KAQI Menargetkan Laba Naik Hingga 30 Persen dengan Ekspansi Bengkel Baru di Jawa dan Bali

Senin, 02 Maret 2026 | 10:53:19 WIB
KAQI Menargetkan Laba Naik Hingga 30 Persen dengan Ekspansi Bengkel Baru di Jawa dan Bali

JAKARTA - Emiten jasa otomotif PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 25% hingga 30% pada 2026. Target ini seiring dengan rencana ekspansi pembukaan bengkel baru di berbagai kota strategis di Jawa dan Bali.

KAQI merupakan spesialis perbaikan kaki-kaki kendaraan roda empat. Perusahaan berdiri sejak 2010 dan hingga kini telah mengoperasikan 22 cabang yang tersebar di Jawa dan Bali.

Direktur Utama KAQI, Imam Sujono, menyampaikan target penjualan dan laba bersih pada 2026 diperkirakan meningkat 25% hingga 30%. Strategi ini mengandalkan ekspansi cabang-cabang baru sekaligus efisiensi operasional sebagai kunci pencapaian target.

Perseroan sedang mempersiapkan pembukaan cabang baru di Bogor serta penambahan cabang di Gianyar, Bali. “Langkah ini akan semakin mengukuhkan dominasi perseroan di Bali, yang saat ini sudah memiliki tiga cabang besar,” ujarnya dalam siaran pers pada Senin, 2 Maret 2026.

Permintaan Servis yang Stabil dan Perlindungan Pelanggan

Permintaan atas servis kaki-kaki mobil cenderung inelastis terhadap inflasi. Artinya, ketika masalah muncul pada kendaraan, pemilik mobil harus segera melakukan perbaikan.

KAQI mengedepankan keterjangkauan dan kualitas pelayanan. Perusahaan memberikan jaminan perlindungan servis gratis selama satu tahun apabila masalah yang sama muncul kembali setelah perawatan.

Model bisnis KAQI menekankan penyebaran titik pelayanan yang luas. Hal ini mendorong pembukaan cabang baru, khususnya di pulau Jawa dan Bali, untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Pembukaan bengkel dapat dilakukan dengan modal sendiri atau skema Kerja Sama Operasional (KSO) bersama investor strategis. Langkah ini memungkinkan ekspansi lebih cepat sambil menjaga efisiensi modal.

Rencana Pembagian Dividen dan Komitmen pada Investor

KAQI berencana membagikan dividen kepada investor pada 2026. Hal ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan atas pencapaian pertumbuhan organik serta apresiasi terhadap pemegang saham.

Direktur Keuangan KAQI, Dodon Tri Koeswardana, menyampaikan strategi ekspansi tercermin dari realisasi penggunaan dana IPO. Sampai November 2025, KAQI telah merealisasikan dana IPO sebesar Rp47,32 miliar atau 95,46% dari total dana.

Sebanyak Rp40,22 miliar atau 81,12% digunakan untuk belanja modal (capex). Selain itu, Rp6,34 miliar dialokasikan untuk pinjaman ke anak usaha dan Rp764,42 juta untuk belanja operasional (opex).

Sisa dana IPO sebesar Rp2,25 miliar atau 4,54% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas baru dan renovasi cabang. Dana ini juga diperuntukkan pengadaan alat kerja utama untuk mendukung cabang yang akan beroperasi pada 2026.

Kinerja Keuangan Terkini dan Potensi Pertumbuhan

Hingga 9 bulan 2025, KAQI mencatat pendapatan sebesar Rp53,2 miliar. Angka ini naik 22,93% dibandingkan Rp43,30 miliar pada 9 bulan 2024.

Laba bersih tercatat Rp6,38 miliar, turun 10,76% dari Rp7,15 miliar pada Juni 2024. Namun, hingga akhir 2025, KAQI berpotensi mencapai target pendapatan sekitar Rp75 miliar.

Setiap bengkel berkontribusi rata-rata sekitar Rp600 juta per bulan terhadap pendapatan perusahaan. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang cukup signifikan dengan pembukaan cabang baru.

Strategi Operasional dan Investasi Modal

Ekspansi cabang dan efisiensi operasional menjadi strategi utama KAQI. Hal ini sejalan dengan fokus perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas dan memperluas pangsa pasar.

Realokasi dana IPO mendukung pembangunan bengkel baru serta renovasi fasilitas eksisting. Investasi ini memastikan kualitas layanan tetap optimal di setiap cabang yang beroperasi pada 2026.

Dengan kombinasi ekspansi, efisiensi, dan fokus pada layanan berkualitas, KAQI optimistis dapat mencapai target laba 25%-30%. Perusahaan juga menyiapkan strategi manajemen risiko untuk menjaga stabilitas kinerja keuangan.

Penguatan Dominasi di Pasar Bali dan Jawa

Pembukaan cabang baru di Bogor dan Gianyar akan memperkuat posisi KAQI di kedua pulau. Di Bali, KAQI kini memiliki tiga cabang besar yang menjadi pusat layanan utama.

Ekspansi ini tidak hanya meningkatkan penetrasi pasar tetapi juga menambah kapasitas pelayanan. Dengan demikian, perseroan dapat memenuhi permintaan servis kaki-kaki mobil yang terus meningkat.

Selain itu, pengembangan cabang dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi strategis. Hal ini memastikan efisiensi operasional dan meminimalkan waktu tunggu bagi pelanggan.

Prospek Positif KAQI untuk Tahun 2026

Dengan strategi ekspansi cabang, efisiensi operasional, dan fokus pada kualitas layanan, KAQI menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga 30% pada 2026. Rencana pembagian dividen juga menjadi insentif tambahan bagi investor.

Pemanfaatan dana IPO yang hampir sepenuhnya terealisasi mendukung pengembangan fasilitas baru dan renovasi cabang. Dengan langkah-langkah strategis ini, KAQI optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat dominasi pasar di Jawa dan Bali.

Terkini