Strategi Cerdas Avia Avian Mempertahankan Pertumbuhan di Tengah Pelemahan Daya Beli Tahun 2026

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:55:56 WIB
Strategi Cerdas Avia Avian Mempertahankan Pertumbuhan di Tengah Pelemahan Daya Beli Tahun 2026

JAKARTA - Di tengah situasi ekonomi makro yang belum sepenuhnya pulih dan daya beli masyarakat yang masih tertekan, sejumlah perusahaan tetap berusaha menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya. Salah satunya adalah PT Avia Avian Tbk (AVIA) yang tetap percaya diri dapat mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2026.

Keyakinan tersebut muncul meskipun kondisi ekonomi masih menghadirkan berbagai tantangan, terutama bagi segmen konsumen kelas menengah ke bawah. Namun perusahaan menilai peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama dengan strategi ekspansi, inovasi produk, dan penguatan jaringan distribusi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Target Pertumbuhan Pendapatan dan Laba di Tahun 2026

Head of Investor Relations AVIA, Andreas Timothy, yakin Avia Avian masih bisa membukukan pertumbuhan pendapatan 6% hingga 10% di tahun ini. “Untuk tahun 2026, AVIA membidik pertumbuhan pendapatan sama seperti tahun lalu yakni tumbuh 6% hingga 10% dengan pertumbuhan volume sebesar 4% - 8%,” tutur dia.

Sementara laba bersih, Avian Brands berharap bisa membukukan pertumbuhan mid single digit hingga double digit. Target tersebut dipandang realistis mengingat kinerja perusahaan masih menunjukkan tren yang cukup solid dalam beberapa waktu terakhir.

Tahun lalu, AVIA membukukan laba bersih Rp 1,74 triliun meningkat 4,99% secara tahunan dari periode tahun 2024 sebesar Rp 1,66 triliun. Sementara penjualan perusahaan ini tumbuh 8,73% secara tahunan menjadi Rp 8,12 triliun.

Andreas bilang, rasa percaya diri pertumbuhan kinerja tersebut terlihat dari hasil kinerja hingga Februari 2026 yang masih tumbuh double digit dibanding tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk cat Avian masih tetap terjaga meskipun tekanan ekonomi belum sepenuhnya mereda.

Meski daya beli kelas menengah bawah belum sepenuhnya pulih, dia menilai permintaan relatif stabil dengan momentum musiman seperti Lebaran yang biasanya mendorong kenaikan penjualan 10%–20% sebulan sebelum Hari Raya. Momentum tersebut kerap dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan renovasi rumah atau mempercantik hunian sebelum perayaan.

Namun pola penjualan setelah periode Lebaran biasanya akan mengalami penyesuaian. Kondisi ini menjadi siklus yang sudah dipahami oleh perusahaan setiap tahunnya.

Tapi Andreas mengakui jika sebulan setelah Lebaran penjualan akan turun. “Karena tukang cat biasanya pulang kampung jadinya secara total relatif akan tumbuh single digit,” tutur dia.

Strategi Organik Dorong Pertumbuhan Bisnis

Selain melihat dari kinerja dalam dua bulan pertama di tahun ini, Avian juga melakukan berbagai upaya untuk mendorong kinerja secara organik. Andreas menyebut, di tahun ini, perusahaan akan meluncurkan produk baru, ekspansi mesin tinting, menambah distribusi chanel, dan optimalisasi sistem berbasis IT dan AI.

Langkah tersebut dilakukan agar perusahaan tidak hanya bergantung pada momentum pasar, tetapi juga aktif menciptakan peluang pertumbuhan baru. Inovasi produk juga dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga daya saing di industri cat yang semakin kompetitif.

“Kami secara rutin meluncurkan produk baru. Tahun lalu kami membuat 12 produk baru, tahun ini akan ada produk baru lagi,” terang Andreas.

Peluncuran produk baru ini diharapkan dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi konsumen. Selain itu, inovasi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi merek di pasar cat dekoratif nasional.

Di sisi lain, Avian juga akan memperluas kapasitas produksinya melalui pembangunan fasilitas manufaktur baru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi peningkatan permintaan pasar.

Pabrik Baru Cirebon dan Fokus Produk Unggulan

Pada tahun ini, Avia juga akan mengoperasikan pabrik baru di Cirebon yang mulai commissioning pada Juni 2026. Pada tahap awal, fasilitas tersebut akan beroperasi dengan kapasitas 100.000 metrik ton dari total kapasitas terpasang 225.000 metrik ton.

Pabrik tersebut akan fokus produksi pada wall paint dan waterproofing dua segmen yang dinilai memiliki momentum pertumbuhan paling kuat. Kedua jenis produk tersebut memiliki permintaan yang terus meningkat seiring pertumbuhan sektor properti dan renovasi rumah.

Wall paint menyumbang sekitar 50% dari total pasar cat dekoratif nasional, dengan pertumbuhan tahun lalu tercatat double digit atau di atas 10%. Hal ini menjadikan segmen tersebut sebagai salah satu pilar utama dalam strategi ekspansi perusahaan.

Selain memperkuat produksi, Avian juga terus menekankan pentingnya keunggulan jaringan distribusi. Distribusi yang luas dianggap sebagai salah satu faktor utama yang membuat produk perusahaan mudah dijangkau konsumen di berbagai wilayah.

Menurut Andreas, keunggulan utama AVIA terletak pada jaringan distribusi. Sejak 2000, perusahaan membangun jaringan distribusi sendiri dan kini memiliki 144 titik distribusi nasional.

Jaringan tersebut memastikan produk tersedia dekat dengan konsumen dan proyek konstruksi, sehingga memperkuat loyalitas toko serta kontraktor. Dengan sistem distribusi yang terintegrasi, perusahaan dapat menjaga ketersediaan produk secara konsisten di pasar.

Investasi Mesin Tinting Perkuat Jaringan Toko

Cara lain untuk mendorong kinerja, Avian akan investasi lebih besar di mesin tinting alias mesin oplos cat di toko mitra. Investasi di mesin tinting akan memungkinkan mitra toko menghasilkan lebih banyak warna cat dari empat base warna.

Sehingga toko mitra akan lebih efisien dari sisi inventory dan modal kerja. Sistem ini juga mempermudah konsumen untuk mendapatkan variasi warna yang lebih luas tanpa harus menunggu proses produksi tambahan.

Hingga saat ini, Avia Avian telah memiliki sekitar 7.000 mesin tinting yang telah beroperasi. Perusahaan ini akan terus memperluas penetrasi mesin tinting agar semakin banyak toko yang dapat memberikan layanan pencampuran warna secara langsung.

“Nanti kami akan pinjamkan gratis dengan syarat minimum order tertentu,” kata Andreas. Skema tersebut menjadi strategi perusahaan untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan loyalitas mitra toko.

Nah di tahun ini, Avia Avian menargetkan bisa menambah 1.000 unit. Penambahan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi dan mempercepat layanan kepada konsumen.

Sebagai gambaran biaya untuk menambah mesin tinting per unit sebesar Rp 75 juta. Ini artinya Avian membutuhkan modal Rp 75 miliar untuk penambahan mesin.

Dengan berbagai strategi tersebut, perusahaan berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Ekspansi produksi, inovasi produk, serta penguatan distribusi diyakini akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kinerja positif perusahaan sepanjang tahun ini.

Terkini