JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk ditunjuk mengerjakan proyek Sekolah Rakyat (SR) Tahap II senilai Rp3,87 triliun. Perusahaan BUMN ini membawahi empat proyek di empat provinsi sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan.
Proyek Strategis di Sulawesi Selatan dan Jawa Timur
Salah satu proyek SR berada di Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai Rp1,23 triliun. Pembangunan mencakup lima kabupaten yakni Wajo, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru, ditargetkan rampung pertengahan 2026.
Selain itu, Waskita Karya mengerjakan proyek di Jawa Timur senilai Rp1,16 triliun. Pembangunan tersebar di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, dan Kota Surabaya, dengan durasi pengerjaan delapan bulan.
Fasilitas Pendidikan Lengkap dan Ramah Lingkungan
Waskita membangun SD hingga SMA lengkap dengan asrama, kantin, sarana olahraga, tempat ibadah, dan gedung serbaguna. Seluruh konstruksi menggunakan material ramah lingkungan dan metode kerja yang memperhatikan keselamatan serta efisiensi.
Prinsip ini sejalan dengan komitmen ESG dan konstruksi berkelanjutan. Tujuannya agar fasilitas pendidikan memberikan kenyamanan dan mendukung kualitas belajar siswa.
Proyek Lain di Sumatera Selatan dan Aceh
Di Sumatera Selatan, Waskita Karya membangun Sekolah Rakyat senilai Rp719,5 miliar. Lokasi proyek berada di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Empat Lawang.
Sementara di Aceh, proyek senilai Rp757,05 miliar dilaksanakan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam. Kontrak proyek ini ditandatangani pada Desember 2025 di Kantor Kementerian PU, Jakarta.
Komitmen Waskita Karya Mendukung Pemerintah
Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary WSKT, menyatakan perusahaan siap mendukung program pemerintah dalam menyejahterakan rakyat. Waskita Karya berpengalaman lebih dari 65 tahun dalam proyek konstruksi skala besar.
Perusahaan fokus memastikan setiap sekolah dibangun cepat dan berkualitas. Hal ini menjadi bentuk nyata dukungan Waskita terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Target dan Kapasitas Sekolah Rakyat Tahap II
Sekolah Rakyat Tahap II dirancang menampung total 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar. Rinciannya 1.872 rombongan SD, 936 rombongan SMP, dan 936 rombongan SMA, dengan kapasitas per lokasi 1.080 siswa dan 36 rombongan belajar.
Pembangunan tersebar di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Sebanyak 26 lokasi di Sumatera, 40 di Jawa, 12 di Kalimantan, dan 16 di Sulawesi, memastikan pemerataan akses pendidikan.
Sekolah Rakyat sebagai Investasi SDM Jangka Panjang
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan Sekolah Rakyat adalah investasi jangka panjang. Fasilitas pendidikan ini akan membangun SDM unggul dengan kualitas pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.
Waskita Karya berperan penting dalam mewujudkan visi tersebut. Perusahaan memastikan setiap sekolah dibangun sesuai standar teknis, tepat waktu, dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dampak Positif bagi Pemerataan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
Proyek ini mendukung cita-cita Presiden Prabowo dalam menghapus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Pembangunan SR di berbagai provinsi memberi kesempatan anak-anak di daerah terpencil mengakses pendidikan berkualitas.
Dengan kehadiran fasilitas lengkap dan modern, proses belajar mengajar akan lebih optimal. Selain itu, proyek ini juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar lokasi sekolah.