Gaji Pokok Adalah: Pengertian, Faktor, Rumus Hitung dan Contohnya

Senin, 02 Maret 2026 | 11:06:56 WIB
gaji pokok adalah

Jakarta - Gaji pokok adalah jumlah pembayaran dasar yang diterima oleh karyawan dari perusahaan sesuai dengan standar upah yang berlaku di tempat kerja. 

Biasanya, gaji pokok ini diberikan setiap bulan sebagai kompensasi atas pekerjaan yang telah dilakukan. 

Namun, perlu diingat bahwa gaji pokok tidak sama dengan take home pay yang diterima karyawan, karena gaji pokok merupakan salah satu komponen dalam total gaji yang diterima.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan gaji pokok? Apa saja faktor yang mempengaruhi besar gaji pokok? 

Dan bagaimana cara menghitungnya? Semua pertanyaan tersebut akan kami bahas dalam artikel ini. 

Gaji pokok adalah dasar dari komponen gaji, dan pemahaman tentangnya sangat penting. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

?Gaji Pokok Adalah

Gaji pokok adalah pembayaran dasar yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan atas pekerjaan yang dilakukan. 

Biasanya, gaji ini dibayarkan setiap bulan, dan beberapa perusahaan menggunakan istilah lain seperti upah minimum pokok atau base salary untuk menyebutnya.

Jumlah gaji pokok yang diterima karyawan bisa bervariasi, karena hal ini bergantung pada jenis pekerjaan dan kesepakatan antara karyawan dan perusahaan.

Menurut Pasal 94 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, gaji pokok minimum harus mencapai 75% dari total gaji pokok dan tunjangan tetap.

Dengan kata lain, gaji pokok berbeda dengan tunjangan, yang berpengaruh pada total take home pay yang akan diterima setiap bulannya. 

Untuk memahami lebih lanjut, simak penjelasan mengenai perbedaan antara gaji pokok, tunjangan, dan take home pay di bawah ini!

?Perbedaan Gaji Pokok, Take Home Pay, dan Tunjangan

Untuk poin pertama, kita akan menjelaskan perbedaan antara gaji pokok dan tunjangan. 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gaji pokok merupakan pembayaran dasar yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan mereka.

Sementara itu, tunjangan merujuk pada fasilitas atau tambahan pendapatan yang diberikan di luar gaji pokok. 

Jenis tunjangan dapat bervariasi antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. 

Beberapa perusahaan memberikan tunjangan dalam bentuk uang tunai, sementara yang lain menyediakan tunjangan non-tunai, seperti kendaraan dinas, makan siang, atau asuransi kesehatan.

Gaji pokok biasanya dibayarkan secara berkala, umumnya setiap bulan, dan beberapa jenis tunjangan juga diberikan bersamaan dengan gaji pokok tersebut. 

Namun, ada juga tunjangan yang diberikan pada waktu tertentu saja, seperti tunjangan hari raya (THR) yang biasanya diberikan menjelang hari raya keagamaan.

Lalu, apakah total gaji pokok dan tunjangan sama dengan take home pay? Ternyata tidak. 

Perbedaan antara take home pay dan gaji pokok terletak pada komponen-komponen yang menyusunnya. 

Take home pay adalah jumlah gaji bersih yang diterima karyawan setelah dipotong berbagai biaya. Ini mencakup gaji pokok, tunjangan, bonus, atau insentif lain. 

Untuk menghitung take home pay, perusahaan akan menjumlahkan seluruh komponen gaji terlebih dahulu, kemudian menguranginya dengan biaya-biaya seperti pajak, iuran BPJS, asuransi, atau cicilan perusahaan. 

Setelah pengurangan, jumlah yang tersisa adalah take home pay yang diterima karyawan.

?Fungsi Gaji Pokok

Gaji pokok bukan hanya sekadar bentuk imbalan atas pekerjaan yang dilakukan karyawan, tetapi juga memiliki berbagai fungsi penting baik bagi karyawan maupun perusahaan. Berikut ini beberapa fungsi utama dari gaji pokok:

1. Sebagai sumber penghasilan utama bagi karyawan

Dalam dunia kerja, setiap karyawan diharapkan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan yang dimiliki. 

Sebagai imbalan atas kontribusi mereka, perusahaan wajib memberikan gaji pokok, yang menjadi sumber penghasilan utama bagi karyawan.

2. Sebagai dasar perhitungan tunjangan lain

Setiap tunjangan yang diberikan perusahaan biasanya dihitung berdasarkan gaji pokok. 

Misalnya, untuk tunjangan hari raya (THR), karyawan yang telah bekerja selama setahun penuh akan menerima THR yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok mereka.

3. Sebagai indikator nilai dan kontribusi karyawan bagi Perusahaan

Gaji pokok mencerminkan sejauh mana kontribusi karyawan terhadap perusahaan. Semakin baik performa dan kontribusi karyawan, umumnya semakin besar pula gaji pokok yang diberikan, bersama dengan tunjangan dan manfaat lainnya. 

Oleh karena itu, jumlah gaji pokok bisa berbeda-beda antar karyawan, tergantung pada peran dan kinerja mereka.

4. Sebagai alat untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik

Sebagai hak karyawan, gaji pokok juga berperan penting dalam menarik dan mempertahankan talenta terbaik. 

Dengan memberikan gaji pokok yang kompetitif, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawan merasa dihargai dan memiliki insentif untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut. 

