CFX Luncurkan Strategi Pangkas Biaya Transaksi Kripto untuk Tingkatkan Daya Saing Nasional

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:28:20 WIB
CFX Luncurkan Strategi Pangkas Biaya Transaksi Kripto untuk Tingkatkan Daya Saing Nasional

JAKARTA - PT Central Finansial X (CFX) mengumumkan rencana penurunan biaya transaksi secara bertahap untuk memperkuat ekosistem aset kripto di Indonesia. Langkah ini ditujukan agar platform lokal lebih kompetitif dibandingkan dengan platform offshore yang tidak berizin.

Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menjelaskan tingginya biaya transaksi menjadi salah satu faktor utama capital outflow dari pasar domestik. Menurutnya, struktur biaya yang lebih kompetitif menjadi kunci untuk menarik kembali minat konsumen lokal.

Langkah Konkret Penurunan Biaya Transaksi

Saat ini biaya transaksi bursa di CFX sebesar 0,04 persen per transaksi. Rencananya, biaya ini akan turun menjadi 0,02 persen pada 1 Maret 2026 dan berlanjut menjadi 0,01 persen pada 1 Oktober 2026.

Subani menegaskan bahwa penurunan ini dirancang untuk memberikan insentif bagi konsumen agar lebih aktif bertransaksi di platform lokal. Dengan langkah ini, diharapkan terjadi penambahan pendapatan negara melalui pajak dari aktivitas transaksi yang lebih tinggi.

Kebijakan ini juga bertujuan untuk menahan konsumen agar tidak beralih ke platform offshore yang lebih murah. “Bursa mendengar apa yang menjadi perhatian bagi konsumen dan PAKD. Dengan biaya transaksi yang lebih kompetitif, kita sedang membangun pangsa pasar yang lebih besar,” ujar Subani.

Dukungan dan Sinergi Pemangku Kepentingan

CFX menekankan perlunya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat posisi Indonesia di industri kripto global. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah konsumen dan berdampak positif pada ekonomi nasional.

Struktur biaya transaksi yang kurang kompetitif saat ini menjadi tantangan karena konsumen Indonesia cenderung sensitif terhadap harga. Studi LPEM FEB UI menunjukkan volume perdagangan melalui platform offshore 2,6 kali lebih besar dibandingkan platform lokal berizin, menandakan peluang peningkatan daya saing masih besar.

Dalam upaya membangun pasar domestik yang lebih atraktif, CFX menggelar CFX Cryptalk pada 2 Februari 2026 di CFX Tower. Forum ini bertujuan membahas strategi penguatan daya saing industri aset kripto, terutama terkait struktur biaya transaksi.

CFX Cryptalk dan Dampaknya pada Konsumen Lokal

CFX Cryptalk menghadirkan berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Djoko Kurnijanto. Hadir pula Komisaris CFX Hoesen, Direktur Utama CFX Subani, dan Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) Robby.

Robby menegaskan pentingnya strategi menahan minat konsumen agar tidak beralih ke platform asing. Penurunan biaya transaksi diharapkan meningkatkan volume transaksi di platform lokal dan memberikan kenyamanan bagi pengguna.

Menurut Robby, biaya yang lebih kompetitif membuat konsumen lebih aktif bertransaksi di PAKD. Dengan begitu, mereka tidak lagi menggunakan platform offshore tidak berizin, sehingga perdagangan kripto domestik bisa lebih sehat.

Subani menambahkan bahwa pengurangan biaya transaksi akan menciptakan insentif nyata bagi pedagang. Hal ini memungkinkan pertumbuhan pangsa pasar domestik dan memperkuat ekosistem aset kripto secara berkelanjutan.

CFX Cryptalk juga menjadi forum untuk merumuskan pandangan bersama antara regulator dan bursa. Pertemuan ini membahas arah penguatan daya saing industri kripto nasional secara komprehensif.

Selain aspek biaya, forum ini mengeksplorasi solusi untuk membuat pasar domestik lebih efisien dan berintegritas. Dengan demikian, investor global pun akan lebih tertarik untuk berpartisipasi di ekosistem kripto Indonesia.

Optimisme Pasar dan Prospek Industri Kripto Nasional

CFX optimistis bahwa penurunan biaya transaksi akan menarik kembali konsumen lokal. Dengan biaya lebih rendah, transaksi di platform lokal diperkirakan meningkat, sehingga memberi kontribusi pada pendapatan negara dari pajak transaksi.

Langkah ini juga dipandang sebagai strategi penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar kripto global. Jika berhasil, platform lokal bisa menahan arus modal keluar dan memperkuat posisi ekonomi digital nasional.

Forum CFX Cryptalk diharapkan menjadi agenda rutin untuk membahas isu strategis industri kripto. Diskusi berkala ini diharapkan mendorong terciptanya kebijakan yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan perlindungan konsumen.

Subani menekankan bahwa mendengar masukan konsumen dan pedagang menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem. Dengan respons cepat terhadap kebutuhan pasar, industri kripto lokal bisa berkembang lebih sehat dan kompetitif.

Industri kripto nasional juga perlu memperhatikan transparansi dan kepatuhan pada regulasi. Hal ini penting agar platform lokal berizin bisa bersaing secara adil dengan platform offshore yang tidak mematuhi aturan di Indonesia.

Dengan strategi pengurangan biaya transaksi secara bertahap, CFX berharap dapat meningkatkan partisipasi konsumen. Upaya ini sekaligus menjadi langkah proaktif untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah industri aset kripto global.

Secara keseluruhan, langkah CFX menunjukkan fokus pada daya saing, kepuasan konsumen, dan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Kombinasi biaya kompetitif dan dukungan regulasi diharapkan mampu membangun ekosistem kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Terkini

Padel 99 Court Dorong Prestasi Olahraga Kota Pekalongan

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:54 WIB

Seleksi Pimpinan Tinggi Dorong Industri Olahraga Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:54 WIB

Turnamen Voli Perkuat Solidaritas Antarinstansi Mappi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:54 WIB

Turnamen Voli Muara Tuhup Perkuat Semangat Masyarakat

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:54 WIB

Manchester City Tetap Optimis Kejar Gelar Liga Inggris

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:54:53 WIB