Asep. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pengelola pembangkit dan komunitas lokal menjadi salah satu faktor pendukung keberlanjutan pengoperasian fasilitas tersebut.
Menariknya, area PLTM Besai Kemu seluas 52 hektare tidak seluruhnya digunakan sebagai zona fasilitas pembangkit. Sebagian lahan telah dimanfaatkan melalui kerja sama dengan BUMDes untuk kegiatan budidaya ikan nila, kopi, jagung, dan padi sebagai program pemberdayaan ekonomi lokal bagi masyarakat sekitar.
Portofolio Energi Bersih UNTR Meluas dari Hydro hingga PLTSa
PT Energia Prima Nusantara tidak hanya berfokus pada pengembangan hydro, tetapi juga mengelola portofolio energi bersih yang jauh lebih luas untuk mendukung strategi transisi energi United Tractors. Hingga tahun 2025, EPN telah memasang lebih dari 17 MWp PLTS atap di berbagai fasilitas industri dan komersial milik Grup Astra.
Selain itu, perusahaan mengoperasikan aset geothermal berkapasitas 91,2 MW di Rantau Dedap sebagai salah satu kontribusi terbesar dalam portofolio energi terbarukan. EPN juga sedang menyiapkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka berkapasitas 40 MW yang kini masih dalam tahap negosiasi PPA bersama PLN dan konsorsium mitra asal Jepang.
Di sektor hydro, EPN memaksimalkan sinergi antara UY Energi Perdana dan Arkora Hydro untuk memperluas jangkauan pengembangan di berbagai daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong percepatan implementasi energi bersih sesuai target pembangunan nasional pada dekade mendatang.
Langkah EPN dalam memperkuat energi baru dan terbarukan semakin menjadi fokus utama perusahaan, terutama sebagai bagian dari transformasi United Tractors menuju bisnis yang lebih berkelanjutan. Dengan memprioritaskan proyek-proyek yang memiliki potensi jangka panjang, perusahaan berharap dapat memberikan dampak signifikan bagi kebutuhan energi hijau di Indonesia.
Komitmen Jangka Panjang United Tractors pada Transisi Energi Nasional
Langkah ekspansif UNTR melalui EPN menunjukkan bahwa perusahaan menempatkan energi bersih sebagai pilar strategis untuk pertumbuhan masa depan. Dengan proyek PLTA Redelong 18 MW yang menunggu finalisasi LOI, hingga PLTM Besai Kemu yang mencatatkan performa stabil, arah pengembangan energi terbarukan perusahaan kian jelas.
Portofolio yang semakin luas dari hydro, PLTS, geothermal, hingga PLTSa memperlihatkan bahwa perusahaan tidak sekadar mengikuti tren, melainkan benar-benar mempersiapkan fondasi besar untuk transformasi energi nasional. Kombinasi keahlian teknis, dukungan finansial, dan komitmen jangka panjang menjadi modal utama dalam memperkuat peran UNTR di sektor energi bersih Indonesia.
Dengan potensi pengembangan hydro yang terus bertumbuh di Aceh dan berbagai wilayah lain, langkah ekspansi ini diyakini akan memberi kontribusi signifikan bagi pasokan listrik bersih nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi masa depan, strategi UNTR melalui EPN memberikan sinyal kuat bahwa sektor swasta mampu menjadi motor penting bagi percepatan transisi energi di Tanah Air.