Dokter Spesialis Bedah Onkologi Jelaskan Benjolan di Leher Belum Tentu Kanker, Ini Fakta Lengkapnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:34:43 WIB
Dokter Spesialis Bedah Onkologi Jelaskan Benjolan di Leher Belum Tentu Kanker, Ini Fakta Lengkapnya

JAKARTA - Banyak orang baru benar-benar menyadari kesehatan leher ketika muncul benjolan yang terasa asing saat disentuh. Reaksi awal yang kerap muncul adalah rasa cemas berlebihan karena benjolan tersebut sering langsung diasosiasikan dengan penyakit gondok atau gangguan kelenjar tiroid.

Padahal, pendekatan medis terhadap benjolan di leher tidak sesederhana dugaan yang beredar di masyarakat. Area leher memiliki struktur anatomi yang kompleks sehingga benjolan bisa berasal dari berbagai jaringan dan kondisi yang berbeda.

Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Onkologi, dr. Nina Irawati, Sp.B (K) Onk-KL dari Mayapada Hospital menegaskan bahwa asumsi tunggal soal tiroid perlu diluruskan. Menurutnya, ada banyak penyebab benjolan di leher yang tidak selalu berkaitan dengan kelenjar tiroid.

Pemahaman yang keliru justru dapat membuat seseorang terlambat memeriksakan diri atau malah panik tanpa alasan kuat. Oleh karena itu, penting melihat benjolan leher dengan sudut pandang medis yang lebih luas dan objektif.

Leher dan Kompleksitas Struktur di Dalamnya

Leher bukan hanya jalur pernapasan dan pencernaan, tetapi juga tempat berkumpulnya berbagai jaringan penting. Di area ini terdapat kelenjar getah bening, pembuluh darah besar, saraf, jaringan lemak, serta kelenjar tiroid itu sendiri.

Dengan banyaknya struktur tersebut, benjolan yang muncul bisa berasal dari lebih dari satu sumber. Inilah alasan mengapa diagnosis benjolan leher tidak bisa disamaratakan hanya pada satu jenis penyakit.

Sebagian besar benjolan leher sebenarnya bersifat jinak atau tidak berbahaya. Namun, kondisi ini tetap perlu diperiksa untuk memastikan tidak ada masalah serius yang tersembunyi.

Dalam praktik klinis, dokter akan menilai ukuran, konsistensi, dan pergerakan benjolan. Penilaian awal ini membantu menentukan langkah pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.

Tidak Semua Benjolan Berarti Kanker

Ketakutan terbesar banyak orang adalah anggapan bahwa benjolan identik dengan kanker. Padahal, kenyataannya sebagian besar benjolan leher bukan merupakan kanker atau tumor ganas.

Meski demikian, benjolan juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Ada kondisi tertentu yang memang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi dan penanganan serius.

"Benjolan di leher belum tentu kanker tiroid karena bisa juga disebabkan oleh kondisi lain seperti nodul tiroid jinak, limfoma, atau pembengkakan kelenjar getah bening, dan banyak benjolan tidak berbahaya. Kita mesti tahu apakah ini arahnya kelainan yang jinak atau ganas yang disebut kanker," kata dr. Nina Irawati dalam akun YouTube Mayapada Hospital Podcast yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat, 6 Februari 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kunci utama adalah memastikan sifat benjolan tersebut. Pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk membedakan kondisi jinak dan ganas.

Dr. Nina juga menjelaskan bahwa benjolan ganas biasanya memiliki faktor risiko tertentu. Riwayat paparan radiasi di area leher atau adanya riwayat kanker dalam keluarga dapat meningkatkan kewaspadaan.

Namun, faktor risiko bukan berarti vonis pasti. Banyak orang dengan faktor risiko tetap memiliki benjolan jinak yang tidak berkembang menjadi masalah serius.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Meskipun banyak benjolan bersifat jinak, ada beberapa ciri yang sebaiknya tidak diabaikan. Gejala-gejala tertentu dapat menjadi sinyal adanya kondisi yang lebih serius.

Benjolan yang tidak dapat digerakkan, terus membesar, atau tidak menghilang dalam waktu dua minggu patut mendapat perhatian khusus. Kondisi ini sebaiknya segera dikonsultasikan ke tenaga medis.

Selain itu, adanya nyeri, demam, atau penurunan berat badan yang drastis juga perlu diwaspadai. Perubahan kulit di sekitar benjolan dapat menjadi petunjuk tambahan bagi dokter.

Gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti kanker, tetapi menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut. Pemeriksaan dini dapat membantu menentukan diagnosis secara lebih akurat.

Langkah konsultasi ke dokter bukan hanya untuk memastikan penyebab benjolan. Tindakan ini juga penting untuk mencegah kemungkinan komplikasi di kemudian hari.

Pilihan Penanganan dan Perawatan Medis

Penanganan benjolan di leher sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum menentukan metode pengobatan.

Jika benjolan disebabkan oleh infeksi, terapi yang diberikan umumnya berupa obat-obatan. Antivirus atau antibiotik akan diresepkan sesuai dengan jenis infeksi yang ditemukan.

Pada kondisi jinak seperti lipoma atau kista, tindakan operasi pengangkatan bisa menjadi pilihan. Prosedur ini bertujuan menghilangkan benjolan sekaligus mencegah kekambuhan.

Sementara itu, benjolan yang bersifat ganas memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif. Perawatan dapat meliputi operasi, terapi radiasi, hingga kemoterapi.

Perkembangan teknologi medis juga membuka pilihan tindakan minimal invasif. Salah satunya adalah teknologi RFA atau Radiofrequency Ablation yang tersedia di Mayapada Hospital Surabaya.

Teknologi ini memungkinkan penanganan dengan trauma yang lebih minimal. Pasien pun berpotensi memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Di luar tindakan medis, perubahan gaya hidup juga sangat dianjurkan. Pola hidup sehat berperan penting dalam mendukung proses penyembuhan dan pencegahan penyakit.

Mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan memperbanyak air putih menjadi langkah sederhana yang berdampak besar. Aktivitas fisik rutin juga membantu menjaga daya tahan tubuh.

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol sebaiknya dihentikan. Selain itu, vaksinasi MMR dan HPV juga disarankan sebagai upaya pencegahan tambahan.

Pendekatan menyeluruh antara tindakan medis dan gaya hidup sehat menjadi kunci menjaga kesehatan leher. Dengan pemahaman yang tepat, benjolan di leher tidak selalu harus menjadi sumber ketakutan.

Terkini

Proyek Baterai Terpadu MIND ID Tingkatkan Ekonomi Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 17:54:11 WIB

KAI Daop 6 Pastikan Perjalanan Kereta Aman Pascagempa

Jumat, 06 Februari 2026 | 17:54:11 WIB

KAI Siapkan Layanan Optimal Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Jumat, 06 Februari 2026 | 17:54:11 WIB

ASDP Ambon Perkuat Kesiapan Armada Jelang Lebaran 2026

Jumat, 06 Februari 2026 | 17:54:11 WIB