BPJS Kesehatan Apresiasi Kepala Daerah Capai UHC

Rabu, 04 Februari 2026 | 15:49:17 WIB
BPJS Kesehatan Apresiasi Kepala Daerah Capai UHC

JAKARTA - Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota menerima penghargaan UHC Awards 2026. 

Penghargaan ini diberikan BPJS Kesehatan sebagai apresiasi atas keberhasilan kepala daerah. Pemberian penghargaan menekankan pentingnya perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program JKN.

Pencapaian ini menjadi indikator keberhasilan kolaborasi lintas sektoral. Kepala daerah berperan aktif dalam mendorong masyarakat untuk terdaftar. Dukungan kebijakan dan anggaran daerah turut menjamin keberlangsungan kepesertaan aktif.

BPJS Kesehatan menegaskan bahwa Program JKN merupakan instrumen negara. Program ini memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang adil. Keberhasilan program bergantung pada komitmen pemerintah daerah.

Peningkatan Kepesertaan Program JKN

Hingga akhir tahun 2025, kepesertaan Program JKN mencapai 282,7 juta jiwa. Jumlah ini mencakup lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Tingkat kepesertaan aktif tercatat sebesar 81,45 persen.

Capaian ini melampaui target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029. Kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan program. Dukungan mereka mendorong masyarakat agar tetap terdaftar aktif.

Ketika kepala daerah memiliki komitmen kuat, perlindungan kesehatan masyarakat menjadi lebih merata. Program JKN menciptakan pemerataan akses layanan kesehatan. Hal ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan nasional.

Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Program JKN sejalan dengan agenda Global Sustainable Development Goals 2030. Universal Health Coverage menjadi indikator utama masyarakat sehat dan sejahtera. Program ini juga mengukur pencapaian target SDGs 3.8.

Tujuannya mencakup seluruh penduduk pada tahun 2030. Program JKN menjadi sarana untuk memastikan semua masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Hal ini memperkuat strategi pembangunan kesehatan nasional.

Capaian UHC meningkatkan kesejahteraan sosial secara signifikan. Daerah yang mencapai UHC memiliki tingkat kesakitan lebih rendah. Akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan merata di masyarakat.

Dampak Positif terhadap Kesehatan dan Ekonomi

Peningkatan kepesertaan JKN mendorong meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan. Rata-rata kunjungan peserta ke fasilitas kesehatan mencapai dua juta per hari. Hal ini mencerminkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin terbuka.

Berdasarkan penelitian, daerah dengan UHC memiliki penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga. Akses pelayanan yang lebih baik turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program JKN berkontribusi langsung pada penguatan kesejahteraan sosial.

Masyarakat mendapatkan manfaat kesehatan secara merata. Program ini memperluas perlindungan bagi kelompok rentan. Dampak ini menjadi bukti pentingnya kepemimpinan kepala daerah dalam keberhasilan UHC.

Peningkatan Kualitas Layanan dan Teknologi

BPJS Kesehatan terus memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan. Layanan primer didorong untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Teknologi digital juga dimanfaatkan untuk meningkatkan akses peserta JKN.

BPJS Kesehatan mengembangkan layanan non tatap muka. Aplikasi Mobile JKN dan layanan administrasi melalui WhatsApp PANDAWA mempermudah masyarakat. Care Center 165 juga tersedia sebagai kanal bantuan dan informasi.

Pengembangan teknologi memastikan pelayanan lebih efisien dan modern. Hal ini mendukung pencapaian UHC secara berkelanjutan. Masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah dan cepat.

Terkini