Bank Jago Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Memperkuat SDM dan Transformasi Digital 2026

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:47:32 WIB
Bank Jago Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Memperkuat SDM dan Transformasi Digital 2026

JAKARTA - PT Bank Jago Tbk (ARTO) menegaskan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Sumber daya manusia tetap menjadi inti penggerak bisnis, dengan AI berperan sebagai co-pilot dalam setiap proses kerja.

Head of People & Culture Bank Jago, Pratomo Soedarsono, menyebut bahwa penguatan kapabilitas AI internal ditujukan untuk menangani tugas rutin dan repetitif. Sementara itu, keputusan penting tetap berada di tangan manusia untuk membimbing tim dan membangun kepercayaan dengan nasabah.

“Kami di Bank Jago memposisikan AI sebagai co-pilot, bukan autopilot. AI bukan pengganti manusia, tetapi mitra yang memperkuat peran dan kreativitas setiap Jagoan,” ujar Pratomo dalam keterangannya, Senin, 2 Maret 2026.

Integrasi AI dalam Pengelolaan SDM

Sebagai bank berbasis teknologi, Bank Jago menggunakan AI dalam berbagai aspek pengelolaan SDM. Mulai dari rekrutmen, pengelolaan kinerja, hingga pengembangan keterampilan, AI membantu mencocokkan kompetensi kandidat secara presisi dan memprediksi kebutuhan talenta digital.

AI juga digunakan untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan dan memetakan pengembangan kapasitas karyawan. Hal ini memungkinkan manajemen membuat keputusan berbasis data tanpa mengurangi peran manusia dalam konteks strategis.

Dalam praktik sehari-hari, AI difokuskan untuk menyederhanakan proses kerja. Bank Jago menggunakan AI untuk membantu menyusun informasi, memproses data, dan mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat.

Namun, semua keputusan tetap berada di tangan manusia, dengan prinsip akuntabilitas dan konteks yang jelas. Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara efisiensi teknologi dan tanggung jawab profesional.

Pengembangan Kapabilitas dan Digital Academy

Bank Jago mendorong pengembangan kapabilitas AI melalui program pembelajaran berbasis kelas bersama mitra global dan institusi data. Program ini disesuaikan langsung dengan kebutuhan pekerjaan agar karyawan dapat menguasai teknologi secara efektif.

Untuk memperluas akses belajar, Bank Jago mendirikan Jago Digital Academy (JDA). Platform ini telah diikuti lebih dari 18 ribu peserta, memberikan pelatihan digital dan AI yang relevan dengan peran masing-masing karyawan.

“AI tidak boleh berhenti sebagai tools. Tantangannya adalah bagaimana menjadikannya bagian dari alur pekerjaan sehari-hari, tanpa menghilangkan tanggung jawab manusia,” jelas Pratomo. Dengan demikian, AI mendukung pengembangan SDM yang lebih personal dan tepat sasaran.

Persona Jagoan dalam Transformasi AI

Bank Jago membagi perjalanan pemanfaatan AI menjadi tiga persona Jagoan. Tahap pertama adalah explorer, di mana AI digunakan untuk membantu tugas harian dan meningkatkan efisiensi kerja.

Selanjutnya, tahap pilot, di mana AI diintegrasikan dalam proses kerja dan solusi masalah lebih kompleks. Tahap terakhir adalah architect, yang melibatkan karyawan merancang dan membangun solusi AI untuk mendorong inovasi nyata di organisasi.

Selain itu, Capability Journey diperkenalkan untuk memberikan peta pengembangan karier yang jelas. Pendekatan ini membantu diskusi antara karyawan dan atasan lebih konkret dan terarah, sambil memastikan pertumbuhan kemampuan digital selaras dengan kebutuhan organisasi.

“Peta ini membantu kami melihat potensi individu dan memastikan setiap langkah pengembangan selaras dengan kebutuhan organisasi, sambil mendukung pertumbuhan kemampuan digital karyawan,” jelas Pratomo.

Dampak AI pada Kinerja dan Layanan

Pemanfaatan AI mengikuti perjalanan karyawan sejak proses rekrutmen hingga pengelolaan kinerja. AI juga digunakan untuk pengembangan keterampilan, pengolahan survei keterlibatan, dan umpan balik 360 derajat, sehingga setiap langkah dapat dipantau secara objektif.

Ke depan, Bank Jago mengembangkan asisten pribadi berbasis AI. Asisten ini akan membantu karyawan mengakses informasi dan menjalankan layanan mandiri dengan lebih cepat dan praktis, mendukung efektivitas kerja sehari-hari.

Bank Jago memastikan setiap inisiatif AI mengikuti panduan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Optimalisasi AI selalu mengedepankan transparansi, melibatkan manusia sebagai pengambil keputusan akhir, dan memiliki jejak audit yang jelas untuk menjaga akuntabilitas.

Budaya kerja yang adaptif menjadi fokus, dengan memberi ruang bagi karyawan untuk tumbuh, berinovasi, dan berkolaborasi. Hal ini menciptakan ide-ide baru yang solutif sekaligus mendorong pertumbuhan profesional setiap Jagoan.

Pertumbuhan Nasabah dan Kinerja Keuangan

Hingga akhir kuartal III 2025, Bank Jago mencatat total nasabah 18,6 juta. Dari jumlah itu, 14,5 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah, meningkat lebih dari 4,5 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank Jago menyalurkan kredit sebesar Rp 23,5 triliun hingga akhir September 2025, tumbuh 36 persen dibandingkan Rp 17,3 triliun pada periode sama 2024. Penyaluran kredit dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, tercermin dari NPL gross rendah di 0,4 persen, di bawah rata-rata perbankan nasional.

Pertumbuhan kredit yang sehat mendukung kenaikan total aset Bank Jago menjadi Rp 34,5 triliun per September 2025. Nilai ini naik 28 persen dari posisi September 2024 sebesar Rp 26,8 triliun, menunjukkan kinerja yang solid.

Laba bersih setelah pajak (net profit after tax) tercatat Rp 199 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Angka ini meningkat 132 persen dari Rp 86 miliar pada periode sama 2024, mencerminkan efisiensi operasional dan pemanfaatan AI yang efektif.

Rasio kredit terhadap simpanan (LDR) berada pada 98 persen, sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 32,9 persen. Kombinasi pertumbuhan DPK dan kredit yang positif menunjukkan fundamental Bank Jago tetap kuat, sekaligus mendukung ekspansi digital dan pengembangan SDM.

Terkini