Besarnya gaji pokok dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat meningkatkan daya tarik perusahaan di mata karyawan potensial.

Fungsi-fungsi ini menunjukkan bahwa gaji pokok lebih dari sekadar pembayaran rutin, melainkan merupakan bagian penting dari hubungan antara karyawan dan perusahaan.

?Faktor yang Memengaruhi Gaji Pokok

Dalam menetapkan gaji untuk karyawan, perusahaan akan mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh, mulai dari pengalaman kerja hingga regulasi yang ada. 

Berikut adalah beberapa faktor umum yang memengaruhi besaran gaji pokok:

1. Keterampilan dan pengalaman

Tingkat keterampilan dan pengalaman kerja karyawan sering kali sebanding dengan besarnya gaji pokok yang diterima. 

Semakin banyak pengalaman dan keterampilan yang dimiliki, kemungkinan besar perusahaan akan memberikan gaji yang lebih tinggi. 

Terutama jika karyawan memiliki jabatan penting, di mana tanggung jawab yang lebih besar biasanya diimbangi dengan gaji yang lebih besar pula.

2. Tingkat Pendidikan

Meski menurut Pasal 81 Angka 33 Perppu Cipta Kerja, tingkat pendidikan tidak lagi menjadi faktor utama dalam penentuan gaji pokok, beberapa perusahaan masih mempertimbangkan hal ini. 

Secara umum, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin besar kemungkinan gaji pokok yang akan diterima.

3. Lokasi pekerjaan

Lokasi tempat bekerja juga memengaruhi gaji pokok. Biasanya, perusahaan akan mengacu pada Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. 

Oleh karena itu, jumlah gaji pokok bisa berbeda-beda tergantung pada wilayah di mana perusahaan beroperasi, mengingat UMK setiap daerah bisa bervariasi.

4. Ukuran Perusahaan

Skala atau ukuran perusahaan sangat berpengaruh terhadap besaran gaji pokok yang diberikan. 

Perusahaan besar, dengan kemampuan finansial yang lebih kuat, cenderung menawarkan gaji pokok yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan kecil atau menengah.

5. Industri

Setiap sektor industri memiliki standar gaji pokok yang berbeda-beda. Misalnya, industri teknologi informasi (IT) biasanya memiliki gaji pokok yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan sektor lainnya. 

Perusahaan dalam industri tertentu biasanya mempertimbangkan standar gaji di sektor mereka dalam menentukan gaji pokok karyawan.

6. Permintaan dan penawaran tenaga kerja

Jumlah tenaga kerja yang tersedia di pasar juga memengaruhi besaran gaji pokok. Jika tenaga kerja untuk suatu posisi langka dan sangat dibutuhkan, perusahaan akan cenderung menawarkan gaji pokok yang lebih tinggi untuk menarik kandidat yang tepat.

7. Biaya hidup

Biaya hidup di suatu daerah menjadi faktor penting dalam menentukan gaji pokok. Perusahaan biasanya akan memperhitungkan standar kebutuhan hidup layak (KHL) yang dihitung berdasarkan data yang ada.

 KHL ini menggambarkan standar hidup layak bagi karyawan di daerah tersebut, dan jumlahnya seringkali diperbarui setiap lima tahun oleh Dewan Pengupahan Nasional.

8. Peraturan pemerintah

Perusahaan wajib mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia, baik itu mengenai upah minimum, regulasi kementerian, maupun peraturan pemerintah terkait pengupahan. 

Oleh karena itu, penetapan gaji pokok harus sesuai dengan regulasi tersebut untuk memastikan hak-hak karyawan terpenuhi sesuai ketentuan hukum yang ada.

?Rumus Menghitung Gaji Pokok

Sebenarnya, tidak ada rumus pasti yang berlaku di Indonesia untuk menentukan gaji pokok. Namun, sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan, gaji pokok minimal harus mencapai 75% dari total gaji pokok dan tunjangan yang diterima oleh karyawan.

Sebagai contoh, jika total gaji yang diterima adalah Rp6 juta, maka perhitungan gaji pokok minimalnya adalah:
Rp6 juta x 75% = Rp4,5 juta.

?Contoh Perhitungan Gaji Karyawan

Meskipun tidak ada rumus tetap untuk gaji pokok, perhitungan gaji bulanan atau take home pay karyawan tetap dapat dilakukan dengan memperhitungkan berbagai komponen. Berikut adalah contoh cara menghitung gaji karyawan:

  • Gaji pokok: Rp4.500.000
  • Tunjangan tetap: Rp500.000
  • Bonus bulan ini: Rp500.000
  • PPh: Rp125.000
  • Iuran BPJS: Rp200.000

Berdasarkan rincian di atas, perhitungan gaji bersih atau take home pay adalah sebagai berikut:

Take home pay = total pendapatan - potongan gaji
= (Rp4.500.000 + Rp500.000 + Rp500.000) - (Rp125.000 + Rp200.000)
= Rp5.500.000 - Rp325.000
= Rp5.175.000

Jadi, gaji bersih yang akan diterima oleh karyawan dengan rincian tersebut adalah Rp5.175.000 per bulan.

?Sebagai penutup, gaji pokok adalah komponen utama dalam penghasilan karyawan yang dihitung berdasarkan berbagai faktor dan menjadi dasar perhitungan tunjangan dan gaji bersih.

Terkini